• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Presiden yang Keliru: Ketika Kepemimpinan Tanpa Pertimbangan Matang Mengancam Stabilitas

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
October 31, 2024
in Feature, Politik
0
Pelanggaran Hukum Aktif dan Pasif: Mengingatkan Presiden Prabowo dalam Kasus ‘FufuFafa’
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Damai Hari Lubis – Aktifis Mujahid 212

Dalam politik, kesalahan bisa berarti krisis, dan krisis bisa menghancurkan sebuah bangsa. Memahami kegagalan kepemimpinan yang tidak berdasar pada pertimbangan matang adalah langkah pertama untuk menghindari pengulangan sejarah yang kelam. Mari kita menyoroti bagaimana keputusan yang terburu-buru, tanpa perhitungan, dan tanpa dukungan konsultasi ahli telah membawa dampak besar dalam kepemimpinan dunia—contoh utamanya adalah George W. Bush dan serangan ke Irak, dan, di Indonesia, Presiden Jokowi.

Judul “Presiden yang Keliru” bukanlah sekadar satire atau ejekan, melainkan sebuah refleksi dari pola kepemimpinan yang tampak kurang perhitungan. Seperti yang terlihat pada keputusan Bush untuk menyerang Irak pada 2003, dunia menyaksikan betapa negara itu hancur berkeping-keping karena keputusan yang terlalu gegabah, mengabaikan berbagai nasihat ahli, termasuk dari kalangan kepala negara di seluruh dunia. Meskipun diberi peringatan berkali-kali bahwa serangan itu akan memicu ketidakstabilan di Timur Tengah, Bush tetap maju dengan keyakinan yang buta dan mengabaikan prediksi serta saran yang diberikan kepadanya.

Di Indonesia, Presiden Jokowi tampaknya juga menunjukkan pola yang mirip dalam hal ketidakkonsistenan dan kurangnya perhitungan. Dalam beberapa kesempatan, Jokowi membuat janji yang terdengar tegas—misalnya, komitmennya untuk menghentikan impor pangan atau utang luar negeri—namun kenyataannya berbanding terbalik dengan janji tersebut. Ketika keputusan-keputusan penting diambil dengan dasar yang kurang matang atau bahkan tanpa konsultasi dari para ahli di bidangnya, sebuah negara tidak hanya mempertaruhkan stabilitas ekonominya tetapi juga masa depan generasi berikutnya.

Apakah pola seperti ini mencerminkan ketidaktahuan atau sesuatu yang lebih dalam, seperti kegagalan memahami konteks dan dampak jangka panjang? Ada beberapa kemungkinan:

  1. Manajemen dan Estimasi Politik yang Buruk
    Keputusan yang keliru sering kali berakar pada perhitungan yang salah atau buruknya estimasi dalam memprediksi akibatnya. Ketika seorang pemimpin tidak mempertimbangkan berbagai skenario atau dampak jangka panjang, hasilnya adalah kebijakan yang mungkin tampak efektif dalam jangka pendek namun menghancurkan dalam jangka panjang.

  2. Kurangnya Konsultasi dengan Ahli
    Seorang pemimpin yang mengabaikan pendapat para ahli, atau yang dikelilingi oleh staf yang tidak kompeten, berisiko tinggi membuat keputusan yang berdampak negatif bagi masyarakat. Keputusan Bush untuk menyerang Irak merupakan contoh nyata dari pemimpin yang menutup diri dari saran-saran yang berharga. Jokowi pun, dalam beberapa kebijakan domestiknya, kerap kali tampak tidak konsisten, terutama dalam aspek ekonomi dan tata kelola sumber daya alam.

  3. Kesalahan dalam Manajemen Risiko
    Pemimpin yang bijaksana harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko dengan hati-hati. Ketika perhitungan risiko dilakukan dengan sembrono atau bahkan diabaikan, maka keputusan yang diambil berisiko besar. Kecenderungan untuk “jalan terus” tanpa pemikiran panjang dan matang dapat menciptakan krisis yang sesungguhnya bisa dihindari.

  4. Pemahaman yang Terbatas akan Dampak Jangka Panjang
    Kegagalan memahami dampak jangka panjang adalah tanda dari kelemahan dalam kepemimpinan strategis. Pola pikir yang hanya berfokus pada hasil instan dan popularitas jangka pendek sering kali mengabaikan konsekuensi yang jauh lebih luas.

Maka, dalam konteks ini, istilah “idiot” merujuk bukan kepada hinaan, melainkan sebuah gambaran tentang betapa buruknya dampak yang dihasilkan oleh seorang pemimpin yang gagal memahami situasi dengan matang. Analogi yang kita gunakan tentang tahap-tahap perkembangan mental memberikan gambaran yang jelas: seorang presiden tidak boleh hanya mengambil keputusan berdasarkan “feeling” atau tanpa landasan pengetahuan dan pertimbangan yang kuat.

Kesimpulan: Belajar dari Kegagalan Kepemimpinan Tanpa Perhitungan Matang
Presiden, baik di tingkat global maupun nasional, bertanggung jawab atas nasib jutaan orang. Ketika keputusan yang diambil tidak berdasarkan pemikiran yang matang, dampaknya bisa sangat merusak dan membawa negara ke jurang kehancuran. Kepemimpinan bukanlah sekadar posisi; itu adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh perhitungan, kecerdasan, dan kepekaan terhadap masa depan bangsa.

Dari Bush hingga Jokowi, kita belajar bahwa setiap keputusan politik memiliki konsekuensi besar. Sifat gegabah dalam kepemimpinan hanyalah jalan menuju kehancuran. Kepemimpinan yang baik membutuhkan akal sehat, kebijaksanaan, dan keberanian untuk mendengarkan para ahli yang benar-benar paham di bidangnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Akhir 2024 Pemerintah Berencana Lakukan Uji coba Makan Siang Gratis di 100 Titik

Next Post

Menangkap Tom Lembong – Antara Strategi Menggalang Kekuatan atau Meredam Lawan Politik?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Sepanjang Kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin. Belasan  Jaksa Dipecat Karena Terlibat Korupsi

Menangkap Tom Lembong – Antara Strategi Menggalang Kekuatan atau Meredam Lawan Politik?

Peran Tom Lembong di Kasus Korupsi Impor Gula yang Rugikan Negara Rp400 M Diungkap Kejagung

Menyoal Status Tersangka Tom Lembong: Penegakan Hukum atau Politisasi?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist