• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PROFESSOR CENDAWAN  “ISLAM PHOBIA”

fusilat by fusilat
May 4, 2022
in Feature
0
PROFESSOR CENDAWAN  “ISLAM PHOBIA”
Share on FacebookShare on Twitter

Padahal sejak sebelum merdeka, faham anti islam itu sudah ada. Ajaran Nasakom, yang dikembangkan oleh Bung Karno, juga berkembang hingga saat ini, bahkan mengarah ke Socia Democratie, yang ruhnya ke kiri-kirian. Artinya semakin menjauhkan dari keyakinan keagamaan. Penistaan kepada agama, juga dalam berbagai bentuknya, hingga yang paling extrim, seperti yang dilakukan oleh si Ahok, yang secara ikrah dinyatan bersalah oleh Pengadilan Negeri dan telah dihukum 2 tahun penjara. Dalam berbagai perilakunya atheisme juga hidup dialam alam Pancasila ini.  

Berita terkini, adalah soal Professor Budi Santosa, yang sedang menjadi diskursus karena tulisannya, dinilai sebagai racisme, anti agama dan bahkan dituduh sebagai penistaan Agama. Membaca apa yang ia tulis, sebenarnya tidak terlalu extrim, dibandingkan dengan apa yang sering kita dengar atau baca dari para Buzzer. Tetapi karena ini ditulis oleh seorang figur intelktual, inilah persoalannya. Dianggap jauh dari kepatutan, hingga pihak ITK sendiri akkhirnya merelease keterangan pers sebagai berikut ;

“Terkait dengan pemberitaan tentang tulisan Prof Budi Santosa Purwakartiko oleh salah satu media online yang kemudian tersebar ke berbagai kanal media online lainnya dan mendapat tanggapan dari para netizen, dengan ini kami informasikan bahwa, tulisan Prof Budi Santosa Purwakartiko tersebut merupakan tulisan pribadi, dan tidak ada hubungannya dengan jabatan beliau sebagai Rektor ITK,” bunyi keterangan pers ITK, Sabtu (30/4/2022).

ITK pun meminta semua masyarakat tidak mengaitkan masalah ini dengan kampus. Dia meminta masyarakat meminta klarifikasi langsung kepada Budi Santosa.

Ada pertanyaan yang tumbuh, mengapa para Islam Phobia, Penistaan kepada Agama, rascisme,  itu muncul dan meningkat secara terang-terangan di era Jokowi? Padahal ini, sangat toja’iah (bertolak belakang) dengan system nilai sosial yang kita anut sendiri.

Perilaku tersebut, seolah-olah demonstrasi kemerdekaan menyatakan pendapat, marak dihampir semua kalangan. Apa yang salah? UU yang lemah atau berkaitan soal penegakan Hukum yang tidak adil? Persepsi demokrasi yang sempit? Lebih dari itu adalah soal kebijakan Pemerintah yang buram atas hal ini?

Kita bisa memastikan, tidak ada yang sengaja, dalam system social kita, yang merecruit kader-kader untuk menjadi aktor intoleran, penista agama atau bahkan kebencian racisme. Dalam kurikulum Pendidikan kita, sejak RI ini berdiri, pelajaran tolerasi itu, tak pernah berhenti dalam berbagai bentuknya. Jadi Why?

Coba kita simak ilustri Cendewan atau jamur, sebagai berikut :

Kita tahu, bahwa cendawan yang banyak kita temui disemak-semak belukar atau di sawah-sawah dan hutan-hutan itu, seringkali kita dapatkan. Lalu siapa yang menanam? Darimana bibitnya? Siapa yang memberi pupuk? Cendawan atau jamur-jamur itu, sudah biasa kita dapatkan, ketika semalam ada hujan.

Jadi membaca ayat alam ini, jamur atau cendawan itu, tidak perlu dicari bibitnya, tidak perlu petani untuk menanamnya, tidak perlu pula pupuk penyubur, ia akan tumbuh dengan sendirinya, bila alam menaburinya dengan air hujan (iklim).

Rupanya cendawan-cendawan racun bangsa ini, juga tumbuh dan berkembang, karena iklim politik dan kebijakan regime, kondusif bagi mereka pemeran utama maupun ion figuran jamur racun pemecah persatuan bangsa ini.

Mari kita belajar dari Perancis dan Belgia, mumpung belum terjadi chaos dan anarkis yang bisa meluas dan lebih parah, karena justru pelakunya adalah masyarakat yang banyak, yang selama ini penuh dengan kesabaran dan kedewasaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dituding Rasis karena Status di Medsos, Rektor ITK Dilaporkan dan Kampus Buka Suara

Next Post

Memaknai Garis Datar Kehidupan

fusilat

fusilat

Related Posts

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?
Feature

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik
Feature

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026
Feature

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Next Post
Memaknai Garis Datar Kehidupan

Memaknai Garis Datar Kehidupan

KEWASPADAAN NASIONAL 2030 INDONESIA AKAN BUBAR .

KEWASPADAAN NASIONAL 2030 INDONESIA AKAN BUBAR .

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

June 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist