• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Puasa Ramadhan dalam Cermin Sejarah: Membaca The Historical Fasting karya Sally Rose

Ali Syarief by Ali Syarief
February 8, 2026
in Feature, Spiritual
0
Puasa Ramadhan dalam Cermin Sejarah: Membaca The Historical Fasting karya Sally Rose
Share on FacebookShare on Twitter

Puasa, dalam sejarah manusia, bukan sekadar praktik menahan lapar. Ia adalah bahasa sunyi tubuh terhadap kekuasaan, hasrat, dan waktu. Dalam The Historical Fasting, Sally Rose menunjukkan bahwa puasa selalu hadir sebagai praktik lintas peradaban—kadang religius, kadang politis, kadang eksistensial. Dari tradisi asketis hingga puasa protes, dari altar ke jalanan, puasa adalah tindakan sadar untuk berkata: aku tidak tunduk pada dorongan paling dasar sekalipun.

Dalam konteks itu, puasa Ramadhan menemukan tempatnya bukan sebagai ritual tahunan yang rutin, melainkan sebagai peristiwa etis yang mengakar kuat dalam sejarah perlawanan manusia terhadap ketamakan diri dan struktur yang menindas.

Puasa sebagai Disiplin Sejarah

Sally Rose menempatkan puasa sebagai praktik disiplin diri yang berulang dalam sejarah. Tubuh yang berpuasa bukan tubuh yang lemah, melainkan tubuh yang sedang dilatih untuk mengenali batas. Islam meletakkan puasa Ramadhan dalam kerangka yang serupa, namun dengan orientasi yang jauh lebih dalam: la‘allakum tattaqūn—agar kamu bertakwa.

Takwa, dalam pengertian ini, bukan sekadar kesalehan personal, tetapi kesadaran moral yang hidup. Puasa Ramadhan melatih manusia untuk menunda kepuasan, menahan kemarahan, dan mengendalikan kuasa atas sesama. Ia adalah pendidikan batin yang diwariskan berabad-abad, sebuah kurikulum etika yang dijalankan oleh jutaan orang secara serentak.

Dari Ritual Sakral ke Kritik Sosial

Rose mencatat bahwa dalam sejarah modern, puasa sering bergeser makna—dari sakral ke sekuler, dari ibadah ke gaya hidup. Fenomena ini juga mengintai puasa Ramadhan. Ketika Ramadhan direduksi menjadi kalender kuliner malam hari, diskon besar-besaran, dan konten religius yang dangkal, puasa kehilangan daya kritiknya.

Padahal, puasa Ramadhan justru mengandung kritik sosial yang tajam. Ia menegur keserakahan, mempersoalkan ketimpangan, dan mengingatkan bahwa kenyang bukan hak eksklusif segelintir orang. Lapar yang dialami orang berpuasa seharusnya membuka empati, bukan sekadar menjadi fase sementara sebelum pesta berbuka.

Dalam kerangka ini, puasa Ramadhan sejalan dengan tesis Sally Rose: puasa adalah tindakan moral yang mengganggu kenyamanan status quo.

Puasa sebagai Perlawanan Etis

Dalam sejarah, puasa sering menjadi alat kaum lemah untuk melawan kekuasaan tanpa kekerasan. Islam memberikan dimensi serupa pada puasa Ramadhan. Menahan diri dari yang halal saja sudah sulit; maka menahan diri dari yang haram menjadi keniscayaan.

Puasa Ramadhan, jika dijalani secara utuh, adalah perlawanan terhadap:

  • Konsumerisme yang rakus
  • Kekuasaan yang tak terkendali
  • Ego yang merasa paling benar

Ia membentuk manusia yang tidak mudah membeli, tidak mudah marah, dan tidak mudah menghakimi. Dalam masyarakat yang bising oleh ambisi dan kerakusan, puasa adalah jeda radikal.

Penutup: Mengembalikan Makna Puasa

The Historical Fasting mengingatkan kita bahwa puasa selalu lebih besar dari sekadar tidak makan. Ia adalah cermin peradaban. Puasa Ramadhan, dalam tradisi Islam, adalah bentuk paling matang dari praktik itu—menggabungkan sejarah, spiritualitas, dan etika sosial dalam satu tindakan sunyi.

Maka pertanyaan pentingnya bukan lagi apakah kita berpuasa, melainkan apa yang berubah setelah puasa itu selesai. Jika Ramadhan berlalu tanpa memperhalus nurani, menajamkan keadilan, dan melembutkan kuasa, barangkali kita hanya menahan lapar—tanpa pernah benar-benar berpuasa.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bayi 1 Tahun Dicabuli Ayah Tirinya: Kebejatan Moral Kita Sudah Jatuh ke Titik Paling Bawah

Next Post

Puasa: To Find Inner Power, To Understand God

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur
Birokrasi

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026
Economy

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026
Next Post
Puasa: To Find Inner Power, To Understand God

Puasa: To Find Inner Power, To Understand God

Puasa sebagai Junnah: Inner Power dalam Perspektif Teologi dan Tafsir Klasik

Puasa sebagai Junnah: Inner Power dalam Perspektif Teologi dan Tafsir Klasik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...