• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pergeseran Paradigma Aksi Politik: Dari Kemaslahatan Menuju Konspirasi Kriminal

Ali Syarief by Ali Syarief
October 10, 2024
in Feature, Politik
0
Terkait Maju Pilgub DKI, Gibran : Kita Akan Tampung Dulu
Share on FacebookShare on Twitter

Pendahuluan

Dalam konteks politik, idealnya pembicaraan tentang masalah-masalah yang dihadapi masyarakat seharusnya berfokus pada upaya membangun kemaslahatan bersama. Kemaslahatan, menurut para ahli seperti Al-Ghazali, adalah suatu kondisi di mana kebijakan publik diarahkan untuk mencapai kebaikan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, khususnya sejak era kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi), tema permasalahan politik di Indonesia mengalami pergeseran yang signifikan. Terdapat indikasi bahwa politik tidak lagi dianggap sebagai sarana untuk mencapai kemaslahatan, melainkan bertransformasi menjadi ajang konspirasi kriminal oleh para politikus. Dalam esai ini, kita akan mengeksplorasi pergeseran moralitas dalam arena politik Indonesia, serta implikasinya terhadap kebijakan publik dan perilaku aktor-aktornya.

Kemaslahatan dalam Teori Politik

Konsep kemaslahatan dalam politik dapat didefinisikan sebagai upaya untuk menciptakan kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. John Stuart Mill, dalam bukunya Utilitarianism, menekankan bahwa tindakan moral yang benar adalah yang menghasilkan kebahagiaan terbesar bagi jumlah orang terbanyak. Dalam kerangka ini, politik seharusnya menjadi arena di mana para pemangku kepentingan saling berkolaborasi untuk merumuskan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, ketika politik terjebak dalam konspirasi dan kriminalisasi, esensi kemaslahatan ini mulai hilang.

Pergeseran Tema Politik di Era Jokowi

Sejak Jokowi menjabat sebagai Presiden, Indonesia mengalami dinamika politik yang menarik namun mengkhawatirkan. Tema politik yang dulunya berorientasi pada kemaslahatan masyarakat kini banyak dicemari oleh konspirasi dan isu-isu kriminal. Berbagai kebijakan publik yang dikeluarkan, meskipun terlihat positif, sering kali disertai dengan pertanyaan mengenai kepentingan politik di baliknya. Kebijakan seperti pembangunan infrastruktur yang masif dan penciptaan lapangan kerja, meski bertujuan untuk kemaslahatan, sering kali disalahartikan sebagai sarana untuk memperkuat kekuasaan politik kelompok tertentu.

Fenomena ini diperparah dengan munculnya berbagai skandal dan tindakan korupsi yang melibatkan pejabat publik. Menurut Larry Diamond, seorang pakar politik, kondisi ini menciptakan “krisis kepercayaan” terhadap institusi politik, di mana masyarakat mulai meragukan integritas dan niat baik para politisi. Kejadian-kejadian ini menunjukkan bahwa moralitas dalam politik telah bergeser, dengan semakin banyaknya aktor politik yang terlibat dalam praktik-praktik yang merugikan masyarakat demi kepentingan pribadi atau kelompoknya.

Konspirasi Kriminal dalam Politik

Dalam konteks ini, konspirasi kriminal di kalangan politisi bukanlah fenomena baru. Namun, di era Jokowi, pola ini semakin menjadi-jadi. Beberapa kasus besar, seperti korupsi dalam pengadaan barang dan jasa, menunjukkan bahwa para politisi cenderung melakukan tindakan melawan hukum untuk mencapai tujuan politik. Robert Putnam dalam karyanya Making Democracy Work mengemukakan bahwa kolusi dan korupsi dapat menghancurkan fondasi demokrasi. Hal ini sejalan dengan apa yang terjadi di Indonesia, di mana kolusi di kalangan elite politik telah melemahkan daya saing dan efektivitas pemerintahan.

Implikasi terhadap Kebijakan Publik

Pergeseran dari kemaslahatan menuju konspirasi kriminal memiliki dampak serius terhadap kebijakan publik. Masyarakat menjadi skeptis terhadap kebijakan yang diambil oleh pemerintah, karena sering kali terindikasi adanya kepentingan tersembunyi. Rasa tidak percaya ini dapat menyebabkan apati politik, di mana masyarakat tidak lagi merasa memiliki suara dalam proses pengambilan keputusan. David Easton, seorang ahli politik, menyebutkan bahwa legitimasi politik sangat penting untuk menjaga kestabilan suatu sistem. Ketika legitimasi ini hilang, maka akan muncul tantangan bagi keberlangsungan pemerintahan yang efektif.

Kesimpulan

Idealnya, diskursus politik seharusnya berfokus pada kemaslahatan masyarakat, sebagaimana dijelaskan oleh para ahli teori politik. Namun, pergeseran moralitas yang terjadi sejak era Jokowi telah mengubah tema permasalahan politik menjadi konspirasi kriminal. Implikasi dari perubahan ini tidak hanya mempengaruhi kebijakan publik, tetapi juga menciptakan skeptisisme dan apati di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi semua aktor politik untuk kembali menegaskan komitmen mereka terhadap nilai-nilai kemaslahatan, agar politik dapat berfungsi sebagaimana mestinya: sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan bersama, bukan sebagai ajang konspirasi yang merugikan banyak pihak.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Istri Tersangka Korupsi PT Timah Terseret Transfer Uang Rp 10 Miliar ke Istri Bos Smelter

Next Post

Ketum PSI Kaesang Pangarep Ditawai Jadi Menteri?l

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?
Feature

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam
Crime

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah
Economy

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
Next Post
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

Ketum PSI Kaesang Pangarep Ditawai Jadi Menteri?l

Puluhan Advokat Geruduk MPR Minta Pelantikan Gibran Dibatalkan

Puluhan Advokat Geruduk MPR Minta Pelantikan Gibran Dibatalkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist