Dugaan pemerasan bermula dari adanya laporan masyarakat hingga polisi memeriksa SYL dan beberapa saksi lain.
Jakarta – Fusilatnews – Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, ( 5 /10) kemarin Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan Polda Metro Jaya sedang menangani kasus dugaan pemerasan yang dilakukan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Ade Safri Simanjuntak menyampaikan apa saja yang sudah dilakukan untuk menyelidiki perkara tersebut.
Hingga kini Polda Metro sudah memeriksa 6 orang sebagai saksi
“Dan yang terakhir tadi rekan-rekan media sudah mengetahui semua, bapak Menteri Pertanian tiba di Ruang Riksa Subdit Tipidkor Ditreskrimsus untuk memberikan keterangannya,” kata Ade kemarin.
Sopir dan ajudan SYL juga sudah memberikan keterangannya kepada polisi.
Ade menegaskan bahwa SYL telah dimintai keterangan sebanyak tiga kali. Tapi polisi tidak menyebutkan waktu pemeriksaan ataupun isi klarifikasi SYL.
Salah satu Pemeriksaan berlangsung kemarin. Saat SYL menyambangi Polda Metro Jaya kemarin siang secara diam-diam. Dia lolos dari pantauan wartawan ketika masuk dan keluar dari Polda Metro Jaya.
. Kronologi polisi menangani dugaan perkara pemerasan ini bermula dari pengaduan masyarakat pada 12 Agustus 2023. penanganan perkara dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK terhadap SYL ini mulai menggeliding
“15 Agustus kami menerbitkan surat perintah Pulbaket sebagai dasar pengumpulan bahan keterangan atas informasi atau pengaduan masyarakat yang dimaksud,” ucap Ade.
Karena itulah, polisi menerbitkan surat perintah penyelidikan pada 21 Agustus. Tim Penyelidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya kemudian melakukan serangkaian penyelidikan. Tujuannya untuk menemukan apakah dugaan pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo benar terjad




















