• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ribuan ibu rumah tangga di India bunuh diri setiap tahun? Ini Faktanya

fusilat by fusilat
January 23, 2022
in Feature
0
GETTY IMAGES

GETTY IMAGES

Share on FacebookShare on Twitter

Menurut data yang baru-baru ini dirilis oleh Biro Catatan Kejahatan Nasional (NCRB), 22.372 ibu rumah tangga bunuh diri tahun lalu – atau rata-rata 61 kasus bunuh diri setiap hari atau satu setiap 25 menit.

Sebanyak 14,6% dari total 153.052 kasus bunuh diri yang tercatat di India pada tahun 2020 dan lebih dari 50% total jumlah perempuan yang bunuh diri adalah ibu rumah tangga .

Sejak 1997 ketika NCRB mulai mengumpulkan data bunuh diri berdasarkan pekerjaan, lebih dari 20.000 ibu rumah tangga telah bunuh diri setiap tahun. Pada 2009, jumlahnya naik menjadi 25.092.

“Masalah keluarga” atau “masalah terkait pernikahan” selalu dianggap jadi penyebabnya.

Tetapi apa yang sebenarnya mendorong ribuan perempuan itu untuk mengambil nyawa mereka sendiri?

Pakar kesehatan mental mengatakan alasan utamanya adalah kekerasan dalam rumah tangga yang merajalela – 30% dari semua responden mengatakan dalam survei pemerintah baru-baru ini bahwa mereka telah mengalami kekerasan dari pasangan masing-masing – dan kesibukan sehari-hari yang dapat membuat mereka tertindas dalam kehidupan rumah tangga dan pernikahan.

Dikutip dari BBC.COM “Perempuan rata-rata sangat tangguh, tetapi ada batas toleransinya,” kata Dr Usha Verma Srivastava, psikolog klinis di Kota Varanasi.

“Kebanyakan anak perempuan langsung dinikahkan begitu mereka berusia 18 tahun – usia yang sah untuk menikah. Dia lalu jadi seorang istri dan menantu dan menghabiskan harinya di rumah, memasak, mencuci, dan melakukan pekerjaan rumah lainnya.

Dia pun mengalami segala macam pembatasan, hanya sedikit diberi kebebasan pribadi, dan jarang punya akses mendapat nafkah sendiri.

“Pendidikan dan cita-citanya tidak lagi dianggap penting dan ambisinya mulai perlahan-lahan pudar. Keputusasaan dan kekecewaan muncul serta keberadaannya belaka menjadi siksaan.”

Pada perempuan yang lebih tua, kata Dr Verma Srivastava, alasan bunuh dirinya berbeda.

“Banyak yang menghadapi sindrom ‘sarang kosong’ setelah anak-anak tumbuh dewasa dan meninggalkan rumah dan banyak yang menderita gejala peri-menopause atau sebelum periode menopause yang dapat menyebabkan depresi dan tangisan.”

Tapi bunuh diri, menurut dia, mudah dicegah dan “jika Anda mencegah seseorang barang sejenak, kemungkinan dia akan berhenti”.

Itu karena, seperti yang dijelaskan oleh psikiater Soumitra Pathare, banyak kasus bunuh diri di India yang impulsif. “Pria pulang, lalu memukuli istri, dan perempuan itu bunuh diri.”

Penelitian independen, katanya, menunjukkan bahwa sepertiga perempuan India yang mengakhiri hidup mereka memiliki riwayat menderita kekerasan dalam rumah tangga.

Tetapi kekerasan dalam rumah tangga bahkan tidak disebutkan dalam data NCRB sebagai penyebabnya.

Chaitali Sinha, seorang psikolog di aplikasi kesehatan mental Wysa yang berbasis di Bangalore, mengatakan “banyak perempuan menghadapi situasi kekerasan dalam rumah tangga yang tetap dapat mempertahankan kewarasan mereka hanya karena ada dukungan informal yang mereka terima”.

Sinha, yang sebelumnya bekerja selama tiga tahun di rumah sakit psikiatri pemerintah di Mumbai, memberikan konseling kepada para penyintas percobaan bunuh diri.

Dia menemukan bahwa perempuan membentuk kelompok kecil yang saling mendukung saat bepergian dengan kereta api lokal atau dengan tetangga saat membeli sayuran.

“Mereka tidak punya cara lain untuk mengekspresikan diri dan terkadang kewarasan mereka bergantung pada percakapan yang bisa mereka lakukan hanya dengan satu orang,” katanya, menambahkan bahwa pandemi dan pemberlakuan karantina wilayah memperburuk situasi mereka.

“Ibu rumah tangga memiliki ruang yang aman setelah laki-laki pergi bekerja, tetapi hal itu menghilang selama pandemi. Dalam situasi kekerasan dalam rumah tangga, itu juga berarti mereka sering terjebak dengan penganiaya mereka.

Itu semakin membatasi gerak mereka dan kemampuan mereka untuk melakukan hal-hal yang membuat mereka senang atau terhibur. Jadi kemarahan, sakit hati, dan kesedihan menumpuk seiring waktu dan bunuh diri menjadi langkah terakhir.”

India mencatat angka bunuh diri tertinggi secara global.

Seperempat dari kasus bunuh diri global dilakukan laki-laki di India. Begitu pula 36% dari semua kasus bunuh diri global dalam kelompok usia 15 hingga 39 tahun dilakukan perempuan di negara itu.

Tetapi Dr Pathare, yang telah meneliti gangguan mental dan pencegahan bunuh diri, mengatakan angka resmi di India tidak menggambarkan skala masalah yang sebenarnya.

“Jika Anda melihat data Million Death Study [yang memantau hampir 14 juta orang di 2,4 juta rumah tangga antara 1998-2014] atau Lancet Study, kasus bunuh diri di India dilaporkan kurang dari 30% hingga 100%.”

Bunuh diri, katanya, “masih belum dibicarakan secara terbuka di lingkungan perusahaan – ada rasa malu dan stigma yang melekat padanya dan banyak keluarga mencoba menyembunyikannya.

Di pedesaan India, tidak ada persyaratan untuk autopsi dan orang-orang kaya diketahui mempengaruhi polisi setempat untuk menunjukkan bunuh diri sebagai kematian yang tidak disengaja. Dan laporan polisi tidak diverifikasi.”

Pada saat India sedang mengembangkan strategi pencegahan bunuh diri nasional, Dr Pathare mengatakan prioritasnya harus memperbaiki kualitas data.

“Jika Anda melihat jumlah percobaan bunuh diri di India, jumlahnya sangat rendah. Di mana pun di dunia, mereka umumnya empat sampai 20 kali [jumlah] bunuh diri yang sebenarnya. Jadi, jika India mencatat 150.000 kasus bunuh diri tahun lalu, percobaan bunuh diri akan berkisar antara 600.000 dan enam juta.”

Ini, kata Dr Pathare, adalah populasi berisiko pertama yang harus ditargetkan untuk langkah intervensi pencegahan bunuh diri. Tapi kami tertatih-tatih oleh data yang buruk, katanya, dengan konsekuensi di seluruh dunia.

“Target PBB adalah untuk mengurangi bunuh diri secara global hingga sepertiga pada tahun 2030, tetapi pada tahun lalu, kita telah meningkat sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Dan menguranginya tetap menjadi impian.”

Jika Anda, sahabat, atau kerabat memiliki kecenderungan bunuh diri, segera hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas, Rumah Sakit terdekat, atau Halo Kemenkes dengan nomor telepon 1500567.

Anda juga dapat mencari informasi mengenai depresi dan kesehatan jiwa dengan mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan seperti LSM Into The Light melalui intothelightid.org dan Yayasan Pulih pada laman yayasanpulih.org.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Aphelion Sebabkan Cuaca Dingin hingga Agustus? Ini Kata BMKG

Next Post

Buat Anda Pengguna Vaksin Sinovac, Kabar Baru Soal Omicron, Berikut Faktanya…

fusilat

fusilat

Related Posts

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain
Feature

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026
Next Post
Buat Anda Pengguna Vaksin Sinovac, Kabar Baru Soal Omicron, Berikut Faktanya…

Buat Anda Pengguna Vaksin Sinovac, Kabar Baru Soal Omicron, Berikut Faktanya...

“NEW NORMAL” harus jadi “NOW NORMAL”

"NEW NORMAL" harus jadi "NOW NORMAL"

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Tak pernah kita menyaksikan Jusuf Kalla seemosional...

Read more
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Negeri Para Jongos

Seberapa Pentingkah Teddy Wijaya Bagi Bangsa Ini?

April 19, 2026
JK dan Keris Mpu Gandring

JK dan Keris Mpu Gandring

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist