• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Profesor Rektor Koruptor

fusilat by fusilat
September 8, 2022
in Feature
0
Profesor Rektor Koruptor

Rektor Universitas Lampung Karomani saat hendak dibawa ke rumah tahanan (Rutan) Komisi Pmberantasan Korupsi (KPK) setelah ditetapkan sebagai tersangka suap terkait seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri, Minggu (21/8/2022)(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Sutawi : Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang

KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen, pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang, yang wafat saat menjalankan ibadah haji di Mekkah tahun 2019, pernah memberikan wasiat tentang perlunya membuat orang “Pintar” menjadi orang “Benar”.

Hal itu disampaikan Mbah Moen saat memberikan wejangan dalam Haul PP. Denanyar Jombang, 28 Maret 2017.

Delapan nasihat Mbah Moen dalam bahasa Jawa adalah:

  1. Ora kabeh wong pinter kuwi bener (Tidak semua orang pintar itu benar)
  2. Ora kabeh wong bener kuwi pinter (Tidak semua orang benar itu pintar)
  3. Akeh wong pinter ning ora bener (Banyak orang pintar tetapi tidak benar)
  4. Lan akeh wong bener senajan ora pinter (Dan banyak orang benar meskipun tidak pintar)
  5. Nanging, tinimbang dadi wong pinter ning ora bener, luwih becik dadi wong bener senajan ora pinter (Namun, daripada menjadi orang pintar tetapi tidak benar, lebih baik menjadi orang benar meskipun tidak pintar)
  6. Ono sing luwih prayoga, yoiku dadi wong pinter sing tansah tumindak bener (Ada yang lebih bijak, yaitu menjadi orang pintar yang senantiasa berbuat benar)
  7. Minterno wong bener, kuwi luwih gampang tinimbang mbenerake wong pinter (Membuat pintar orang benar, itu lebih mudah daripada membuat benar orang pintar)
  8. Mbenerake wong pinter, kuwi mbutuhke beninge ati, lan jembare dhodho….! (Membuat benar orang pintar, itu membutuhkan kejernihan hati dan kelapangan dada…!).

Nasihat Mbah Moen tersebut sangat relevan dengan peristiwa yang sedang viral saat ini, yaitu operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap pejabat Universitas Lampung (Unila) pada 19-20 Agustus 2022 di Lampung, Bandung dan Bali.

Tim KPK mengamankan delapan orang ‘Pintar” (bergelar sarjana sampai profesor) yang berbuat “Tidak Benar” (menerima suap), yakni Rektor Unila, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Unila, Ketua Senat Unila, Kabiro Perencana dan Humas Unila, seorang dosen Unila, Dekan Fakultas Teknik Unila, Ajudan Rektor, dan pihak swasta.

Para pejabat Unila tersebut telah ditetapkan tersangka atas dugaan kasus suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri tahun 2022. Barang bukti berupa uang tunai Rp 414.500.000, slip setoran deposito di suatu bank Rp 800.000.000, dan kunci safe deposit box bank yang diduga berisi emas senilai Rp 1,4 miliar. Total barang bukti yang ditemukan KPK senilai Rp 4,4 miliar.

Profesor

Profesor merupakan sebutan kehormatan bagi Guru Besar yang merupakan jabatan akademik tertinggi dosen di perguruan tinggi. Kata “profesor” berasal dari bahasa Latin yang bermakna “seseorang yang dikenal oleh publik berprofesi sebagai pakar”.

Jabatan profesor dicapai setelah dosen melalui tahap pencapaian angka kredit yang sudah ditentukan sesuai nilai kum yang diperoleh secara berjenjang dari jabatan fungsional akademik Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala dan Profesor/Guru Besar (nilai kum minimal 850). Menurut Permenpan 46 Tahun 2013 (Pasal 26 Ayat 3) syarat minimal untuk mencapai jabatan profesor adalah berijazah Doktor (S3); memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi; dan memiliki pengalaman kerja sebagai dosen paling singkat 10 (sepuluh) tahun.

Selain itu, ada persyaratan tambahan, yaitu pernah membimbing mahasiswa program Doktor (S3), atau pernah menguji tiga mahasiswa program Doktor, atau pernah menjadi ketua peneliti dengan anggaran minimal Rp 100 juta. Menjadi profesor dengan persyaratan tersebut tidaklah mudah. Kesulitan tersebut memunculkan ungkapan “Lebih mudah masuk surga daripada menjadi guru besar di Indonesia.” (Syahputra, 2022).

Pada tahun 2020, jumlah dosen yang mengajukan profesor sebanyak 3.000-an orang dan yang berhasil menyandangnya hanya 83 orang (sekitar 2,77 persen). Statistik Pendidikan Tinggi 2021 mencatat hanya 7.192 (2,25 persen) dosen yang bergelar profesor dari sebanyak 320.052 dosen di Indonesia. Jumlah tersebut sangat jauh di bawah jumlah ideal profesor di Indonesia sebanyak 10 persen.

Rektor

Rektor Rektor adalah pemimpin tertinggi sebuah universitas/institut. Meskipun bukan syarat wajib, hampir semua rektor perguruan tinggi negeri (PTN) dipegang oleh dosen bergelar profesor. Rektor adalah pemimpin sekaligus teladan yang baik (uswatun hasanah) bagi dosen yang dipimpin, sehingga senat PTN mengutamakan profesor sebagai rektor.

Di perguruan tinggi swasta (PTS) seorang dosen bergelar magister (S2) masih memungkinkan menjadi rektor karena keterbatasan sumberdaya. Rektor bertugas mengatur penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan penunjang lain, serta melakukan pembinaan terhadap dosen, mahasiswa, tenaga penunjang akademik, dan tenaga administrasi. Rektor juga bertanggungjawab terhadap penerimaan mahasiswa baru, mulai penentuan sistem seleksi, persyaratan administrasi, kuota mahasiswa, sampai biaya yang harus ditanggung oleh mahasiswa baru.

Tanggungjawab inilah yang membuka peluang seorang rektor untuk memperkaya diri dan orang-orang terdekatnya melalui penyuapan. Rektor Unila ditangkap tangan KPK karena menerima suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri. Rektor Unila mematok harga Rp 100 juta- Rp 350 juta untuk bantuan memasukkan mahasiswa baru.

Koruptor

Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, korupsi dapat dikelompokkan menjadi tujuh kategori, salah satunya adalah suap menyuap. Suap terjadi jika pengguna jasa secara aktif menawarkan imbalan kepada petugas layanan dengan maksud agar urusannya lebih cepat, walau melanggar prosedur.

Suap menyuap jalur mandiri di perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS, sudah terjadi puluhan tahun dan sudah menjadi rahasia publik. Besarannya bervariasi, antara Rp 100 juta sampai Rp 1miliar. Semakin favorit fakultas dan semakin banyak peminatnya, maka semakin mahal biaya suapnya. Suap termahal yang mencapai Rp 1 miliar biasanya untuk Fakultas Kedokteran. Di PTS persuapan semacam ini tidak menjadi pantauan KPK, karena tidak melibatkan lembaga pemerintah, pejabat pemerintah dan keuangan negara.

Sebaliknya, di PTN persuapan menjadi pantauan KPK, karena melibatkan lembaga pemetintah, pejabat pemerintah, dan keuangan negara. Meskipun telah terjadi menahun, baru kali ini ada rektor PTN tertangkap tangan KPK dalam kasus persuapan penerimaan mahasiswa baru. Hal ini bukan berarti di PTN lain tidak ada suap, atau rektor PTN lainnya bersih dari korupsi penyuapan.

Barangkali saja Rektor Unila sedang apes, sedangkan rektor PTN lainnya masih beruntung. Tertangkapnya seorang profesor yang menjabat rektor sebagai tersangka koruptor, telah menjadikannya bulan-bulanan di media massa. Idealnya, orang yang menyandang gelar akademik tertinggi dan memegang jabatan tertinggi di perguruan tinggi, apalagi juga menjadi pengurus organisasi keagamaan, adalah orang berkarakter mulia (akhlakul karimah).

Masyarakat seolah terlupa bahwa korupsi juga pernah dilakukan oleh para pejabat tinggi negeri ini, bahkan dua Menteri Agama pun terpidana korupsi. Masyarakat seolah terlupa bahwa pendidikan, gelar, pangkat dan jabatan tinggi bukanlah lambang kesempurnaan keimanan, ketakwaan dan kesalehan seseorang. Selama hidup di dunia, tidak ada seorang pun yang lepas dari godaan Iblis yang telah bersumpah untuk menyesatkan manusia sampai hari kiamat.

Iblis akan menyesatkan dan menghalangi manusia agar tidak menempuh seluruh jalan kebenaran dan keselamatan. Iblis akan menjadikan kebatilan terasa indah dalam pandangan manusia, sehingga banyak manusia terjerumus ke dalamnya. Bagai pepatah, “Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpa”, maka semakin tinggi jabatan seseorang, akan semakin berat godaan Iblis kepadanya. Oleh karena itu, benar nasihat Mbah Moen, “Membuat benar orang pintar, itu membutuhkan kejernihan hati dan kelapangan dada…!”

Sutawi Dosen Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Lima Mobil Jangan Anda Beli Mulai Tahun 2023 dan Seterusnya

Next Post

LaNyalla: Dengan Memurnikan Demokrasi, Indonesia Bisa Diperbaiki

fusilat

fusilat

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Next Post
LaNyalla: Dengan Memurnikan Demokrasi, Indonesia Bisa Diperbaiki

LaNyalla: Dengan Memurnikan Demokrasi, Indonesia Bisa Diperbaiki

Samakan Kasus Brigadir J dengan Laskar FPI di KM 50, Komnas HAM: Bukan Pelanggaran HAM Berat

Samakan Kasus Brigadir J dengan Laskar FPI di KM 50, Komnas HAM: Bukan Pelanggaran HAM Berat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist