• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pikiran Progresif Wilson Lalengke Tentang Jurnalisme Digital

Ali Syarief by Ali Syarief
August 23, 2024
in Feature, Komunitas
0
Pikiran Progresif Wilson Lalengke Tentang Jurnalisme Digital
Share on FacebookShare on Twitter

Di era informasi yang semakin maju ini, jurnalisme tidak lagi eksklusif bagi mereka yang memiliki akses ke mesin cetak atau lisensi dari pemerintah. Dunia digital telah membuka peluang yang lebih luas, memungkinkan setiap individu menjadi sumber informasi dan opini. Wilson Lalengke, seorang tokoh yang dikenal dengan pemikirannya yang progresif, memberikan kritik tajam terhadap media konvensional seperti Kompas dan lembaga seperti Dewan Pers, yang dianggapnya gagal beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Media Konvensional yang Terjebak di Masa Lalu

Lalengke menyebut pola pikir Kompas sebagai sesuatu yang “jadul”—terjebak dalam dunia pers cetak yang sudah usang. Bagi Lalengke, media ini seolah tidak menyadari bahwa dunia telah bergerak menuju era digital, di mana jurnalisme warga (citizen journalism) telah berkembang pesat. Dalam pandangannya, Kompas masih beroperasi seolah-olah mereka hidup di masa lalu, ketika kontrol terhadap informasi masih bisa dikendalikan oleh segelintir elit. Jurnalisme warga, yang memberikan kekuasaan kepada masyarakat untuk menyampaikan informasi dan opini mereka, dipandang Lalengke sebagai masa depan jurnalisme yang lebih demokratis.

Dewan Pers: Pengawas atau Penekan?

Kritik Lalengke juga menyentuh Dewan Pers, yang menurutnya lebih banyak berperan sebagai penekan daripada pelindung kebebasan berekspresi. Ia menilai, Dewan Pers telah lama mengebiri hak rakyat untuk bersuara, sehingga menciptakan masyarakat yang inferior terhadap penguasa, aparat, dan orang kaya. Ini adalah kritik serius terhadap lembaga yang seharusnya berfungsi sebagai penjaga independensi pers dan kebebasan berekspresi. Menurut Lalengke, keberadaan Dewan Pers dan media seperti Kompas justru memperkuat dominasi elit dan melemahkan suara rakyat.

Usulan Pembatasan Media: Langkah Mundur?

Salah satu kritik paling tajam dari Lalengke adalah terhadap usulan Kompas dan Dewan Pers untuk membatasi lahirnya perusahaan-perusahaan media baru. Bagi Lalengke, ini adalah pemikiran yang melawan zaman, sebuah langkah mundur yang mencoba melawan arus perubahan. Di era di mana informasi seharusnya lebih mudah diakses dan disebarkan, pembatasan seperti ini hanya akan membatasi kebebasan dan inovasi dalam dunia jurnalisme.

Tanggung Jawab Moral: Korupsi dan Nepotisme

Lalengke juga tidak segan-segan menuduh Kompas sebagai penyemai bibit korupsi dan nepotisme (KKN). Ia mengangkat kasus-kasus korupsi yang melibatkan wartawan Kompas, menegaskan bahwa ini bukan hanya masalah individu, tetapi juga tanggung jawab moral dari media dan lembaga yang membina mereka. Tuduhan ini memperlihatkan kekecewaan Lalengke terhadap institusi yang seharusnya menjadi teladan dalam menjaga integritas dan transparansi.

 Bisnis dan Ruang Publik

Lalengke mencurigai bahwa di balik usulan pembatasan media baru, ada kepentingan bisnis yang menggerakkan Kompas. Ia menyebut bahwa mungkin karena usaha perhotelan Kompas mulai lesu, mereka ingin mengakuisisi kembali ruang publikasi yang seharusnya dimiliki oleh rakyat. Ini adalah tuduhan serius yang menunjukkan bahwa Lalengke melihat adanya upaya dari media besar untuk mengontrol kembali narasi publik demi kepentingan mereka sendiri.

 Masa Depan Jurnalisme: Era Digital dan AI

Pada akhirnya, Lalengke menyadari bahwa masa depan jurnalisme tidak akan ditentukan oleh media konvensional yang terjebak di masa lalu. Era digital, dengan semua inovasi teknologinya, termasuk jurnalisme berbasis AI, akan segera mendominasi dunia publikasi. Bagi Lalengke, ini adalah sesuatu yang tak terelakkan—media harus segera beradaptasi atau mereka akan tertinggal dan hilang dari peredaran.

Kesimpulan

Pikiran progresif Wilson Lalengke tentang jurnalisme digital adalah panggilan untuk perubahan. Ia menuntut media dan lembaga seperti Dewan Pers untuk melepaskan pola pikir lama yang tidak relevan di era digital ini. Lalengke mengingatkan bahwa jurnalisme harus berkembang seiring dengan masyarakatnya, dan bahwa era baru yang lebih demokratis dan inklusif sedang menunggu di depan mata.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Blunder Akut dalam Strategi Publik Opini: Bahlil Membingkai Jokowi Sebagai Raja Jawa

Next Post

Gerindra Tunjuk Taj Yasin Gantikan Kaesang di Pilgub Jateng

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh
Feature

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026
Feature

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Next Post
Gerindra Tunjuk Taj Yasin Gantikan Kaesang di Pilgub Jateng

Gerindra Tunjuk Taj Yasin Gantikan Kaesang di Pilgub Jateng

Ketika Naik Tanpa Usaha: Anak-anak Jokowi Berisiko Turun Tanpa Kehormatan

Ketika Naik Tanpa Usaha: Anak-anak Jokowi Berisiko Turun Tanpa Kehormatan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist