• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Realitas Pilihan Berita: Tantangan Objektivitas dan Kode Etik Jurnalistik di Indonesia

fusilat by fusilat
October 7, 2024
in Feature, Komunitas
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis-Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP. KWRI

Pernyataan Sekjen Majelis Pers, Ozzy Sulaiman Sudiro, dalam edukasi jurnalistik yang diadakan oleh Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia, di Wisma Arga Muncar Bogor pada 4-5 Oktober 2024, memberikan pencerahan penting mengenai tantangan yang dihadapi pers Indonesia saat ini. Pesannya jelas: pers harus bermartabat, mandiri, dan menjunjung tinggi kode etik serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Hal ini menjadi sangat relevan di tengah dinamika peliputan yang sering kali dirasa “tebang pilih” oleh sebagian masyarakat.

Sebagai Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP. KWRI, saya melihat bahwa edukasi mengenai pentingnya objektivitas dan kode etik jurnalistik sangatlah krusial. Pers di Indonesia menghadapi banyak tekanan dari berbagai sisi, baik dari pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat. Oleh karena itu, disiplin ilmu jurnalistik harus terus digali agar insan pers mampu menilai fenomena sosial secara lebih mendalam dan memberikan peliputan yang adil serta proporsional.

Peliputan yang Cenderung Memihak

Dalam kenyataannya, banyak masyarakat merasa kecewa karena pemberitaan yang dianggap tidak netral atau terkesan memihak. Mereka mengeluhkan bahwa media sering kali memilih berita yang dianggap lebih sensasional daripada yang benar-benar penting bagi publik. Fenomena ini memunculkan kesan bahwa “Peliputan Pers Banyak Tebang Pilih,” sebuah ungkapan yang menggambarkan adanya ketidakseimbangan dalam pemberitaan.

Padahal, karya jurnalistik seharusnya tidak menganut prinsip kriminalisasi atau bias hukum. Dalam setiap sengketa terkait pemberitaan, Dewan Pers seharusnya berfungsi sebagai wasit yang netral dan memegang teguh kode etik jurnalistik. Namun, sering kali proses penyelesaian sengketa tidak berjalan sebagaimana mestinya, dan banyak jurnalis yang justru dikriminalisasi.

Peran Dewan Pers dan Kritik yang Muncul

Persoalan ini tidak muncul begitu saja. Sejak masa Orde Baru hingga era reformasi, sengketa pers selalu menjadi isu yang belum terselesaikan secara tuntas. Meskipun Dewan Pers seharusnya menjadi pihak yang mengatur “aturan main,” faktanya banyak kasus yang berakhir di meja hijau, dengan jurnalis yang dihukum berdasarkan undang-undang non-jurnalistik, seperti UU ITE. Hal ini memperlihatkan bahwa Dewan Pers belum sepenuhnya mampu mengakomodir kepentingan dan perlindungan bagi pers.

Oleh karena itu, Majelis Pers menaruh harapan besar kepada Dewan Pers agar ke depan bisa lebih efektif dalam mengatasi sengketa dan memastikan kebebasan pers tetap terjamin. Hanya dengan demikian, pers bisa menjalankan fungsinya sebagai pilar demokrasi yang bebas dari intervensi dan kriminalisasi.

Perspektif Hukum dalam Sengketa Kebijakan

Dalam konteks ini, penulis sebagai praktisi hukum juga melihat bahwa masyarakat perlu memahami bahwa regulasi atau kebijakan pemerintah tidak bisa dibatalkan hanya karena ada pihak yang merasa dirugikan. Setiap keberatan terhadap kebijakan harus melalui proses hukum yang tepat, seperti uji materi di Mahkamah Agung atau Mahkamah Konstitusi. Mengandalkan kesadaran penguasa semata tanpa upaya hukum konkret adalah sesuatu yang absurd dan mustahil terjadi, terutama dalam politik yang pragmatis.

Kesimpulan

Pers Indonesia masih memiliki banyak tantangan dalam menjaga independensinya dan memastikan bahwa setiap peliputan dilakukan secara objektif dan adil. Meski Dewan Pers memiliki peran penting dalam menyelesaikan sengketa pers, realitas menunjukkan bahwa kriminalisasi terhadap jurnalis masih sering terjadi. Oleh karena itu, edukasi, pendalaman disiplin jurnalistik, dan penerapan kode etik secara konsisten menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini dan membangun pers yang benar-benar berfungsi sebagai pilar demokrasi yang kuat.

Dengan kesadaran akan peran pentingnya, kita berharap pers Indonesia ke depan dapat lebih objektif, transparan, dan profesional, tanpa harus “tebang pilih” dalam peliputan dan pemberitaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Paska  7 Oktober, Israel Alami Erosi Legitimasi Global

Next Post

Klarifikasi Mahkamah Agung Soal Hakim Mogok Kerja 7-11 Oktober

fusilat

fusilat

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Klarifikasi Mahkamah Agung Soal Hakim Mogok Kerja  7-11 Oktober

Klarifikasi Mahkamah Agung Soal Hakim Mogok Kerja 7-11 Oktober

Kejahatan Jokowi Diungkap Mahfud MD: Manipulasi Hukum Demi Kekuasaan

Kejahatan Jokowi Diungkap Mahfud MD: Manipulasi Hukum Demi Kekuasaan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...