• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo & Keledai

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 18, 2025
in Feature, Pojok KSP, Tokoh/Figur
0
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Bahkan seekor Keledai pun tak mau terantuk dua kali pada batu yang sama. Prabowo Subianto sudah barang tentu lebih cerdas daripada Keledai. Akan tetapi, mengapa Presiden RI itu mau terantuk dua kali pada batu yang sama?

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat baru-baru ini, salah satunya dipicu oleh alih fungsi hutan menjadi kebun kelapa sawit. Kini, mengapa Prabowo justru mewacanakan ekspansi kebun kelapa sawit ke Pulau Papua?

Tujuannya, konon, demi kemandirian energi supaya Indonesia tidak impor minyak lagi. Kelapa sawit menghasilkan minyak nabati yang bisa diproses menjadi etanol untuk bahan bakar minyak (BBM).

Apakah Prabowo tidak belajar dari bencana alam yang melanda Pulau Sumatera yang telah merenggut ribuan nyawa manusia tak berdosa?

Apakah Prabowo mau menjadikan Pulau Papua seperti Pulau Sumatera yang mudah diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor?

Benteng Terakhir

Pulau Papua adalah benteng ekologis terakhir Indonesia dengan fungsi hidrologis yang sangat vital. Papua dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan hutan dan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.

Saat ini, di Pulau Papua pun sudah ada kebun kelapa sawit. Jika Prabowo mewacanakan untuk membuka kebun kelapa sawit baru di Bumi Cendrawasih, bagaimana nasib rakyat Papua ke depannya?

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, seperti dilansir sebuah media, Pulau Papua menunjukkan variasi luasan kebun sawit yang cukup signifikan antardaerah otonom baru (DOB), mulai dari Papua Selatan dengan luasan terbesar hingga Papua Pegunungan yang tercatat belum memiliki perkebunan kelapa sawit.

Papua Selatan tercatat sebagai provinsi dengan luasan perkebunan kelapa sawit terbesar di Pulau Papua, yakni mencapai 97,77 hektare.

Papua Barat mencatat luasan perkebunan kelapa sawit sebesar 48,33 hektare, disusul Papua Barat Daya dengan 38,42 hektare. Kedua wilayah ini sejak lama dikenal sebagai pintu masuk awal pengembangan perkebunan skala besar di Pulau Papua.

Untuk Provinsi Papua, luasan perkebunan kelapa sawit mencapai 42,17 hektare. Adapun Papua Tengah tercatat memiliki luasan perkebunan kelapa sawit yang relatif kecil, yakni 9,37 hektare. Kondisi geografis yang didominasi wilayah pegunungan dan tantangan akses menjadi salah satu faktor yang membatasi pengembangan perkebunan sawit di provinsi ini.

Papua Pegunungan tercatat memiliki luasan perkebunan kelapa sawit 0,00 hektare. Hal ini menunjukkan bahwa hingga 2024 belum terdapat aktivitas perkebunan kelapa sawit yang tercatat secara statistik di wilayah tersebut.

Pembukaan kebun kelapa sawit baru di Pulau Papua merupakan ancaman terhadap hak adat masyarakat Papua, kelestarian hutan adat, ketahanan pangan lokal, dan keberlanjutan lingkungan.

Pembukaan kebun kelapa sawit baru di Pulau Papua juga akan memicu konflik agraria, mempercepat kerusakan hutan, dan menghancurkan sistem pangan lokal yang selama ini bertumpu pada sagu, serta hasil hutan lainnya.

Dan, ini yang jauh lebih berbahaya: bencana banjir bandang dan tanah longsor seperti yang terjadi di Pulau Sumatera!

Tentu, Prabowo dan kita semua tak mau kalah dengan Keledai.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sirathal Mustaqim dan Optimisme Orang yang Memahami Rahmat

Next Post

EKOSIDA: KEJAHATAN BESAR YANG DIBIARKAN, KORPORASI YANG DILINDUNGI

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang
Feature

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut
Crime

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Next Post

EKOSIDA: KEJAHATAN BESAR YANG DIBIARKAN, KORPORASI YANG DILINDUNGI

KEHORMATAN YANG DIKHIANATI, TANGGUNG JAWAB YANG DIPERDAGANGKAN

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...