• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pesona Keajaiban Surat Wasiat Semar

fusilat by fusilat
April 29, 2022
in Feature
0
Pesona Keajaiban Surat Wasiat Semar

Jaya Suprana (kompas)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

SATU dari sekian banyak teka-teki matematikal yang saya kagumi adalah pesona keajaiban surat wasiat Semar kepada Gareng, Petruk dan Bagong terkisah di dalam buku Cangkriman Punakawan yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Alkisah ketika masih hidup, Semar membuat surat wasiat yang dilegalkan oleh Notaris Togog.

Semar mewariskan 17 ekor sapi yang separuhnya diberikan ke Gareng sebagai putera sulung Semar lalu sepertiga diwariskan ke Petruk. Sementara si bungsu Bagong harus ikhlas menerima sepersembilan dari 17 sapi yang diwariskan oleh Semar kepada tiga anaknya. Warisan Semar dilengkapi syarat mutlak keras tegas bahwa 17 sapi itu tidak boleh disembelih. Jika disembelih, maka warisan batal di mana para ahli waris Semar tidak memperoleh secuil sapi pun.

Setelah Semar wafat, maka ketiga putra Semar menghadap Notaris Togog. Di hadapan ketiga putra Semar, surat wasiat almarhum Semar dibacakan oleh Notaris Togog. Setelah kaget mendengar isi surat wasiat yang tergolong mission impossible itu, ketiga anak Semar serempak menuduh Togog telah mengubah isi surat wasiat tersebut agar tiga anak Semar tidak memperoleh secuil sapi pun. Sebab berdasar logika aritmatikal sederhana saja mustahil 17 sapi bisa dibagi 2 atau 3 apalagi 9, apalagi tanpa disembelih. Gareng Petruk Bagong bersatu untuk mempolisikan Togog atas dugaan sengaja memustahilkan pewujudan surat wasiat Semar menjadi kenyataan agar akhirnya 17 sapi itu menjadi milik Togog seorang diri.

Sebagai doktor hukum alumni Universitas Swargaloka yang tersohor taat hukum, Prof DR Togog tentu saja merasa tersinggung akibat tuduhan tiga anak Semar! Langsung Notaris Togog memberikan solusi kongkret dengan menambahkan seekor sapi milik dirinya sendiri ke 17 sapi warisan Semar lalu membagi 18 sapi sesuai kehendak Semar kepada masing-masing Gareng 1/2 , Petruk 1/3 dan Bagong 1/9. Bukan sulap bukan sihir tetapi ajaib ternyata 17+1=18 sapi dibagi dua sebagai hak Gareng adalah sembilan sapi.

Sementara Petruk menerima sepertiga dari 18 sama dengan enam sapi dan Bagong ikhlas menerima sepersembilan dari 18 sama dengan cukup dua ekor sapi saja. Bukan sihir bukan sulap tapi ajaib ternyata 2 + 6 + 9 sama sekali bukan delapan belas, tetapi hanya tujuh belas. Berarti seekor sapi yang dipinjamkan oleh Togog agar jumlah sapi menjadi 18 dapat dikembalikan ke Togog tanpa sedikit pun mengurangi hak tiga anak Semar atas warisan Semar dengan pembagian prosentasi sesuai surat wasiat Semar.

Insya Allah, saya tidak keliru hitung. Mohon dimaafkan oleh para ilmuwan matematika apalagi metamatematika yang menganggap kisah keajaiban pesona warisan Semar sebagai biasa-biasa saja maka sama sekali tidak ajaib sehingga tidak layak dikagumi. Saya tetap tidak mampu berhenti merasa kagum atas kejeniusan metamatematikal Togog menyelamatkan diri dari jebakan Batman di dalam surat wasiat Semar yang siap mencemarkan nama baik diri Togog menjadi notaris rakus mau menyaplok dengan memustahilkan pewujudan surat wasiat Semar yang semula memang terkesan mustahil diwujudkan! Akibat Togog memang secara metafisikal semula adalah dewa Antaga sebagai saudara kandung dewa Ismaya yang kemudian menjadi Semar maka adalah wajar bahwa Togog sebagai seorang dewa penyandang gelar doktor hukum sekaligus juga mahir bermain dengan logika metamatematikal sehingga gagal dipermalukan oleh surat wasiat Semar.

Dikutip dari Kompas.com, Kamis 28 April 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Adzan and False Rhythm

Next Post

Inilah Ramalan Bill Gates 1994 yang Jadi Kenyataan

fusilat

fusilat

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Inilah Ramalan Bill Gates 1994 yang Jadi Kenyataan

Inilah Ramalan Bill Gates 1994 yang Jadi Kenyataan

Polri Deteksi 23 Pintu Tol Rawan Macet Selama Arus Mudik Lebaran 2022

Mudik, Inilah Wisata Silaturahim yang Bernilai Rp 8.000 T

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist