Pemikiran Prabowo Subianto tentang pembentukan “Presiden Club” tampaknya berbeda dengan apa yang diusulkan oleh Rocky Gerung. Meskipun keduanya memiliki tujuan untuk membuka forum komunikasi, prinsip di balik gagasan mereka sangatlah berbeda.
Prabowo mengusulkan pembentukan “Presiden Club” sebagai suatu wadah bagi para mantan presiden untuk berkumpul dan berdiskusi tentang masalah-masalah strategis kebangsaan. Menurut Dahnil Anzar Simanjuntak, Juru Bicara Menhan, gagasan ini bertujuan untuk menjaga kebersamaan dan silaturahmi antara mantan presiden, serta memberikan contoh bagi seluruh bangsa.
Namun, dalam pandangan Rocky Gerung, “Presiden Club” seharusnya menjadi suatu forum pertemuan antara presiden dengan berbagai kelompok masyarakat, seperti mahasiswa, cendikiawan, ulama/pendeta, dan profesional. Ide ini dimaksudkan sebagai cara untuk memahami persoalan-persoalan mendasar dalam masyarakat secara lebih langsung, dengan harapan dapat mengurangi tingkat oposisi yang bringas.
Pada akhirnya, baik Prabowo maupun Gerung memiliki tujuan untuk membuka forum komunikasi yang lebih luas. Namun, prinsip di balik gagasan mereka sangatlah berbeda. Prabowo lebih menekankan pada hubungan antarpresiden, sementara Gerung melihat “Presiden Club” sebagai alat untuk mendekatkan pemimpin dengan masyarakat secara lebih langsung.
Dukungan dari Partai Demokrat dan PDIP terhadap ide Prabowo menunjukkan bahwa pembentukan “Presiden Club” memiliki potensi untuk menjadi suatu inisiatif yang penting dalam politik Indonesia. Namun, bagaimana nantinya gagasan ini akan direalisasikan dan sejauh mana akan memberikan dampak positif bagi bangsa masih menjadi pertanyaan yang perlu dijawab.
Meskipun terdapat perbedaan pendekatan dalam kedua gagasan ini, dukungan dari Partai Demokrat dan PDIP menunjukkan bahwa pembentukan “Presiden Club” memiliki potensi untuk menjadi suatu inisiatif yang penting dalam politik Indonesia. Bagaimanapun, keberhasilan dan dampak dari gagasan ini masih harus diuji melalui implementasi yang tepat dan responsif terhadap dinamika sosial dan politik yang ada. Sebagai bangsa yang tengah menghadapi berbagai tantangan, pembukaan dialog yang lebih inklusif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dapat menjadi langkah penting dalam membangun kestabilan politik dan kesejahteraan bersama.
Dalam catatan saya, mantan-mantan Presiden tersebut, dari aspek umur mereka adalah sudah masuk dalam katogori senior. Aktifitas, sudah mulai berkurang. Karena itu update terhadap masalah current issue pun, tidak mutakhir lagi. Jadi jika mereka bertemu, maka akan menjadi forum curhat-curhatan.






















