• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pesan Keraguan Jokowi Kepada Bangsa Disampaikan Melalui Undang-Undang DKJ

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
June 27, 2024
in Feature, Law, Politik
0
Tanggapan Presiden Jokowi Tentang Rencana PDIP Untuk Beroposisi Lawan Pemerintah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212

Presiden Jokowi tampaknya sangat ambisius dengan proyek Ibu Kota Negara (IKN), namun ironisnya ia tidak berani memastikan kapan ibu kota negara akan resmi pindah. Ketidakpastian ini disampaikan Jokowi melalui kode yang mengindikasikan pesimismenya terhadap IKN.

Pesan ini terselip dalam suratnya kepada bangsa ini, melalui Pasal 63 Undang-Undang No. 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Dalam undang-undang tersebut, Jokowi menyatakan:

“Undang-undang DKJ sah berlaku sejak ditandatangani, 25 April 2024. Namun, ‘mohon maaf’, pada saat undang-undang ini resmi diundangkan, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta tetap berkedudukan sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai dengan penetapan Keputusan Presiden mengenai pemindahan Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.”

Namun, dalam suratnya, Jokowi tidak menyampaikan alasan di balik ketidakpastian ini. Bisa jadi, pemerintah sedang dalam kondisi keuangan yang sulit dan perekonomian tidak tumbuh seperti yang diharapkan. Selain itu, ratusan calon investor asing yang pernah dijanjikan ternyata tidak serius. Dampaknya, kebohongan Jokowi semakin banyak di hadapan bangsa ini.

Tetapi, Jokowi tetap nekat. Ia bahkan mengumumkan secara prematur bahwa dirinya akan melaksanakan upacara peringatan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus 2024 di Ibu Kota IKN di Kalimantan Timur dan mengajak Prabowo Subianto. Pengumuman ini dibuat pada 11 Juni 2024. Kata Jokowi:

“Ini masa transisi dari Jakarta menuju ke IKN Nusantara agar ada perjalanan menuju pindahnya itu kelihatannya. Jadi di sini tetap dilakukan, di sana tetap dilakukan.”

Entah apa maksudnya, mengingat istana yang belum jadi, gedung-gedung perkantoran pemerintah yang belum terbangun, serta program yang tidak jelas baik dari sisi anggaran maupun perencanaan. Jokowi memang nekat dan semakin agresif menjelang akhir masa jabatannya pada 20 Oktober 2024. Apakah ini tanda-tanda power syndrome?

Lebih parahnya lagi, Jokowi mengangkat anak kandungnya, Gibran, melalui nepotisme untuk memimpin aglomerasi Jabodetabekjur merujuk UU DKJ. Aglomerasi ini mencakup kawasan metropolitan yang terdiri dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur. Kenapa tidak sementara dipegang oleh Mendagri?

Pertanyaan selanjutnya adalah, di mana nanti akan diadakan serah terima jabatan dari Jokowi kepada Presiden terpilih hasil pemilu Februari 2024? Apakah juga di IKN yang belum selesai pada 20 Oktober 2024?

Jika semua yang belum nyata dari hasil sepak terjang Jokowi selama ia berkuasa tidak memberikan kesejahteraan bagi rakyat, sungguh ini akan sangat merugikan dan merupakan pemborosan uang negara. Namun, mengapa DPR RI diam saja?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kerugian Negara Sedang Dihitung, Menjadi Alasan KPK Tak Menahan Sekjen DPR

Next Post

Jegal Sohibul Iman PKB Tertarik Koalisi Bareng PDIP Usung Anies di Pilgub Jakarta

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial
Feature

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026
Feature

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Next Post
PKS Kecewa Dengan Anies dan Lirik Kader Sendiri Sohibul Iman Sebagai Cagub Jakarta

Jegal Sohibul Iman PKB Tertarik Koalisi Bareng PDIP Usung Anies di Pilgub Jakarta

Kejati Jabar : Berkas Perkara Pegi Setiawan Belum Lengkap

Kejati Jabar : Berkas Perkara Pegi Setiawan Belum Lengkap

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...