• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Potret Nasib Anak Bangsa ada di APBN 2023

fusilat by fusilat
August 17, 2022
in Feature
0
Potret Nasib Anak Bangsa ada di APBN 2023
Share on FacebookShare on Twitter

Ini ungkapan penting yang ingin saya bahas disini; “di era serba maju, Indonesia harus mampu memanfaatkan bonus demografi dan siap menghadapi disrupsi teknologi. Kita harus menyiapkan SDM yang produktif, inovatif, dan berdaya saing global dengan tetap mengamalkan nilai-nilai Pancasila, berakhlak mulia, dan menjaga jati diri budaya bangsa,” Jokowi pada pidato RAPBN 2023, 16 agustus 2022.

Artinya adalah, bahwa penduduk yang banyak, merupakan kekuatan negara (advantage), bukan menjadi beban. Seperti Amerika atau China saat ini.

Seterusnya, kita harus menduga bahwa kemudian menjadi focus pada APBN 2023, yaitu harus tercermin pada angka-angka yang dialokasikan untuk, paling tidak, dua sector yang terpenting; Pendidikan dan Kesehatan.

Dalam setiap APBN, Anggaran untuk Pendidikan, harus merujuk kepada amanat konstitusi, yaitu 30% dari total anggaran.  Belanja negara sepanjang tahun depan akan diprioritaskan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pemerintah menyiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp 608,3 triliun.

Catatan, Malaysia belanja Pendidikannya hanya 15.6% dari total anggaran negaranya pd tahun 2021, tetapi itu 3 kali lipat lebih besar dari Indonesia.

Sementara alokasi anggaran di sector Kesehatan, direncanakan sebesar Rp 169,8 triliun atau 5,6 persen dari belanja negara. Dimaksudkan, bahwa percepatan penurunan stunting dilakukan melalui perluasan cakupan program kesehatan ke seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Sinergi berbagai institusi perlu diperkuat untuk menurunkan angka stunting. 

Sebagai pembanding, Belanja Kesehatan Malaysia, 2022, sebesar Rp 4.2 juta/orang, sedagkan Indonesia, sekitar Rp. 628.000/orang.

Alasan dalam pengembangan SDM itu, dasarnya pada sector Pendidikan dan Kesehatan adalah,  bahwa tingkat Kesehatan manusia yang tinggi, itu artinya berkorelasi memberi peluang untuk membangun SDM yang handal, junto bila sector Pendidikan tersebut berhasil meningkat kualitas dan produktifiasnya. Situasi inilah yang kemudian akan mewujudkan apa yang disebut Jokowi sebagai bonus demografi itu, yang paga gilirannya akan memincu meningkatnya GDP. Efek dominonya, meningkatkan Income per capita, lalu kemudian menjadi pertumbuhan ekonomi yang baik, sebagai dasar awal dari meningkatnya kesejahteraan itu.

Memang, sulit untuk membelanjakan Anggaran Negara yang ada, bila  terfocus kepada dua bidang tersebut, karena sector lain pun harus menjadi perhatian, seperti infrastuktur, saat kemampuan negara makin berat. Tetapi komitment itu, sejatinya harus menjadi kewajiban setiap regime, karena kalimat pusaka “mencerdaskan kehidupan bangsa” itu adalah ibarat surat alfatihah dalam sholat. Harus real tercermin di mata-mata anggaran APBN.

Harus di catat, negara-negara maju dalam bidang high tech, justru unggul pula dalam bidang pertaniannya.

Selanjutnya, kata Jokowi, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat investasi di bidang pendidikan. Misalnya, mendukung perluasan program beasiswa, pemajuan kebudayaan, penguatan perguruan tinggi kelas dunia, dan pengembangan riset dan inovasi.

