• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Redupnya Kejayaan Amerika: Singa Ompong di Lautan Geopolitik

fusilat by fusilat
March 14, 2026
in Feature, Politik
0
Redupnya Kejayaan Amerika: Singa Ompong di Lautan Geopolitik
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Irfan Wahidi (Pemerhati Budaya dan Sejarah Dunia)

Konvoi kapal induk yang berlayar gagah dengan kepala singa ompong di haluan dan bendera yang menyerupai Amerika menghadirkan metafora yang kuat. Singa—simbol keberanian dan kekuasaan—tampak kehilangan taringnya. Kapal induk, lambang supremasi militer, masih berbaris megah di lautan, tetapi aura kejayaan yang dahulu menggetarkan dunia perlahan memudar. Bendera yang berkibar itu seolah masih ingin menegaskan dominasi, namun bayang-bayang “redupnya kekuasaan” sudah mulai terlihat di cakrawala sejarah.

Metafora tersebut mencerminkan kondisi Amerika Serikat di panggung global hari ini. Negara yang selama puluhan tahun berdiri sebagai kekuatan militer dan ekonomi yang hampir tak tertandingi kini menghadapi tekanan dari berbagai arah—baik dari dalam negeri maupun dari dinamika geopolitik internasional. Armada kapal induk dengan singa ompong itu menjadi gambaran simbolik: kekuatan masih ada, tetapi daya gigitnya tidak lagi sekuat dulu.

Sejarah dunia memang memperlihatkan pola yang berulang. Setiap imperium memiliki masa kebangkitan, puncak kejayaan, dan akhirnya masa surut. Dari Romawi hingga Imperium Britania, dari kekuatan kolonial Eropa hingga blok geopolitik modern—semuanya pernah mengalami fase yang sama. Kekuasaan yang terlalu lama berada di puncak sering kali kehilangan kepekaan terhadap perubahan zaman.

Dalam perspektif Nusantara, khususnya tradisi Minangkabau dan Jawa, simbol ini memberikan pelajaran yang mendalam. Minangkabau mengenal falsafah “alam takambang jadi guru”—bahwa alam dan segala peristiwa di dalamnya adalah sumber pembelajaran bagi manusia. Singa ompong itu mengingatkan bahwa kekuasaan tanpa kebijaksanaan pada akhirnya akan kehilangan wibawa.

Filosofi Jawa pun mengajarkan memayu hayuning bawana—upaya menjaga keindahan dan keseimbangan dunia. Kekuatan yang tidak disertai dengan harmoni dan tanggung jawab moral pada akhirnya akan melahirkan ketidakseimbangan, dan dari situlah kehancuran perlahan bermula.

Sejarah Indonesia sendiri menunjukkan bahwa kejayaan sebuah bangsa tidak selalu ditentukan oleh kekuatan militer atau armada perang. Ia justru lahir dari persatuan, nilai kebersamaan, dan kearifan yang hidup di tengah rakyat. Bung Hatta pernah menegaskan bahwa cahaya bangsa sering kali lahir dari lilin-lilin kecil di desa-desa, bukan dari obor yang menyala di pusat kekuasaan.

Pesan itu terasa semakin relevan ketika kita menyaksikan gejolak dunia hari ini. “Meredupnya kejayaan” sebuah kekuatan global seharusnya menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati tidak terletak pada simbol militer atau demonstrasi kekuasaan, melainkan pada nilai-nilai yang menyalakan kehidupan rakyatnya.

Konvoi kapal induk berkepala singa ompong itu, dengan bendera yang menyerupai Amerika, akhirnya menjadi parade yang dramatis sekaligus ironis. Ia adalah simbol sebuah kekuatan yang masih ingin terlihat perkasa, tetapi diam-diam sedang menghadapi arus sejarah yang tak terhindarkan. Sebab setiap imperium, betapapun besar dan kuatnya, pada akhirnya akan berhadapan dengan hukum waktu.

Bagi Indonesia, pesan dari metafora ini jelas: jangan terjebak dalam ilusi kekuasaan semata. Bangsa yang bertahan lama bukanlah bangsa yang paling keras mengaum, melainkan bangsa yang mampu menumbuhkan kekuatan dari akar budayanya—dari musyawarah, kebijaksanaan, dan harmoni dalam kehidupan bersama.

Penutup

Pada akhirnya, konvoi kapal induk itu terus berlayar di samudra yang bergelombang. Singa ompong di haluan menatap cakrawala dengan tatapan yang semakin sayu. Bendera yang menyerupai Amerika masih berkibar, tetapi warnanya tampak memudar diterpa angin sejarah.

Perlahan kapal-kapal itu menjauh. Siluetnya semakin samar di ufuk laut, hingga akhirnya tenggelam dalam kabut waktu.

Itulah potret akhir sebuah kejayaan: elegan sekaligus tragis. Sebuah imperium yang pernah bersinar terang kini berjalan menuju senja peradabannya.

Bagi kita di Nusantara, pemandangan itu bukan sekadar tontonan sejarah, melainkan peringatan. Bahwa kejayaan sejati tidak terletak pada kapal induk, bukan pula pada singa yang mengaum di lautan kekuasaan, melainkan pada nilai yang mampu menyalakan kehidupan rakyatnya.

Sebagaimana pesan Bung Karno:

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.”

Di situlah kekuatan sejati sebuah bangsa berakar—pada penghormatan terhadap sejarah, pada manusia yang membangunnya, dan pada nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Jika Indonesia tetap berpegang pada kearifan Nusantara—pada pelajaran Minangkabau dan harmoni Jawa—maka bangsa ini tidak akan pernah hilang di cakrawala sejarah. Ia akan tetap menyala seperti cahaya yang tak padam, menerangi perjalanan panjang sebuah peradaban.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dari Murtad Menuju Mihrab – Sebuah Kisah Tentang Hidayah dan Kepulangan

Next Post

Serangan Air Keras Bermaksud Membunuh: Kisah Novel Baswedan dan Andrie Yunus

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Serangan Air Keras Bermaksud Membunuh: Kisah Novel Baswedan dan Andrie Yunus

Serangan Air Keras Bermaksud Membunuh: Kisah Novel Baswedan dan Andrie Yunus

Operasi Senyap KPK Menghantam Cilacap: Bupati Terseret OTT, 27 Orang Diamankan

Operasi Senyap KPK Menghantam Cilacap: Bupati Terseret OTT, 27 Orang Diamankan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist