Situasi politik Indonesia saat ini juga masih sangat dinamis, meskipun sejumlah partai politik sudah menyatakan sikapnya untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Karenanya, pengusung Ganjar masih terbuka kepada partai politik lain yang ingin bergabung.
Jakarta – Fusilatnews – Koalisi PDIP masih membuka pintu seluas-luasnya bagi yang ingin bergabung. Termasuk kepada Partai Demokrat yang saat ini masih “menjomblo” usai keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono menawarkan kepada Partai Demokrat untuk bergabung dengan Koalisi PDIP dengan syarat memberikan dukungan penuh kepada Bakal calon presiden Ganjar Pranowo
Koalisi PDIP masih membuka pintu seluas-luasnya bagi yang ingin bergabung. Termasuk kepada Partai Demokrat yang saat ini masih “menjomblo” usai keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Tetapi PPP mengingatkan kepada Partai Demokrat soal komitmen jika ingin bergabung dalam kerja sama politiknya. Terutama komitmen untuk memenangkan Ganjar Pranowo pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
“Cuman satu hal yang dipersyaratkan adalah memiliki komitmen ya, bahwa tujuan dari bergabung ini adalah untuk memenangkan ya calon yang sudah kita tentukan dan kemudian ke depan adalah bersama-sama untuk membangun bangsa ini, untuk mensejahterakan rakyat,” ujar Mardiono di Kantor Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar, Jakarta, Rabu (13/9)
Situasi politik Indonesia saat ini juga masih sangat dinamis, meskipun sejumlah partai politik sudah menyatakan sikapnya untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Karenanya, pengusung Ganjar masih terbuka kepada partai politik lain yang ingin bergabung.
Manakala nanti pacarannya putus ya, manakala, itu masih bisa saja sebelum janur kuning, sekali lagi ditentukan di pelaminan. Jadi ini masih dinamis, tetapi kami terbuka, jadi tidak menutup kemungkinan juga ada nanti akan bergabung bersama dengan keempat partai politik ini,” ujar Mardiono.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto juga mengatakan saat ini sudah terjalin komunikasi yang cair dengan Partai Demokrat. Namun untuk mencapai kesepakatan kerja sama, masih harus berunding lebih insentif lagi
“Kami juga memberikan penjelasan, bekerja sama dengan PDI Perjuangan, Pak Ganjar Pranowo bukan ingin berkuasa, tetapi tuanku adalah rakyat, jadi berbeda dengan yang di sana,” ujar Hasto.
“Jadi ini yang mendasari, sehingga komitmen terhadap bangsa dan negara ini harus dikedepankan. Dan kami percaya Demokrat juga mengedepankan hal itu,” katanya melanjutkan.
Komunikasi antara PDIP dengan Partai Demokrat sudah terjalin dalam tiga tahap. Pertama, antara Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Kedua adalah komunikasinya dengan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya. Terakhir adalah komunikasi antara kedua partai politik di DPR.
“Ini merupakan hal yang positif, kerja sama itu merupakan bagian dari dedikasi bagi bangsa dan negara. Sehingga ketika nantinya misalnya ada jodoh itu akan sama-sama memperkuat,” ujar Hasto.























