Jakarta, Fusilatnews. – Lain penyurvei, lain pula hasilnya. Kali ini Ridwan Kamil melesat mengungguli nama-nama yang selama ini teratas menurut Lembaga survei yang lain: Ganjar Pranowo, Prabowo dan Anies. Memang survey-survei yang dilakukan oleh Non Lembaga Survei, seperti ILC dan inisiatip para nitizen, selalu menghasilkan Anies Baswedan sebagai unggulan teratas.
SMRC Saiful Mujani, merilis hasil survei terakhir bahwa prosentasi Prabowo meningkat, bahkan Puan Maharani juga mulai naik elektabilitasnya. Tetapi tetap Ganjar Pranowo adalah yang teratas dan Anies Baswedan yang paling buncit.
Lembaga survei CiG Mark melaporkana hasilnya, “Jawa Barat dalam Pusaran Politik 2024” menempatkan Ridwan Kamill, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan sebagai calon presiden unggulan di Bumi Pasundan. CEO CiG Mark, Panca Pratama, menerangkan sebanyak 41,1 persen responden menjatuhkan pilihan pada Ridwan Kamil sebagai capres dalam simulasi 10 nama capres.
Seiring dengan hasil survey tersebut, pada keteranga lain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku sudah mulai aktif mempopulerkan diri akhir-akhir ini. Langkah tersebut ia lakukan sehubungan dengan berbagai hasil survei Pilpres 2024 yang masih menempatkannya dalam daftar 10 besar calon presiden potensial.
Emil mengatakan bahwa setiap hasil survei umumnya menyatakan bahwa tingkat kesukaan masyarakat terhadap dirinya relatif tinggi. Hal tersebut, kata dia, merupakan masalah berulang yang terjadi sejak zaman pemilihan Wali Kota Bandung. “Popularitas rendah, kesukaan tinggi. Pilgub sama,” ujarnya.
Menurut Emil, sosoknya lebih dikenal mayoritas masyarakat menengah atas di perkotaan ketimbang menengah bawa di desa. Agar semakin dikenal masyarakat pedesaan, Emil berupaya menjangkau mereka lewat perannya sebagai Bapak Pembangunan Desa.
Pada November 2021, Emil dilantik Badan Permusyawaratan Desa karena dinilai konsisten mendukung kemajuan desa.
Nama Ridwan Kamil diketahui kerap muncul di berbagai survei calon presiden 2024. Dibanding Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, elektabilitas Emil masih di bawah mereka.
Pada survei Indonesia Political Opinion (IPO), misalnya, menempatkan Emil di posisi keenam dengan tingkat elektabilitas 7,5 persen. Survei yang dirilis pada 4 Desember 2021 itu menempatkan Anies di urutan pertama, Sandiaga di urutan kedua, dan Ganjar di urutan ketiga.
Kemudian survei Politika Research & Consulting (PRC) pada 8 Oktober-4 November 2021 menempatkan nama Ridwan Kamil di urutan keenam dengan elektabilitas sebesar 4,3 persen. Ia berada di bawah nama Prabowo, Ganjar, Anies, Sandiaga, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Responden banyak memilih Ridwan Kamil sebesar 41,1 persen, disusul oleh Prabowo Subianto. Polanya hampir sama seperti simulasi 18 nama tadi, Ridwan Kamil cukup mendominasi baik di 18 nama maupun 10 nama yang kita uji,” kata Panca di Hotel Bintang Baru, Jakarta Pusat, Minggu, 13 November 2022.
Adapun Prabowo Subianto mendulang suara sebesar 23,5 persen. Panca menyebut konteks Prabowo mengikuti pilpres dua kali pada 2014 dan 2019 tidak bisa dilepaskan dari tingginya suara Ketua Umum Partai Gerindra itu. Sehingga, angka keterkenalan Prabowo oleh masyarakat Jawa Barat juga tinggi.
Calon Presiden Partai NasDem, Anies Baswedan, menempati posisi ketiga dengan suara sebesar 14,9 persen. Saat simulasi dikerucutkan menjadi 6 nama, Ridwan Kamil tetap menempati peringkat teratas. “Dari simulasi 10 nama tadi ada yang mengubah ke Ridwan Kamil, Prabowo, Anies, atau Ganjar. Tapi tetap Ridwan Kamil jadi posisi teratas untuk kandidat capres dari 6 nama ini,” kata dia.
Panca menyebut Jawa Barat menjadi salah satu provinsi penentu dalam pilpres. Adapun survei ini digelar pada 12-28 September 2022 dengan jumlah 825 responden. Selain wawancara tatap muka, survei dilancarkan melalui aplikasi sehingga kesalahan teknis dalam pengambilan data di lapangan bisa dideteksi lebih dini.





















