• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Respon Pejabat Publik Saat Banjir Melanda Jabodetabek: Antara Kepedulian Sosial dan Bapak-Ibuisme

fusilat by fusilat
March 6, 2025
in Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : dr. Novita Sari Yahya

Fenomena banjir yang melanda Jabodetabek bukan sekadar bencana alam, tetapi juga cermin dari bagaimana pejabat publik merespons situasi darurat yang menimpa rakyatnya. Salah satu momen yang menjadi sorotan publik adalah video yang memperlihatkan istri Wali Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, yang mengungsi ke hotel mewah saat banjir melanda wilayahnya. Sementara itu, kader-kader organisasi massa turun langsung ke lapangan membantu warga yang terdampak.

Respon pejabat terhadap bencana seperti ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang empati dan kepedulian sosial dalam kepemimpinan. Bagaimana kita memahami perilaku elit politik dalam menghadapi musibah yang menimpa rakyatnya? Dalam konteks Indonesia, pola kepemimpinan sering kali masih berada dalam bingkai bapak-ibuisme.

Bapak-Ibuisme: Warisan Feodalisme dalam Kepemimpinan

Konsep bapak-ibuisme, sebagaimana dijelaskan dalam disertasi Julia Suryakusuma, menggambarkan bagaimana atasan mengatur perilaku anak buahnya, istri atasan mengontrol istri anak buah, dan anak buah pun mengendalikan keluarga mereka. Ideologi ini merupakan hasil perkawinan antara feodalisme dan kapitalisme yang masih hidup dalam alam bawah sadar masyarakat Indonesia.

Di era Orde Baru, bapak-ibuisme menjadi struktur yang mengakar kuat dalam sistem politik dan sosial. Jika pada masa itu “rajanya” adalah Soeharto, maka dalam era desentralisasi, setiap daerah kini memiliki “rajanya” sendiri—para kepala daerah yang memegang kendali kekuasaan dengan mentalitas feodal.

Feodalisme, yang memberikan kekuasaan besar kepada golongan elit, mengakar kuat dalam masyarakat Indonesia. Ini terlihat dari perilaku para pejabat dan keluarganya yang gemar menikmati kehidupan mewah, dilayani seperti raja, dan menjaga jarak dengan rakyat kecil. Dalam masyarakat feodal, ada dua tipe manusia yang terbentuk:

  1. Mereka yang bermental atasan, selalu ingin dihormati, didengar, dan mempertahankan legitimasinya.
  2. Mereka yang bermental bawahan, rendah diri, cenderung patuh, dan seringkali menjadi penjilat untuk mempertahankan posisinya.

Empati Sejati: Belajar dari Kesederhanaan Pendiri Bangsa

Empati tidak bisa dibangun dari pencitraan semata, tetapi harus tercermin dalam gaya hidup dan kebijakan publik. Para pendiri bangsa telah menunjukkan bagaimana pemimpin sejati hidup dalam kesederhanaan dan mengutamakan pelayanan terhadap rakyat:

  • H. Agus Salim dengan prinsipnya leiden is lijden (memimpin adalah menderita), memilih hidup di rumah kontrakan sempit di gang sempit.
  • Bung Hatta, yang sampai akhir hayatnya tak mampu membeli sepatu Bally karena tabungannya tak cukup.
  • Mohammad Natsir, Menteri Penerangan RI, yang tetap mengenakan pakaian bertambalan.

Para pemimpin ini tidak hanya berbicara soal empati, tetapi menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tidak menikmati fasilitas mewah, tetapi justru merasakan kehidupan rakyatnya. Dari mereka, kita belajar bahwa kepemimpinan yang humanis adalah kepemimpinan yang berlandaskan kejujuran, kesederhanaan, dan pengabdian.

Empati dalam Kebijakan Publik, Bukan Sekadar Pencitraan

Empati dalam kepemimpinan tidak boleh berakhir pada pencitraan. Bantuan sembako, posko darurat, dan kunjungan pejabat ke lokasi banjir tidak akan menutupi fakta bahwa banyak kebijakan publik justru menjadi penyebab utama bencana. Misalnya:

  • Alih fungsi lahan yang mengabaikan tata ruang, menyebabkan daerah resapan air semakin berkurang.
  • Penebangan hutan tanpa reboisasi, yang mempercepat erosi dan banjir bandang.
  • Kebijakan yang lahir dari praktik korupsi, di mana izin pembangunan diberikan tanpa memperhitungkan dampak lingkungan.

Jika kebijakan yang merusak lingkungan tetap diberlakukan, maka segala bentuk bantuan darurat tidak lebih dari sekadar strategi pencitraan. Masyarakat mungkin bisa dikelabui oleh pemberitaan media, tetapi tidak dengan catatan sejarah, dan tentu tidak dengan catatan di akhirat.

Penutup

Bencana seperti banjir di Jabodetabek seharusnya menjadi momentum bagi para pemimpin untuk membuktikan empati dan kepeduliannya, bukan sekadar tampil di depan kamera dengan pakaian yang rapi dan senyum simpul. Kepemimpinan sejati bukan tentang dilayani, melainkan melayani. Jika kita ingin membangun bangsa yang lebih baik, maka sudah saatnya kita meninggalkan budaya bapak-ibuisme yang berorientasi pada status, dan kembali ke semangat kepemimpinan yang berlandaskan pengabdian.

Bogor, 6 Maret 2025
Novita Sari Yahya

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Siapa Boy Thohir? Mengapa Terlibat Skandal Opolosan Pertamina?

Next Post

Rumah Dinas Wali Kota Bekasi Kebanjiran, Istri Mengungsi ke Hotel, Gubernur Dedi Mulyadi: “Mari Rasakan yang Diderita Rakyat”

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Dedi Mulyadi Heran, Tagihan Air Sebesar Rp 6,7 M: Mandi Pakai Air Apa?

Rumah Dinas Wali Kota Bekasi Kebanjiran, Istri Mengungsi ke Hotel, Gubernur Dedi Mulyadi: "Mari Rasakan yang Diderita Rakyat"

Dedi Mulyadi: Gubernur Fenomenal – Menyuarakan HANURA

Dedi Mulyadi: Gubernur Fenomenal - Menyuarakan HANURA

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...