Jakarta – Fusilatnews – 200 ribu anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bersama polisi akan mengawal perayaan Natal yang akan berlangsung di gereja-gereja utama di Seluruh Indonesia. Menurut Polri Lokasi yang akan diamankan jumlahnya mencapai 52.636 lokasi yang akan diamankan selama Operasi Lilin terdiri dari 49.702 gereja, 711 terminal, 653 pelabuhan, 206 bandara, 526 stasiun kereta api, 3.693 pasar dan pusat perbelanjaan, 3.709 objek wisata dan 1.706 objek perayaan malam pergantian tahun baru.
“Polri juga akan mendirikan 1.868 pospam (pos pengamanan), 776 posyan (pos pelayanan) dan 70 pos terpadu untuk seluruh Polda jajaran. Saat nanti digelar, Operasi Lilin dapat mengantisipasi arus mudik dan arus balik, sehingga semua bisa dilaksanakan dengan aman, lancar dan tetap mengutamakan para pengguna jalan,” Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo kepada wartawan, Senin
Sedangkan untuk mencegah porensi kemacetan lalu lintas saat libur nataru , Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas
Rekayasa lalu lintas tersebut, bisa berbentuk ganjil genap, one way, hingga contra flow. “Kita tentunya sudah menyiapkan formula khusus kapan kita melaksanakan jalur ini kita lakukan normal. Artinya ganjil genap boleh berjalan, kapan kita gunakan contra flow dan kapan kita lakukan one way,” kata Sigit.
“Kita sudah punya ukuran pada saat kepadatan melebihi 5 ribu apakah kita akan melakukan tahapan one way atau contra flow. Kalau lebih dari 6 ribu kita laksanakan one way itu akan kita hitung kalau nanti ada nanti kita putuskan dalam dapat koordinasi,” lanjutnya.
Dalam rapat bersama Komisi V DPR, Selasa pekan lalu Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi menjelaskan bahwa Polri akan menggelar Operasi Lilin selama masa Libur Natal dan Tahun Baru 2022/2023 selama 11 hari.
“Operasi lilin akan dilaksanakan mulai tanggal 22 (Desember) dengan diawali, dengan gelar pasukan dan insert pasukan,” kata Firman dalam rapat di Komisi V DPR, Selasa pekan lalu
























