Kementerian Kesehatan melaporkan 18 orang terjangkit penyakit hepatitis akut misterius, tujuh di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Namun, Kemenkes belum dapat memastikan penyebab hepatitis akut tersebut.
Kemenkes mulai mencurigai bahwa penyakit misterius tersebut bisa menular melalui udara. Hal ini merujuk pada beberapa temuan adanya Adenovirus pada pasien yang terkena penyakit tersebut.
“Kita tahu penularan dari pada hepatitis akut berat ini diperkirakan dengan dua cara yaitu melalui udara atau airbourne karena ada kecurigaan dengan adanya virus yang kita sebut sebagai adenovirus kemudian virus hepatitis sendiri ya sebagian besar menyebar menularkan melalui makanan fecal oral,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, dikutip detikcom Minggu, 15 Mei 2022
Untuk mencegah penularannya, masyarakat diharapkan selalu memastikan asupan yang dikonsumsi dalam kondisi yang higienis dan memperhatikan kebersihan tangan. Kemenkes juga mengingatkan agar masyarakat untuk tidak lupa menggunakan masker karena melihat kondisi Covid-19 di Indonesia saat ini belum hilang 100 persen.
“Tentunya menerapkan hygene dan sanitasi personal dan cuci tangan menggunakan alat makan yang terpisah itu yang harus dipastikan orang tua terhadap anak-anaknya. Kedua adalah menggunakan masker ini juga tetap penting sebagaimana kita tahu pandemi Covid-19 belum berakhir,” pungkasnya.
Hepatitis akut bukan tipe penyakit yang tiba-tiba muncul dan langsung parah. Ada tiga tahap gejala yang akan dialami anak hingga penyakit ini benar-benar menuju ke tahap parah.
Tiga tahap itu yakni tahap awal saat anak mengalami sakit perut, mual, muntah hingga diare. Kemudian gejala lanjutan yakni saat anak mulai mengalami penyakit kuning yang biasanya dimulai dari mata yang menguning hingga ke seluruh tubuh. Dan terakhir adalah tahap lanjutan parah, biasanya pada tahapan ini kondisi anak sudah benar-benar memburuk.
Kementerian Kesehatan pun sampai saat ini masih melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap. Tidak hanya itu, para epidemiolog di berbagai belahan dunia juga masih menyelidiki musabab hepatitis misterius yang tengah menjadi ancaman kesehatan baru di banyak negara

























