Jakarta. Fusilatnews.–Refly Harun, mantan anggota Tim Hukum Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, mengecam tindakan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, yang memberikan ucapan selamat kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebelum putusan sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Refly, tindakan tersebut sangat menyakiti hati relawan koalisi perubahan. Ia juga terkejut karena ucapan selamat dilontarkan Surya Paloh setelah penetapan suara terbanyak hasil pilpres, bukan saat penetapan pemenang pilpres.
Dalam acara Gaspol Kompas yang tayang pada Jumat (10/5/2024) malam, Refly mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Surya Paloh. Ia bahkan menyebut hampir saja para relawan menurunkan bendera Nasdem di Sekretariat Timnas Anies-Muhaimin di Jalan Diponegoro 10, Menteng, Jakarta Pusat.
Refly juga mengkritik sikap Surya Paloh tersebut. Namun, petinggi Partai Nasdem kemudian meneleponnya dan menjelaskan bahwa Surya Paloh serta Prabowo Subianto adalah kawan lama. Refly merasa heran dengan penjelasan tersebut karena menurutnya pertempuran belum selesai karena masih ada sidang di MK.
Menurut Refly, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa, dalam pilpres ini, siapa pun yang menang, Surya Paloh dan Prabowo akan saling menjaga kepentingan berkuasa mereka masing-masing. Ia menyimpulkan bahwa faktor pertemanan membuat Surya Paloh terburu-buru memberikan selamat kepada Prabowo.
Namun, di sisi lain, Refly menilai tindakan Surya Paloh sangat melukai hati relawan perubahan yang telah berjuang dengan militan untuk kemenangan Anies-Muhaimin. Baginya, tindakan itu menciderai semangat relawan yang berdedikasi untuk mempertahankan kejujuran pemilu ke Mahkamah Konstitusi.

























