• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Reuni UGM Fakultas Kehutanan Peluru Tak Punya Daya Ledak

Ali Syarief by Ali Syarief
October 9, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Reuni UGM Fakultas Kehutanan Peluru Tak Punya Daya Ledak
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Joko Widodo sudah habis langkah. Ia berjalan di antara bayang-bayang masa lalunya, menatap sisa-sisa citra yang dulu ia bangun dengan penuh keyakinan. Kini, citra itu tak lagi menjadi lentera, melainkan bara yang membakar dirinya perlahan.

Ada saat dalam hidup seorang manusia ketika keheningan menjadi musuh. Di sanalah Jokowi kini berdiri—di antara gema masa lalu yang terus menuntut jawaban, dan kenyataan bahwa waktu tak lagi bisa disogok oleh pencitraan.

Ketika ia berkata, “bila sudah dinyatakan oleh Ibu Rektor UGM bahwa ijazahnya asli, ya sudah,” terdengar bukan sebagai kepastian, melainkan sebagai keluh lirih seorang yang kehilangan daya nalar. Kalimat itu bagai daun kering di musim kemarau: rapuh, ringkih, dan mudah terbakar oleh logika.

Orang yang memiliki kebenaran tidak membutuhkan pelindung. Ia cukup berdiri di bawah cahaya, menampakkan dirinya sebagaimana adanya. Tetapi Jokowi memilih bersembunyi di balik tembok otoritas—di balik nama besar seorang rektor, seolah suara akademik bisa menutup lubang keraguan yang kian menganga. Di situlah letak kegetiran itu: ketika kebenaran diganti dengan legitimasi formal, dan bukti diganti dengan ucapan.

“Ya sudah,” katanya—dua kata yang seolah ingin menutup bab, padahal justru membuka lubang baru. Sebab kebenaran yang tak dihadirkan akan selalu hidup sebagai hantu: bergentayangan di ruang publik, mengganggu tidur siapa pun yang berutang kepadanya.

Sejak saat itu, Jokowi tampak kehilangan arah. Ia sering muncul di ruang-ruang yang bukan lagi miliknya, bertemu dengan kekuasaan yang dulu ia tinggalkan, seolah ingin memastikan bahwa bayang-bayangnya belum benar-benar padam. Tetapi justru di situlah tampak kepanikan yang halus: ketakutan untuk menjadi tidak penting.

Dan ketika kabar reuni Fakultas Kehutanan UGM mencuat, seolah-olah udara menjadi sedikit tebal oleh aroma politik lama. Di sana, mungkin ia ingin kembali merasakan tepuk tangan, nostalgia, dan kesetiaan. Tapi yang hadir kini bukan lagi semangat, melainkan kesunyian yang berisik—karena mereka yang datang membawa peluru tanpa mesiu, selongsong kosong yang hanya memantulkan suara, tapi tak punya daya ledak.

Reuni itu bukan perayaan persaudaraan, melainkan upaya pengelabuan. Ia seperti pertunjukan wayang yang dalangnya sudah tak lagi di panggung, namun masih ingin menggerakkan boneka dari kejauhan. Tapi tangan itu kini gemetar, dan tali-tali wayang sudah mulai putus satu per satu.

Kebohongan, sekecil apa pun, akan selalu menuntut tempat bersembunyi. Namun ruang sembunyi itu kini kian sempit. Di setiap pojok, bayangan kebenaran menunggu. Dan dalam kesempitan itu, Jokowi tampak gelisah—seperti seseorang yang tahu bahwa seluruh selubung telah menipis, dan waktu sebentar lagi akan menelanjangi semuanya.

Ia pernah menjadi simbol kesederhanaan, lambang kejujuran, bahkan harapan. Tapi kini simbol-simbol itu menjadi beban. Ia bukan lagi wajah dari rakyat kecil, melainkan cermin dari paradoks kekuasaan: yang semula tampak tulus, namun akhirnya tersesat oleh citra yang diciptakannya sendiri.

Mungkin, pada akhirnya, yang tersisa dari Jokowi bukanlah kekuasaan atau warisan, melainkan pelajaran: bahwa kekuasaan yang dibangun di atas citra adalah istana pasir yang runtuh oleh ombak kebenaran.

Dan di tengah reruntuhan itu, ia masih mencoba tertawa, masih ingin membuat panggung baru, mungkin dengan reuni, mungkin dengan pertemuan simbolik—seolah sejarah masih mau diajak bercanda. Tapi sejarah tak punya selera humor. Ia hanya mencatat, dengan tinta dingin, bahwa semua peluru yang dulu ia punya kini hanyalah selongsong kosong: nyaring bunyinya, tapi tak lagi mematikan apa-apa.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Japan Under Sanae Takaichi: A Nationalism Born of Fear

Next Post

KAHMI Foundation Santuni 45 Yatim SDIT Arahman Saharjo

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
KAHMI Foundation Santuni 45 Yatim SDIT Arahman Saharjo

KAHMI Foundation Santuni 45 Yatim SDIT Arahman Saharjo

Generasi Z: Demokrasi yang Meninabobokan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...