• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pengacara TPUA Dibidik, Sementara Badut Pesanan Manggung di Sidang!

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
May 9, 2025
in Feature, Law
0
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam panggung politik dan hukum Indonesia yang sering kabur batasnya, tak jarang kebenaran justru menjadi barang dagangan. Di tengah suasana seperti itu, hadir pengacara-pengacara pejuang dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang kini sedang diperiksa: DHL, Kurnia, dan Rustam. Namun satu hal harus ditegaskan—mereka bukanlah “intelijen hitam” yang menyusup di tengah perjuangan demi menyabotase dari dalam.

Labelisasi, fitnah, dan tudingan murahan kerap dialamatkan kepada siapa pun yang berani berdiri di garis depan pembelaan terhadap mereka yang dizalimi oleh sistem. Ketiganya kini berada dalam pusaran tuduhan dan penghakiman opini publik, bahkan sebelum persidangan mengurai fakta. Namun, publik harus hati-hati membedakan antara para pejuang sejati dan mereka yang cuma “manggung” dengan wajah tebal tanpa urat malu di depan persidangan, sekadar memenuhi misi pesanan pihak-pihak tertentu.

Mereka yang benar-benar membela rakyat, membela ulama, membela para aktivis yang ditindas karena suara kritisnya, tak bisa disamakan dengan aktor-aktor panggung yang hanya cari muka di ruang pengadilan. Para pengacara TPUA telah menempuh jalan yang tidak mudah. Mereka bukan sekadar mengutip pasal dan membeo hukum prosedural. Mereka menghidupkan kembali semangat keadilan substantif. Namun apa balasannya? Justru mereka diseret, diperiksa, bahkan ingin dipenjara!

Siapa yang diuntungkan dari kriminalisasi para pembela hukum ini? Siapa yang gerah melihat kebenaran dibela? Yang pasti, bukan rakyat. Yang pasti pula, bukan hukum. Karena hukum sejatinya berdiri untuk mereka yang lemah dan terpinggirkan, bukan untuk melayani pesanan politik.

Ketika para pengacara itu dipaksa duduk di kursi terperiksa, dan wajah-wajah tanpa malu tampil di ruang sidang seolah jadi pahlawan moral, kita seakan menyaksikan sandiwara murahan. Tapi jangan salah: di balik sandiwara itu ada skenario besar, ada tangan-tangan hitam yang ingin membungkam suara kritis dan memenjarakan mereka yang tak tunduk pada kekuasaan gelap.

Di titik ini, masyarakat harus sadar bahwa yang dibidik bukan hanya tiga nama itu—DHL, Kurnia, Rustam. Yang sedang diadili bukan sekadar orang, tapi semangat perlawanan. Yang ingin dibungkam bukan hanya suara pengacara, tapi gema perjuangan rakyat yang menuntut keadilan sejati.

Pengacara para pejuang TPUA adalah simbol bahwa dalam sistem yang carut-marut, masih ada mereka yang berani berdiri tegak. Mereka bukan intelijen hitam. Mereka bukan badut pesanan. Mereka adalah benteng terakhir dari nurani hukum yang mulai dikooptasi kepentingan.

Dan sejarah akan mencatat, siapa yang berdiri di sisi yang benar, dan siapa yang cuma manggung dengan muka tebal, menari di atas penderitaan rakyat.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Saatnya Jaga Lumbung: Momen Emas Menuju Kedaulatan Pangan

Next Post

SISTEM MPR VS SISTEM PRESIDENSEIL . KEDAULATAN RAKYAT VS KEDAULATAN INDIVIDU .

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Bisnis

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Next Post

SISTEM MPR VS SISTEM PRESIDENSEIL . KEDAULATAN RAKYAT VS KEDAULATAN INDIVIDU .

Konklaf Berhasil Memilih Paus Baru, Paus Fransiscus Prevost

Konklaf Berhasil Memilih Paus Baru, Paus Fransiscus Prevost

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...