• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Contributor

PENGADILAN POLITIK MUNARMAN DAN KEPERCAYAAN PUBLIK

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
December 18, 2021
in Contributor, Feature
0
PENGADILAN POLITIK MUNARMAN DAN KEPERCAYAAN PUBLIK
Share on FacebookShare on Twitter

PENGADILAN POLITIK MUNARMAN DAN KEPERCAYAAN PUBLIK

Seperti dikatakan dalam lampiran di bawah ini (shorturl.at/koF35)
Munarman telah disidangkan dengan tuduhan yang mengada-ada: tindakan terorisme.

Mengada-ada? Ya, sebab tidak ada disebutkan dalam dakwaan itu tindakan teror yang mana dan di mana dilakukan oleh Munarman. Seperti halnya kasus Syahganda, Jumhur dan Anton Permana, pengadilan nanti akan disuguhi interpretasi jaksa atas circumstances (situasi umum) bukan pembuktian secara langsung (material). Dalam pengadilan normal hal semacam itu sangat tidak memadai. Namun toh jaksa telah mengajukan permohonan sidang, tentu dengan keyakinan bahwa ia akan menang.

Bagaimana respon publik bila demikian?

Menurut hemat saya, publik akan cenderung mengabaikan (proses) pengadilan. Publik telah dikuasai persepsi awal bahwa pengadilan Munarman adalah pengadilan politik seperti terjadi kepada Habib Rizik Shihab. Persepsi awal itu menyebabkan publik tidak akan terlalu memperhatikan proses pengadilan. Penilaian publik akan terpusat kepada hasil akhir saja. Kalau hakim menyetujui dakwaan itu maka publik akan mengafirmasi persepsi awal mereka: hakim bersekongkol. Pengadilan, sekali lagi, bermain dengan kotoran politik.

Pengadilan kita telah sekian lama bergelimang dengan kotoran politik. Situasi itu menyebabkan pengadilan kita semakin ternoda, dan berdampak kepada merosotnya kepercayaan rakyat.

Tetapi pejabat mana yang peduli dengan kepercayaan rakyat sekarang? Mereka yang terpilih dengan cara membeli suara dan mencurangi penghitungan suara tidak akan peduli. Mereka yakin terpilih lagi dengan cara yang sama. Mereka juga meremehkan kepercayaan publik sebagai sekadar persepsi yang gampang diubah melalui survei dan klaim keberhasilan palsu.

Padahal dalam tradisi demokrasi, kepercayaan publik adalah ukuran dan tujuan yang paling esensial dari politik. Karena kekuasaan berasal dari rakyat maka tidak ada tujuan lain bagi politikus kecuali memperoleh kepercayaan rakyat. Suatu sistem, yang mengatakan dirinya demokrasi, namun tidak peduli kepada kepercayaan rakyat merupakan bukti yang nyata adanya kesalahan besar pada sistem politik itu.

Kesalahan apa? Menurut saya salah satu kesalahan sistem berakar dari cara bagaimana pemimpin itu dipilih. Untuk menjadikan pemimpin peduli kepada kepercayaan rakyat seorang calon pemimpin harus tahu beratnya memperoleh kepercayaan itu. Maka sejak awal memasuki dunia politik seorang kader politik wajib bergumul dengan rakyat, secara intelektual maupun praktikal. Hanya kader politik yang telah matang dalam pergumulannya, tahu apa yang harus ia lakukan untuk memperbaiki kehidupan rakyat, diusung untuk menjadi calon pemimpin di lembaga eksekutif maupun legislatif.

Proses di atas tidak terjadi karena sistem politik mengidap kesalahan yang fatal.

Pertama, sistem politik kita (diantaranya adalah sistem pemilu) menganut presidential threshold (batas ambang pencalonan seorang presiden). Threshold ini membatasi peluang orang-orang terbaik untuk mengikuti pilpres. Aturan itu menyebabkan dari 10 partai di DPR, hanya tersedia 3-4 capres tersedia untuk publik. Undang-undang memang memungkinkan munculnya capres independen tetapi syaratnya begitu berat sehingga praktis tidak ada orang yang sanggup memenuhinya. Secara praktis syarat PT itu hanya mungkin diraih oleh calon dengan modal finansial yang besar. Ia akan membeli dukungan dari partai-partai dan menyisakan secukupnya dukungan untuk capres kedua. Pemilu cara begini menciptakan kondisi yang sempurna bagi lahirnya presiden boneka yang dikendalikan oleh oligarki. Oligarki bukan demokrasi sebab tidak bekerja untuk kepentingan rakyat, oligarki bekerja untuk kepentingan kelompoknya sendiri.

