• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ragam Wajah Politik Identitas

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 12, 2022
in Feature
0
Ragam Wajah Politik Identitas
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ridwan Imamul Huda

Jakarta – Politik identitas telah menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Tidak sedikit masyarakat dan para cendekia yang menolaknya. Politik identitas dianggap sebagai penyebab terbelahnya masyarakat. Sedemikian burukkah politik identitas, hingga keberadaannya dianggap ancaman bagi keharmonisan bangsa? Apakah semua politik identitas itu berbahaya? Dan, pertanyaan mendasarnya, adakah politik tanpa identitas?

Syafii Ma’arif (2012) menyebutkan bahwa politik identitas secara substantif dikaitkan dengan kepentingan anggota-anggota sebuah kelompok sosial yang merasa diperas dan tersingkir oleh dominasi arus besar dalam sebuah bangsa atau negara. Berangkat dari pengertian ini sesungguhnya praktik politik identitas sudah berjalan jauh di masyarakat. Hal ini dikarenakan praktik perlawanan terhadap penindasan, diskriminasi, dan dominasi mayoritas kepada minoritas telah terjadi sepanjang sejarah manusia.

Penggunaan istilah politik identitas dapat dilacak dalam tulisan L. A Kauffman ketika menjelaskan sebuah gerakan mahasiswa anti kekerasan di Amerika Serikat pada awal 1960-an. Dalam pandangan Kauffman, politik identitas pertama kali berkembang di Barat sebagai respons atas dominasi kelompok tertentu. Kauffman merujuk kepada perjuangan kesetaraan gender dan masyarakat kulit hitam dalam kehidupan sosial masyarakat Barat yang rasial saat itu.

Banyak Rupa

Politik identitas dewasa ini menjelma dalam banyak rupa. Gerakan feminisme di Eropa, gerakan proletar di Amerika Latin, gerakan anti-apartheid di Afrika, pergolakan zionisme vis a vis pengakuan bangsa Palestina, gerakan summer spring di Timur Tengah, dorongan pemekaran wilayah berasas etnis atau suku hingga gerakan separatisme di negara kita adalah wajah-wajah dari politik identitas. Begitu luasnya spektrum politik identitas, dari otoritarian hingga demokrasi, dari kesetaraan hingga keberpihakan, dari modern hingga kearifan lokal, dari negara bangsa hingga negara agama.

Dalam perjalanan politik bangsa ini, politik identitas sebetulnya bukanlah barang baru. Pada era Orde Lama, politik identitas pernah tumbuh subur. Partai politik dengan beragam corak identitas, dari partai politik yang berhaluan ekstrem kiri hingga kanan dengan bebas mengikuti pemilu dan mengkampanyekan identitasnya. Rakyat pun dengan leluasa menyalurkan aspirasi sesuai dengan identitas masing-masing. Mungkin terdapat kekurangan dalam berbagai aspek, seperti efisiensinya dalam pemerintahan saat itu, namun tidak dapat dipungkiri pada masa itu ideologi atau identitas begitu kaya atau beragam.

Politik identitas dalam wajah politik Indonesia mendapat sorotannya dalam Pilkada DKI 2017 dan Pilpres 2019. Dalam dua even pemilihan inilah politik identitas banyak dibicarakan. Tidak dapat dipungkiri bahwa dua hajat demokrasi tersebut telah menampakkan pembelahan di masyarakat. Sebuah polarisasi yang menjadi racun, merusak dan kontraproduktif bagi kehidupan demokrasi. Narasi cebong dan kampret telah meracuni setiap sendi kehidupan. Dengan mudahnya orang akan melabeli mereka yang tidak sependapat sebagai cebong atau kampret. Daya rusak polarisasi ini telah memutus hubungan antar tetangga, pertemanan bahkan keluarga.

Dalam pandangan Buya Syafi’i politik identitas di Indonesia saat ini telah mengalami pergeseran. Dewasa ini politik identitas di Indonesia lebih bercorak pemaksaan kehendak, anti pluralisme dan anti nasionalisme. Dalam istilah Buya, politik identitas yang diperlihatkan para elite sekarang banyak bercorak negatif-destruktif.

Dalam pandangan Musdah Mulia (2012), jika di negara-negara Barat politik identitas dilakukan oleh minoritas untuk menentang mayoritas, di Indonesia justru terjadi kebalikannya, saat ini politik identitas lebih banyak mempertunjukkan pemaksaan identitas mayoritas terhadap minoritas. Atas nama mayoritas mereka menekan minoritas agar menyesuaikan diri. Melabeli kelompok minoritas sebagai sempalan atau menyimpang. Hal inilah yang melatarbelakangi banyak cendekiawan bangsa yang khawatir dengan politik identitas.

Hal ini semakin diperparah ketika para pengusung politik identitas hanya beridentitas di permukaan. Politik identitas hanya menjadi alat para elite untuk memuaskan syahwat politiknya. Para elite bahkan dengan mudahnya mengubah identitasnya demi kepentingan elektoral. Acap apa yang ditampilkan para politisi di depan khalayak atau media bertolak belakang dengan kesehariannya atau kebijakan yang diambil. Semua tindakannya hanyalah sebuah pengelolaan kesan semata (impression management) atau dramaturgi. Sebuah kondisi bagaimana aktor politik menampilkan wajah berbeda ketika di panggung depan dan di panggung belakang.

Dikerdilkan

Saya sepenuhnya menyadari bahwa mereka yang tidak sependapat dengan politik identitas berangkat dari kekhawatiran terjadinya polarisasi bangsa seperti yang ditunjukkan dalam gelaran Pilkada dan Pilpres. Politik identitas dianggap bisa mengancam pluralisme dan keutuhan bangsa. Dalam berbagai literatur-, akhir-akhir ini politik identitas di Indonesia lebih banyak dipotret dalam kacamata bagaimana seseorang memandang relasi negara dan agama.

Gerakan-gerakan menjadikan norma agama sebagai dasar negara yang penuh dengan kekerasan di masa lampau telah memberikan dampak traumatik bagi bangsa ini. Dalam tahap ini, penolakan politik identitas dapat diterima. Siapa pun yang mencintai bangsa ini tentu tidak ingin kekerasan sesama anak bangsa terulang kembali. Namun demikian bisakah politik identitas ditiadakan, atau dalam kata lain, adakah politik yang tanpa identitas?

Dalam studi komunikasi politik kontemporer, Voicu (2013) mengatakan bahwa tindakan komunikasi selalu memiliki identitas, termasuk di dalamnya tindakan komunikasi politik. Oleh karena itu, dalam pandangan saya, politik dan identitas layaknya dua sisi mata koin. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Setiap tindakan politik pasti membawa identitasnya. Setiap identitas pasti memerlukan politik dalam eksistensinya. Lewat identitas itulah politik memiliki makna. Melalui kehadiran identitaslah sebuah tindakan politik dapat dinilai.

Politik identitas telah mendorong peradaban di berbagai belahan dunia. Politik identitas sejatinya adalah bentuk perjuangan mereka yang merasa terpinggirkan oleh arus besar. Maka, sangat disayangkan jika akhir-akhir ini politik identitas secara gebyah uyah sering dibingkai dalam sebuah frame negatif, dikerdilkan tanpa penjelasan identitas seperti apa yang harus diwaspadai. Tidak semua politik identitas itu bercirikan negatif-destruktif.

Politik identitas tidak hanya diusung oleh mereka yang mengekspresikan keberagamaannya dalam ruang publik, namun identitas bisa mengambil banyak wajah. Pembelaan kepada kaum terpinggirkan, seperti perempuan, difabel, buruh, masyarakat miskin kota, petani, nelayan, komunitas agama dan komunitas adat hanyalah sedikit bentuk lain dari politik identitas. Selayaknyalah politik identitas diletakkan dalam posisi dan takaran semestinya.

Dalam perspektif ini, penolakan terhadap politik identitas sejatinya menolak kebhinekaan itu sendiri. Di dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia, kebhinekaan adalah identitas bangsa. Dalam kebhinekaan itulah persatuan hendak diwujudkan. Selama masih dalam bingkai NKRI dan ada dalam cara-cara konstitusional semua identitas harus diperlakukan secara adil. Perbedaan tersebut hendaklah dipandang sebagai bagian dari bhineka tunggal ika.

Dalam era demokrasi pragmatis seperti sekarang, sebuah era ketika batas-batas ideologi partai begitu kabur, ketika semua partai politik hanya berhitung perolehan suara, ketika begitu mudahnya para elite berganti wajah demi tujuan kekuasaan, ketika begitu masifnya politik pencitraan, motif ekonomi telah menjadi identitas bersama di antara elite dan rakyat. Politik transaksional telah terjadi di hampir semua lapisan masyarakat.

Kondisi tersebut tidak kalah destruktifnya dengan identitas keagamaan yang selama ini dianggap mengancam keutuhan bangsa. Kehadiran politik identitas yang bersumber dari ideologi, nilai-nilai luhur, yang menghargai keragaman, justru sangat dibutuhkan. Partai politik harus mampu menunjukkan politik identitas dalam wajah sejatinya: keberpihakan kepada masyarakat yang terpinggirkan oleh arus besar. Partai politik harus didorong kejelasan dan konsistensi identitasnya, karena hanya identitaslah yang bisa membedakan partai yang satu dengan partai lainnya. Sehingga tidak ada lagi idiom kabeh partai pada wae!

Ridwan Imamul Huda, mahasiswa Pacasarjana Ilmu Komunikasi UNTIRTA.

Dikutip dari dtikom Senin 12 Desember 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sakit DBD, Mahendra Dito Tak Hadiri Sidang Nikita Mirzani, Kasihan Nyai!

Next Post

Pesta Sudah Usai, Saatnya Memikirkan Rakyat (Kembali)

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
Harta Kekayaan Terbaru Jokowi Naik Rp7,8 M, Ma’ruf Amin Turun Rp1,8 M

Pesta Sudah Usai, Saatnya Memikirkan Rakyat (Kembali)

DPR Persoalkan Deddy Corbuzier Dapat Pangkat Tituler, Nah Kan?

DPR Persoalkan Deddy Corbuzier Dapat Pangkat Tituler, Nah Kan?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist