• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Saatnya Jaga Lumbung: Momen Emas Menuju Kedaulatan Pangan

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
May 9, 2025
in Economy, Feature
0
Pemerintah Mulai Beli Gabah Petani dengan HPP Rp6.500 per Kg pada 15 Januari
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastreatmadja – Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

CNBC Indonesia sempat melaporkan pernyataan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, yang mengapresiasi keberhasilan pemerintah dalam panen raya tahun 2025. Momentum ini menjadi titik cerah, di mana produksi beras nasional diproyeksikan menembus 18,76 juta ton pada semester I 2025—angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Tak hanya itu, cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog juga mencapai tonggak sejarah: lebih dari 3,5 juta ton—tertinggi dalam 57 tahun terakhir. Jumlah ini bahkan memaksa Bulog mendirikan 25 ribu gudang tambahan untuk menampung limpahan hasil panen petani lokal.

Capaian ini memunculkan harapan besar: Indonesia tak perlu lagi mengimpor beras. Sebuah visi yang selaras dengan komitmen Presiden Prabowo, yang secara politik menyatakan akan menghentikan impor beras mulai 2025. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan pun menyuarakan hal serupa, menyampaikan bahwa pemerintah siap mengakhiri ketergantungan pada beras impor.

Namun, perlu diakui secara jujur: kebijakan impor beras selama ini kerap mengundang perdebatan. Banyak kalangan menilai bahwa impor bukanlah keniscayaan, melainkan akibat dari lemahnya tata kelola perberasan nasional. Ketika produksi goyah, dan distribusi tak tertata, pintu impor pun terbuka.

Sebagai catatan, Indonesia terakhir kali mengimpor beras pada tahun 2024, sebanyak 4,52 juta ton—naik dari 3,06 juta ton pada 2023. Impor tersebut dilakukan untuk menstabilkan harga dan pasokan di tengah fluktuasi produksi akibat perubahan iklim dan gangguan lainnya. Dari total impor, 88% berupa beras giling utuh dan sisanya broken rice. Thailand menjadi negara pemasok terbesar, yakni 1,36 juta ton atau 30% dari total impor.

Kini, dengan data produksi yang menunjukkan tren peningkatan, langkah pemerintah untuk menghentikan impor bukan keputusan sembrono, melainkan hasil dari kalkulasi yang matang. Pemerintah tentu tidak ingin membuat keputusan politis yang kemudian berujung pada ketergantungan baru.

Kuncinya adalah kepercayaan pada data. Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025 memperkirakan luas panen padi periode Januari-Juni 2025 mencapai 6,22 juta hektare—naik 11,90% dibanding tahun lalu. Sementara itu, produksi gabah kering giling (GKG) diperkirakan menyentuh 32,57 juta ton, meningkat 11,17% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Jika dikonversi menjadi beras, angka ini berarti sekitar 18,76 juta ton—naik hampir 2 juta ton dari tahun lalu. Provinsi dengan kontribusi tertinggi adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Sebaliknya, produksi terendah tercatat di Papua Pegunungan, Kepulauan Riau, dan DKI Jakarta.

Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Mereka mencerminkan keberhasilan strategi pertanian nasional dan kerja keras para petani. Jerih payah Kementerian Pertanian akhirnya membuahkan hasil nyata. Ini bukan sekadar slogan atau janji, melainkan bukti konkret bahwa produktivitas bisa ditingkatkan dengan kerja sistematis.

Namun, keberhasilan produksi hanyalah awal. Tantangan berikutnya, dan tak kalah penting, adalah menjaga kelangsungan stok. Beras harus tetap tersedia, tersimpan dengan baik, dan siap disalurkan sesuai kebutuhan. Jangan sampai kelengahan dan manajemen distribusi yang buruk menggerus pencapaian yang telah susah payah diraih.

Momentum ini harus dimaknai sebagai pijakan menuju kemandirian dan kedaulatan pangan. Pertanyaannya kini bukan lagi “bisa atau tidak menyetop impor beras”, melainkan: apakah kita mampu menjaga momentum ini secara konsisten dan berkelanjutan?

Jika jawabannya ya, maka kita telah melangkah lebih dekat menuju cita-cita besar: menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan pangan. Dan jika jawabannya tidak, maka kita akan kembali terjebak dalam lingkaran lama—produksi naik, stok membesar, lalu lengah dan kembali impor.

Inilah saatnya. Jaga lumbung, jaga harapan. Jangan sampai panen raya berubah jadi kemegahan sesaat tanpa arah.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Oknum SAPPOL PP Diduga Diskriminatif terhadap Disabilitas di Acara RPJMD Makassar

Next Post

Pengacara TPUA Dibidik, Sementara Badut Pesanan Manggung di Sidang!

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Bisnis

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Next Post

Pengacara TPUA Dibidik, Sementara Badut Pesanan Manggung di Sidang!

SISTEM MPR VS SISTEM PRESIDENSEIL . KEDAULATAN RAKYAT VS KEDAULATAN INDIVIDU .

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...