Suporting lainnya, adalah persoalan konsumsi masyarakat. Ini sector pertanian dan periknan. Ia harus berorientansi dapat melahirkan manusia yang unggul, karena asupan yang berkualitas; protein, karbo. Mineral, dll. Jadi membuka lahan untuk pakan ternak saja, itu harus merasa lebih penting daripada menyediakan lahan untuk kebun kelapa sawit. Mengapa demikian? Coba kita tengok angka kosumsi daging kita, itu terkecil se ASEAN. Padahal apa yang susah, bisa memelihara Sapi, Kambing, ayam dlsb? Ahlinya banyak, skill Peternaknya tinggi, bibit tersedia, tapi pakan untuk mereka masih import. Mirip dengan manusia, untuk bisa makan Tahu dan Tempe saja, sudah menjadi budaya kita, 80% bahan bakunya masih import.

Jadi mindset kemajuan suatu negara, bukan pada infrastuktur, tetapi pada kulitas sumber daya manusianya. Kita deklrasi sebagai negara agraris, tetapi bawang putih, cabe rawit, buah-buahan, masih tetap import dalam jumlah yang sangat besar. Gula di jaman Belanda penge-eskpor terbesar Dunia, setelah Kuba. Kini pengimport terbesar Dunia.

Sementara itu, anggaran perlindungan sosial dialokasikan sebesar Rp 479,1 triliun. Anggaran ini dialokasikan untuk membantu masyarakat miskin dan rentan memenuhi kebutuhan dasarnya. Jokowi menargerkan, dalam jangka panjang, perlindungan sosial bisa turut memotong rantai kemiskinan.

Upaya peningkatan kualitas SDM Indonesia ditekankan pada lima hal. Di antaranya, peningkatan akses pendidikan pada seluruh jenjang pendidikan, peningkatan kualitas sarana prasarana penunjang
kegiatan pendidikan–terutama di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T)–serta penguatan link and match dengan pasar kerja. Kemudian, pemerataan kualitas pendidikan serta penguatan kualitas layanan PAUD.

Selanjutnya, kata Jokowi, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat investasi di bidang pendidikan. Misalnya, mendukung perluasan program beasiswa, pemajuan kebudayaan, penguatan perguruan tinggi kelas dunia, dan pengembangan riset dan inovasi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tidak Bisa Mati, Anugerah atau Kutukan?

Next Post

UE Pelajari Tanggapan Iran Tentang Usulan Teks Pemulihan JCPOA.

fusilat

fusilat

Related Posts

Di Balik Ketakutan Jokowi: Ijazah, Aktivis, dan Ancaman Konsensus Nasional
Crime

Ijazah Telah Mengangkat Jokowi hingga Jadi Presiden, Sekaligus Telah Menghancurkan Dirinya

August 2, 2026
Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu
Feature

Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

August 2, 2026
Streisand Effect: Ketika Sensor Negara Justru Membesarkan Informasi
Birokrasi

Streisand Effect: Ketika Sensor Negara Justru Membesarkan Informasi

August 2, 2026
Next Post
UE Pelajari Tanggapan Iran Tentang Usulan Teks Pemulihan JCPOA.

UE Pelajari Tanggapan Iran Tentang Usulan Teks Pemulihan JCPOA.

Indonesia Raya

Indonesia Raya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Di Balik Ketakutan Jokowi: Ijazah, Aktivis, dan Ancaman Konsensus Nasional

Ijazah Telah Mengangkat Jokowi hingga Jadi Presiden, Sekaligus Telah Menghancurkan Dirinya

August 2, 2026
Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

August 2, 2026
Streisand Effect: Ketika Sensor Negara Justru Membesarkan Informasi

Streisand Effect: Ketika Sensor Negara Justru Membesarkan Informasi

August 2, 2026
Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

August 2, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Sulit Mempertahankan Rezim Prabowo – No Hope

August 2, 2026
Di bangun Pagar Baru Mal-Mal Jakarta – Antisipasi Apa?

Di bangun Pagar Baru Mal-Mal Jakarta – Antisipasi Apa?

August 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Di Balik Ketakutan Jokowi: Ijazah, Aktivis, dan Ancaman Konsensus Nasional

Ijazah Telah Mengangkat Jokowi hingga Jadi Presiden, Sekaligus Telah Menghancurkan Dirinya

August 2, 2026
Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

August 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist