• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Proses Politik Pemakzulan Gibran di DPR: Terdampar di Prioritas Administratif

Ali Syarief by Ali Syarief
June 5, 2025
in Birokrasi, Feature, Politik
0
Fraksi PDIP Buka Suara Anggotanya Inisial HM Nonton Porno saat Rapat DPR
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Gedung Senayan, rumah besar para wakil rakyat, kembali memperlihatkan wajah lamanya: lamban membaca keresahan publik, gagap menindaklanjuti aspirasi yang bersumber dari denyut jalanan. Di tengah hiruk-pikuk perdebatan publik tentang kelayakan dan legitimasi Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden, parlemen justru sibuk memilah surat—seolah hirarki administratif lebih penting dari ketukan mendesak opini rakyat.

Surat dari Forum Purnawirawan TNI yang mendesak pemakzulan Gibran bukan sekadar kertas bertinta, melainkan simbol kegelisahan moral atas proses politik yang dinilai cacat sejak di hulu. Nama-nama besar seperti Fachrul Razi hingga Tyasno Sudarto menandatangani desakan itu. Namun, respon parlemen tereduksi menjadi rutinitas birokrasi: surat diterima, disortir, ditelaah, dibahas di rapim—jika dianggap penting.

Di Balik Surat, Ada Sunyi

Pernyataan-pernyataan dari fraksi-fraksi di DPR mencerminkan ironi yang telah lama melekat di tubuh lembaga ini. Ahmad Sahroni dari NasDem menegaskan proses ini tidak mudah, seolah ingin menutup buku bahkan sebelum membaca prolognya. Golkar melalui Sarmuji bersikap adem-ayem, menyatakan Gibran tidak melakukan pelanggaran. Daniel Johan dari PKB memilih netral dengan kalimat diplomatik, “akan dibahas oleh komisi dan fraksi.”

Lalu muncul Bambang Pacul, juru bicara tak resmi dari pragmatisme MPR. Ia menegaskan bahwa rapat pimpinan baru akan digelar kalau suratnya dianggap “penting.” Pertanyaannya, siapa yang menentukan penting tidaknya surat itu? Masyarakat atau pimpinan lembaga yang memiliki relasi politis dengan aktor yang dipersoalkan?

Konstitusi: Tertulis Rapi, Tapi Tak Dihidupi

Memang benar bahwa proses pemakzulan wakil presiden adalah jalan terjal yang diatur konstitusi. DPR harus mengusulkan ke Mahkamah Konstitusi, lalu jika terbukti terjadi pelanggaran hukum berat, usulan itu dibawa ke MPR untuk diputuskan dengan kuorum ketat. Tapi proses formal ini tak semestinya menjadi tameng bagi parlemen untuk bersikap pasif atau menunda.

Apalagi saat substansi desakan bukan hanya soal hukum, tapi juga etika dan kepatutan yang terang benderang. Keterlibatan keluarga dalam rekayasa putusan MK, latar belakang pengalaman minim, hingga kontroversi akun media sosial fufufafa, mestinya cukup untuk menggerakkan nurani politik DPR. Tapi justru di sinilah tragedi dimulai.

Opini Berbalik Arah

Parlemen seolah hidup dalam gelembungnya sendiri. Opini publik yang deras di media sosial, ruang diskusi, dan kanal warga tertolak oleh benteng formalitas administratif. Suara masyarakat kehilangan pintu masuk, karena di ujung Senayan, pintu hanya dibuka jika ada kepentingan elite.

Ironisnya, para legislator kerap menyebut diri sebagai “wakil rakyat.” Tapi dalam kasus ini, yang mereka wakili justru struktur kekuasaan. Di hadapan desakan moral publik, mereka memilih berdiri di balik berkas-berkas.

DPR Jalanan: Bayang-Bayang atau Harapan Baru?

Ketika proses konstitusional dikebiri oleh pragmatisme politik dan urusan administratif, ruang oposisi rakyat pun pindah ke luar gedung. Fenomena DPR jalanan bukan sekadar ejekan, melainkan refleksi betapa jauhnya jarak antara konstituen dan representannya.

Mereka yang bersuara dari luar sistem bukan berarti anti-konstitusi, tapi justru sedang menagih makna dari konstitusi itu sendiri. Ketika DPR tak mendengar, masyarakat menciptakan ruang dengar sendiri—demonstrasi, petisi daring, diskusi publik, hingga desakan moral dari kalangan purnawirawan.

Penutup: Demokrasi Tanpa Getaran Nurani

Demokrasi bukan hanya tentang prosedur. Ia hidup dari nurani, dari keberanian membaca kegelisahan, dari etika memimpin. Sayangnya, dalam kasus Gibran, DPR justru membungkusnya dalam tumpukan surat masuk yang belum tahu kapan dianggap penting.

Proses politik yang semestinya menghidupkan demokrasi justru terdampar dalam labirin administratif. Gedung yang megah itu makin terasa sepi dari suara rakyat. Dan mungkin, saat kita menunggu rapim yang tak kunjung datang, suara-suara jalanan akan menjadi satu-satunya yang bisa kita dengar.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kelas Pemimpin: Prabowo Disambut Raja, Jokowi Disambit Rakyat

Next Post

Prabowo Menolak Pemerintahannya Diawasi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Prabowo: Semua Pejabat Yang Tidak Mampu Melaksanakan Tugas Lebih Baik Mundur Sebelum Saya Berhentikan.

Prabowo Menolak Pemerintahannya Diawasi

Apa yang Dirahasiakan Prabowo Kepada Megawati?

Apa yang Dirahasiakan Prabowo Kepada Megawati?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist