• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Penatapan 1 Syawal – Bak Gaya Sangkuriang Kabeurangan

Ali Syarief by Ali Syarief
March 19, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Penatapan 1 Syawal – Bak Gaya Sangkuriang Kabeurangan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – “Gaya Sangkuriang kabeurangan.” Sebuah ungkapan Sunda yang menyindir keadaan serba tanggung: tergesa-gesa dalam proses, tetapi justru tertinggal dalam hasil. Dan barangkali, tidak ada gambaran yang lebih tepat untuk membaca cara pengambilan keputusan di Kementerian Agama RI dalam menetapkan 1 Syawal.

Setiap tahun, bangsa ini seolah mengulang drama yang sama. Sidang isbat digelar, para pejabat berkumpul, layar-layar dipasang, laporan rukyat dibacakan dari berbagai titik. Namun, ujungnya tetap satu: menunggu apakah hilal “terlihat” atau tidak oleh mata manusia.

Padahal, di balik langit yang sama, ilmu pengetahuan telah bekerja jauh lebih maju. Metode hisab mampu menghitung posisi bulan dengan akurasi tinggi—bahkan hingga ratusan tahun ke depan. Untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah, misalnya, kepastian itu sudah bisa diketahui jauh sebelum generasi hari ini lahir.

Namun anehnya, kepastian ilmiah itu masih kalah oleh ketidakpastian visual.

Di sinilah “gaya Sangkuriang” itu terasa. Kita seperti sedang membangun keputusan besar dalam satu malam, dengan bergantung pada sesuatu yang rapuh: penglihatan sesaat, kondisi cuaca, bahkan subjektivitas pelapor. Sebuah proses yang tampak khidmat, tetapi menyimpan kerentanan yang mendasar.

Apakah ini bentuk kehati-hatian? Ataukah justru keraguan yang dilembagakan?

Tradisi rukyat memang memiliki akar kuat dalam sejarah Islam. Tetapi sejarah juga mencatat bahwa peradaban Islam tidak pernah berhenti pada tradisi. Ia berkembang melalui ijtihad, melalui keberanian membaca ulang realitas dengan pendekatan ilmu. Para ilmuwan Muslim telah lama menjadikan perhitungan astronomi sebagai alat untuk memahami peredaran langit—bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi.

Ironisnya, ketika ilmu itu telah matang, kita justru menempatkannya di pinggir meja keputusan.

Akibatnya, yang lahir bukan kepastian, melainkan pengulangan kebingungan. Umat kembali dihadapkan pada perbedaan hari raya, pada pertanyaan yang sama setiap tahun: siapa yang benar? Padahal, ini bukan soal benar atau salah, melainkan soal keberanian memilih metode yang paling dapat dipertanggungjawabkan.

Negara, melalui Kementerian Agama, seharusnya hadir sebagai penentu arah—bukan sekadar fasilitator perbedaan. Dalam konteks modern, ketika ilmu telah memberikan kepastian yang nyaris absolut, mengabaikan hisab bukan lagi pilihan netral. Ia adalah keputusan yang membawa konsekuensi: ketidakpastian yang terus diwariskan.

“Gaya Sangkuriang kabeurangan” akhirnya menjadi lebih dari sekadar sindiran. Ia adalah potret cara berpikir: ingin cepat mengambil keputusan, tetapi enggan beranjak dari cara lama. Ingin terlihat hati-hati, tetapi justru mengabaikan alat terbaik yang tersedia.

Pertanyaannya kini sederhana, tetapi mendasar:
apakah kita akan terus menatap langit dengan harapan melihat hilal,
atau mulai menatap ilmu sebagai jalan menuju kepastian?

Sebab pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan sekadar tanggal di kalender—melainkan arah berpikir sebuah umat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PERJANJIAN YANG BERAT SEBELAH DAPAT DIBATALKAN

Next Post

Trump Ingin “Ambil Alih Kuba”, Presiden Díaz-Canel Balas: Lawan Sampai Titik Darah Penghabisan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Ketika Feasibility Study Menjadi Formalitas Pembangunan

May 14, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Next Post
Trump Ingin “Ambil Alih Kuba”, Presiden Díaz-Canel Balas: Lawan Sampai Titik Darah Penghabisan

Trump Ingin “Ambil Alih Kuba”, Presiden Díaz-Canel Balas: Lawan Sampai Titik Darah Penghabisan

Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tak Ada Kuasa yang Benar-Benar Bisa Bernegosiasi dengan Nurani

“Pulih 99 Persen”, Jokowi Siap Keliling Indonesia: Konsolidasi Relawan atau Pemanasan Politik Baru?

May 14, 2026
Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

May 14, 2026

Ketika Feasibility Study Menjadi Formalitas Pembangunan

May 14, 2026
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tak Ada Kuasa yang Benar-Benar Bisa Bernegosiasi dengan Nurani

“Pulih 99 Persen”, Jokowi Siap Keliling Indonesia: Konsolidasi Relawan atau Pemanasan Politik Baru?

May 14, 2026
Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

May 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist