• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Perlawanan Kaesang: Anak Sayang Bapak “Melanggar Habitus et Consuetudo”

Ali Syarief by Ali Syarief
January 17, 2025
in Feature, Politik
0
Perlawanan Kaesang: Anak Sayang Bapak  “Melanggar Habitus et Consuetudo”

Kaesang Pangarep

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam lanskap politik Indonesia yang seringkali terbungkus narasi santun dan penuh basa-basi, muncul seorang tokoh muda, Kaesang Pangarep, yang memecah kebisuan dengan cara yang amat demonstratif. Mengenakan t-shirt bertuliskan “Anak Mulyono” dan “Putra Finalis Pemimpin Dunia Versi OCCRP,” ia tidak hanya menantang tatanan normatif, tetapi juga menohok semiotika moralitas yang dihayati banyak pihak.

Kaesang, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum sebuah partai, bukanlah sekadar aktor politik, tetapi representasi simbolik dari sebuah sistem nilai. Namun, apa yang ditampilkan lewat pakaian tersebut, ibarat seorang penjudi yang bertepuk dada di meja kekalahan, atau pemabuk yang bersulang di tengah kemabukan dosa-dosanya. Dalam terminologi teologis, tindakan semacam ini adalah glorificatio peccati—kebanggaan atas dosa.

Fenomena ini mengundang pertanyaan: apakah tindakan tersebut pantas dalam konteks moralitas publik dan kapasitasnya sebagai figur politik? Ethos politikon, moralitas dalam politik, adalah landasan yang tak boleh digadaikan. Ketua partai, bagaimanapun, bukan sekadar individu dengan hak berekspresi, melainkan juga persona publica, wajah yang mewakili nilai, harapan, dan kredibilitas partai yang dipimpinnya.

Namun, di tengah kegaduhan ini, kontradiksi besar muncul. T-shirt tersebut seolah menjadi deklarasi ironi. Kata-kata seperti “Putra Finalis Pemimpin Dunia Versi OCCRP” bukan sekadar satire, tetapi sebuah pengakuan yang mengesampingkan gravitas atau keseriusan seorang pemimpin. Dalam norma budaya, tindakan ini menyentuh batas antara subversio (pembalikan) dan provocatio (provokasi) yang menentang kewajaran.

Mengapa ironi ini menjadi begitu penting untuk disorot? Dalam kacamata semiotika, pakaian bukan sekadar kain; ia adalah signifier yang membawa pesan. Pesan Kaesang, dalam konteks ini, memancarkan makna yang ambigu. Apakah ia sedang mengejek kritik yang ditujukan pada keluarganya, atau justru mempertegas realitas bahwa kritik tersebut tak lebih dari sekadar bahan candaan?

Namun, dalam dimensi moralitas yang lebih dalam, tindakan ini melanggar habitus et consuetudo (kebiasaan dan adat). Dalam masyarakat yang memandang pentingnya penghormatan terhadap etika publik, sikap Kaesang menjadi antitesis dari apa yang diharapkan dari seorang pemimpin.

Kaesang, dalam ironi sinisnya, mungkin merasa bahwa ini adalah bentuk ekspresi otentik—expressio sui. Namun, otentisitas tidak dapat dipertahankan tanpa tanggung jawab moral. Libertas sine conscientia (kebebasan tanpa kesadaran moral) adalah bentuk kebebasan yang merusak.

Jika dilihat dari kacamata agama, tindakan ini mendekati dystopia moral, sebuah lanskap nilai di mana dosa bukan lagi sesuatu yang disesali, tetapi dirayakan. Dalam dunia yang penuh kontradiksi, Kaesang mungkin ingin menjadi simbol pemberontakan terhadap kemapanan. Namun, dalam pemberontakan itu, ia justru berisiko menjadi refleksi dari nihilismus moralis—kekosongan moralitas.

Sebagai pemimpin, ada tanggung jawab untuk mencerminkan veritas (kebenaran) dan dignitas (martabat). Namun, dengan langkah ini, Kaesang seolah-olah lebih memilih jalan ludibrium—hiburan tanpa makna, yang mereduksi kepemimpinannya menjadi sekadar tontonan yang kehilangan arah.

Pada akhirnya, t-shirt itu bukan sekadar pakaian. Ia adalah simbol, sebuah perlawanan yang ambigu, yang di satu sisi terlihat jenaka, tetapi di sisi lain mengikis kepercayaan publik pada moralitas politik. Sebuah panggung untuk bertanya: Apakah kepemimpinan telah menjadi sekadar permainan simbol, atau masihkah ada ruang untuk makna di tengah ironi ini?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemimpin Jahat yang Diabadikan dalam Sejarah Manusia – Jokowi Mirip Siapa?

Next Post

8.861 Remaja Putri di Karawang Alami Anemia, Dinkes Gencarkan Program Gres Kece

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
8.861 Remaja Putri di Karawang Alami Anemia, Dinkes Gencarkan Program Gres Kece

8.861 Remaja Putri di Karawang Alami Anemia, Dinkes Gencarkan Program Gres Kece

Pemerintah Akan Segel Pagar Laut Misterius Sepanjang 30 KM di Perairan Tangerang

Mengapa POLRI Tidak Menemukan Unsur Pidana dalam Kasus Pemagaran Laut?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...