Sukabumi – Fusilatnews,- Sukabumi dilanda bencana alam berupa longsor, banjir, angin kencang, dan pergerakan tanah yang terjadi sejak 3 hingga 4 Desember 2024. Total 114 kejadian bencana tercatat di 29 kecamatan, sehingga Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat untuk penanganan lebih lanjut.
“Hari ini sudah ditetapkan status tanggap darurat dan posko telah didirikan di pendopo Palabuhanratu,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Sukabumi, Ade Suryaman, pada Rabu (4/12/2024).
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, dari 114 kejadian bencana, longsor mendominasi dengan 53 kejadian, disusul banjir 30 kejadian, pergerakan tanah 16 kejadian, dan angin kencang 15 kejadian.
Kecamatan yang Terdampak
Sebanyak 29 kecamatan terdampak bencana tersebut, meliputi Kecamatan Nyalindung, Bantargadung, Caringin, Cibadak, Cicurug, Cidadap, Ciemas, Cikakak, Cikembar, Cisaat, Cikidang, Cisolok, Geger Bitung, Curug Kembar, Gunung Guruh, Jampang Tengah, Kabandungan, Lengkong, Nagrak, Pabuaran, Palabuhanratu, Parakansalak, Parungkuda, Purabaya, Sagaranten, Simpenan, Sukalarang, Sukaraja, dan Warungkiara.
Dampak Bencana
Kepala BPBD Sukabumi, Hadi, melaporkan bahwa bencana ini telah berdampak pada 167 kepala keluarga (KK) atau 437 jiwa. Dari jumlah tersebut, 92 KK atau 238 orang terpaksa mengungsi, sementara 230 orang lainnya terancam.
Selain itu, kejadian ini juga mengakibatkan satu korban meninggal dunia, sedangkan dua orang masih dalam pencarian.
Upaya Penanganan
Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengerahkan berbagai pihak untuk memberikan bantuan dan melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi warga, distribusi logistik, dan penanganan dampak bencana lainnya. Posko tanggap darurat yang didirikan di pendopo Palabuhanratu menjadi pusat koordinasi seluruh upaya ini.
Dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. BPBD Provinsi Jawa Barat juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik.
























