Sampai bulan Mei 2024 Prof Salim Said merupakan sedikit jurnalis tersisa yang terlibat dalam peliputan tragedi bersejarah Gerakan 30 September 1965/Partai Komunis Indonesia (G3S/PKI)
Innalillahi wainnailihi rojiun. Telah berpulang jurnalis senior, Guru Besar Universitas Pertahanan, mantan Diplomat Prof Salim Said di RS UP Cipto Mangjnkusumo Jakarta. Sabtu 18 Mei 2024 jam
Prof Salim Said merupakan sedikit jurnalis yang terlibat dalam peliputan tragedi bersejarah Gerakan 30 September 1965/Partai Komunis Indonesia (G3S/PKI)
Prof. Salim Haji Said, Ph.D. lahir 10 November 1943 berpulang ke rahmatullah 18 Mei 2024) seorang akademisi asal Indonesia keturunan Bugis, Sulawesi Selatan. Alumni Universitas Indonesia dan Ohio State University
Pada era kepemimpinan Presiden SBY menjabat Duta Besar RI untuk Republik Cecko. Beliau juga satu diantara beberapa tokoh jurnalis yang mendirikan Majalah Tempo.
Beliau seorang Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan, seorang penulis yang aktif menulis artikel fi berbagai surat kabar terkemuka, juga aktif merilis buku,
Salim Haji Said lahir di sebuah desa bernama Amparita, sebuah wilayah yang pada saat masa Hindia Belanda merupakan bagian dari Afdeling Parepare (saat ini menjadi bagian dari Kabupaten Sidenreng Rappang).
Beliau juga mengikuti pendidikan di Akademi Teater Nasional Indonesia (1964-1965),
Fakultas Psikologi UI (1966-1967), tamat Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (1977), Dan meraih Ph.D. dari Ohio State University, Columbus, Amerika Serikat (1985
Beliau pernah aktif menjabat redaktur Pelopor Baru, Angkatan Bersenjata, dan redaktur majalah Tempo (1971-1987).
Beliau pernah mengajar di Sekolah Ilmu Sosial dan menjadi anggota Dewan Film Nasional. Sebagai anggota dari Dewan Film Nasional dan Dewan Kesenian Jakarta, i
Beliau aktif berpartisipasi dalam diskusi tentang film, sejarah, sosial dan politik Indonesia dalam tingkat nasional maupun iinternasional
Hasil karya buku yang ia tulis ialah Militer Indonesia dan Politik: Dulu, Kini, dan Kelak, Profil Dunia Film Indonesia dan masih banyak lagi.
Tulisan-tulisannya mengenai sastra dimuat dalam Mimbar Indonesia, Bahasa dan Budaya, Horison, Budaya Jaya, dan lain-lain.
Selain itu, ia juga banyak menulis tentang film. Bukunya yang tentang film berjudul Profil Dunia Perfilman Indonesia (1982).
Referensi : Dari berbagai sumber
