Alhasil aturan presidential threshold menyebabkan lahirnya pemerintahan oligarkis yang tidak peduli kepada kepercayaan rakyat.

Kesalahan fatal kedua adalah sistem kepartaian yang tidak demokratis. Partai politik sangat didominasi oleh ketua partai. Di hampir semua partai kita tidak lagi menjumpai kader-kader partai yang aktif melayani rakyat dan konstituen. Pendidikan kader partai sangat terbatas dan tidak pernah dilihat esensial bagi partai. Sebagian besar partai politik menurut hemat saya adalah partai kepompong. Sarangnya saja yang ada, isinya tidak.

Kader meninggalkan partai karena pemimpin partai terlalu dominan. Hal tersebut bisa dilihat dari 3 aspek yaitu pemilihan pengurus partai, pemilihan calon eksekutif/legislatif dan penetapan kebijakan partai. Di dalam ketiga aspek itu peran kader dan anggota partai hampir tidak ada. Tidak heran bila kader dan anggota partai meninggalkan partai politik.

Struktur partai yang tidak demokratis yang ditinggalkan oleh kader dan anggota partainya, mau tidak mau, harus bersandar kepada kekuatan uang. Dengan sendirinya pemimpin-pemimpin eksekutif dan legislatif lebih terikat kepada kepentingan uang (oligarki) ketimbang rakyat.

Kesalahan fatal ketiga, masyarakat sipil kita terlalu fokus kepada urusannya sendiri. Mereka gagal melihat ‘hutan ketimbang pohonnya’. Mereka harus melihat politik secara keseluruhan, ketimbang melihat aspek tanah, HAM, lingkungan, dsb. Karena politik anti-demokrasi, seperti oligarki, tidak mungkin bersahabat dengan agenda masyarakat sipil. Memang tentacles oligarki tidak secara langsung membelit mereka. Mereka baru sadar ketika tentacles itu mulai mencekik leher. Kesadaran yang mungkin terlambat, karena aktivis2 HAM sudah mulai diadili.

Rejim oligarki ini hanya bisa tegak dengan kekuatan paksa. Selama ini mereka bisa menggunakan kekuatan paksa itu sekehendak mereka karena berhasil menyebarkan isu Indonesia darurat radikalisme. Salah satu pembenar dari isu tersebut adalah adanya terorisme. Keberadaan Munarman adalah pembenar adanya terorisme itu. Vonis keterlibatan Munarman dengan terorisme sangat penting untuk tegaknya rejim oligarki. Dengan kata lain, Munarman adalah kambing hitam persembahan oligarki untuk iblis sembahan mereka.

Keseluruhan argumen dalam artikel pendek ini sesungguhnya ingin mengatakan agar kita setia kepada demokrasi. Karena itulah jalan keadilan. Adil adalah ketika politik mengalirkan energi yang menambah kepercayaan rakyat. Kepemimpinan yang adil dan kepercayaan rakyat akan membangun siklus keabadian, siklus dewa. Sebaliknya pemimpin yang suka berbohong dan tidak adil akan memerosotkan kepercayaan publik, melahirkan siklus iblis yang merapuhkan sendi-sendi kehidupan bernegara.

Saya merasakan siklus iblis itu semakin menjerat…

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

TUHAN, KEBEBASAN BERBICARA DAN HABIB RIZIK SHIHAB

Next Post

PEMERINTAH MEMBATALKAN PPKM LEVEL 3. APA KARENA ANAK ANAK?

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah
Economy

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG
Feature

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026
Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia
Aya Aya Wae

Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

January 25, 2026
Next Post
PEMERINTAH MEMBATALKAN PPKM LEVEL 3. APA KARENA ANAK ANAK?

PEMERINTAH MEMBATALKAN PPKM LEVEL 3. APA KARENA ANAK ANAK?

Bisnis Model Kanvas

Bisnis Model Kanvas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026
Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

January 25, 2026
Megawati 79 Tahun dan Ujian Terakhir Kepemimpinan Partai

Megawati 79 Tahun dan Ujian Terakhir Kepemimpinan Partai

January 25, 2026
MEMPERKOKOH KEBERADAAN BADAN PANGAN NASIONAL

PANEN RAYA: FILOSOFI KEHIDUPAN DAN MARTABAT PETANI

January 25, 2026
Konsumsi “Wine” Dunia Turun

Konsumsi “Wine” Dunia Turun

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist