Subang, Fusilatnews.– – Para korban kecelakaan bus yang terjadi di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subang. Sejumlah keluarga korban mulai memadati area RSUD Subang.
Dari pantauan kami di lokasi pada Minggu (12/4/2024) sekitar pukul 02.00 WIB, terlihat sejumlah keluarga korban telah tiba di RSUD Subang. Suara isak tangis keluarga korban memenuhi lokasi.
Diminta membaca “Istighfar, tawakal, ini yang terbaik,” ujar salah satu keluarga korban.
Sebanyak 42 ambulans yang dikirim oleh Pemerintah Kota Depok dan jajaran Polres Metro Depok juga telah tiba di RSUD Subang. Ambulans tersebut saat ini mengantre untuk mengevakuasi para korban ke Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) SMK Lingga Kencana dan RSUD Kota Depok.
Tidak hanya keluarga korban, pihak kepolisian dari Polres Metro Depok juga terlihat tengah berkoordinasi untuk mengevakuasi para korban. Tim evakuasi dari Polres Metro Depok tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Multazam Lisendra.
Kecelakaan bus yang terguling di Subang terjadi pada Sabtu (11/5) sekitar pukul 18.45 WIB. Bus tersebut membawa rombongan pelajar dari SMK Lingga Kencana Depok.
Sebanyak 11 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Mayoritas korban merupakan pelajar dari SMK Lingga Kencana.
Pemerintah Kota Depok dan jajaran Polres Metro Depok turut menurunkan 42 ambulans untuk mengevakuasi korban kecelakaan bus yang mengangkut rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok di Subang. Menurut polisi, para pelajar Depok yang menjadi korban meninggal dunia akan dibawa ke Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) SMK Lingga Kencana.
“Yang meninggal dunia akan dibawa ke Yayasan Lingga Kencana,” ungkap Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Multazam Lisendra.
Pemerintah Kota Depok juga akan menyediakan fasilitas perawatan bagi para pelajar atau guru SMK Lingga Kencana yang mengalami luka akibat kecelakaan di Subang. Multazam menyatakan bahwa korban luka akan dirawat di RSUD Depok.
“Yang luka-luka akan dibawa ke RSUD untuk nanti didistribusikan oleh Dinas Kesehatan ke rumah sakit-rumah sakit yang apabila tidak tertampung digeser ke rumah sakit lainnya yang dirujuk oleh Dinas Kesehatan,” katanya.

























