• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Risiko Glorifikasi Misi Perdamaian Jokowi

fusilat by fusilat
July 9, 2022
in Feature
0
Risiko Glorifikasi Misi Perdamaian Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Ronny P Sasmita

Saat mendengar berita bahwa Presiden Jokowi akan pergi ke Kiev dan Moskow setelah menghadiri acara KTT G7 di Jerman, saya agak bingung mencernanya. Sebenarnya niat Jokowi mau apa bertemu dua orang pemimpin dari dua negara yang sedang baku hantam? Briefing seperti apa yang diterima Presiden dari para staf ahli hubungan internasional Istana dan Kementerian Luar Negeri, hingga terbersit di dalam hati untuk mencoba upaya yang gagal dilakukan oleh Prancis dan Jerman, plus oleh Turki dan Israel beberapa waktu lalu?
Perdamaian Ukraina dan Rusia, dalam perspektif apapun, nyatanya ada di tangan Rusia dan dunia Barat. Setidaknya begitulah hasil analisis dan diagnosis dari para pakar geopolitik dan geostrategi dunia. Dan, ketegangan kedua negara bukanlah perkara baru. Artinya, secara prinsipil, kedatangan Jokowi sebenarnya bukanlah sebagai game changer atas perang yang sedang berlangsung, bahkan cenderung sebagai seremonial saja, terutama bagi Jokowi per se.

Karena, sangat sulit untuk dibayangkan kira-kira apa yang akan ditawarkan Jokowi kepada kedua pemimpin negara itu agar mereka berhenti baku hantam. Tampaknya tak ada, kecuali lampu hijau untuk hadir di KTT G20 nanti. Sayangnya, dari perkembangan geopolitik di kubu Barat, pun preseden kehadiran Putin di acara serupa, jatah kursi di KTT G20 ternyata bukanlah faktor penting dalam menentukan sikap negara anggotanya, terutama bagi Vladimir Putin.

Putin pernah berada pada posisi canggung di acara G20 pada 2014 lalu. Putin akhirnya duduk menghabiskan makanannya sendiri tanpa ditemani pemimpin negara lain di KTT G20 Brisbane, Australia. Sebabnya adalah invasi Rusia atas Crimea, salah satu wilayah Ukraina, pada tahun itu. Walhasil, Putin pulang lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.

KTT G20 tersebut nyatanya tak berhasil mengembalikan Crimea ke Ukraina dan tidak menghentikan Putin untuk menebar little green army-nya (tentara bayaran) di daerah Luhanks dan Donbask. Karena bagi Putin, persoalan dengan Ukraina adalah persoalan yang dibuat oleh dunia Barat, bukan persoalan yang dibuat oleh Rusia. Bahkan Putin tetap bergeming meskipun akhirnya Rusia dikeluarkan dari keanggotaan G8 setelah itu, sehingga namanya kembali berubah menjadi G7

Karena itu, menurut Putin, perkara perang atau damai terletak di tangan dunia Barat (bukan Rusia, apalagi Indonesia), yakni menghentikan enlargement (NATO dan EU) atas Ukraina dan mendemiliterisasi daerah-daerah di Ukraina yang berbatasan langsung dengan Rusia (Southern Ukraine). Jika dunia Barat justru mendukung Ukraina untuk menggagalkan permintaan Rusia tersebut, maka selama Putin masih bertahta di Kremlin, situasi akan tetap seperti hari ini.

Jadi semestinya dalam konstelasi geopolitik tersebut, kehadiran Jokowi sangat berpeluang tidak menghasilkan apa-apa, kecuali seremoni dan sedikit peluang mendapatkan reputasi internasional. Karena itu saya cukup heran dengan briefing yang diterima Jokowi dari para staf ahli hubungan internasionalnya dan Kementerian Luar Negeri.

Bahkan nyatanya Jokowi tidak saja minus tawaran strategis untuk kedua negara agar segera berdamai, tapi justru digadang-gadang membawa permintaan kepada kedua negara, permintaan yang konon merepresentasikan negara-negara berkembang yang kelabakan oleh bibit-bibit resesi dunia yang telah disebabkan oleh peperangan tersebut. Selain, tentunya soal kepastian pasokan gandum dari Ukraina untuk Indonesia mengingat eksposur impor gandum dari Ukraina cukup besar

Namun demikian, jika tetap mau dipaksakan, Jokowi tentu masih punya konteks dan legitimasi legal untuk mendatangi kedua pemimpin negara yang sedang berseteru itu, yakni tugas konstitusional yang tercantum dengan jelas di dalam UUD 1945, tepatnya tugas untuk mengupayakan perdamaian dunia. Setidaknya, terlepas dari minimnya potensi keberhasilan dari misi tersebut, Jokowi telah berupaya memainkan peran konstitusional Indonesia di tingkat global. Lumayanlah, daripada tidak sama sekali.

Jadi tak salah juga jika beberapa pihak justru menglorifikasi dan merayakan peran global Jokowi tersebut. Untuk konteks yang satu ini, bagaimanapun seluruh rakyat Indonesia tentu harus mendukung misi itu. Kalau perlu, hajatan Jakarta diperpanjang atas nama peran baru Jokowi tersebut. Tak perlu dikritik, meskipun kita menyadari bahwa Indonesia bukanlah pemain kunci di tingkat global yang suaranya perlu dipatuhi oleh Putin dan Zelenski.

Dengan lain perkataan, setelah kembali lagi ke Indonesia, Jokowi tetap masih bertanggung jawab atas berbagai persoalan di dalam negeri. Jokowi masih boleh dikritik atas mahalnya harga cabe dan minyak goreng. Itu yang terpenting. Namun, jangan sampai kartu baru berupa peran global Indonesia yang sedang dimainkan Jokowi dimaksudkan untuk membangun reputasi internasional agar reputasi dalam negeri yang mulai melorot terlupakan.

Jika sampai demikian, tentu secara logika akhirnya Jokowi tak berbeda dengan Vladimir Putin sendiri. Secara politik, aksi koboi Putin menginvasi Ukraina bersamaan dengan tenggelamnya peringkat approval pemerintahan Putin di level domestik. Sehingga salah satu jalan strategis bagi Putin untuk menaikkan dukungan rakyat Rusia adalah dengan memainkan kartu nasionalisme, yakni berperang ke luar (pada 2008 nyaris menginvasi Georgia, 2014 menginvasi Crimea, dan 2022 merangsek ke Ukraina)

Langkah ini memiliki sisi baik dan buruk secara politik. Jika peperangan dimenangkan, biasanya peringkat approval sang pemimpin akan kembali kinclong. Tapi jika kalah, karier politik sang pemimpin biasanya tamat. Pada awal Perang Dunia II, keberhasilan Hitler dalam menaklukkan negara-negara di Eropa disambut meriah oleh mayoritas rakyat Jerman. Rakyat Jerman berpesta pora di setiap berita keberhasilan Hitler dalam menaklukkan tetangganya. Namun kekalahan yang bermula di Leningrad pelan-pelan merontokkan peringkat approval Hitler. Ia mulai jarang muncul ke ruang publik, sampai akhirnya bunuh diri di bungker.

Hal yang sama dilakukan oleh Erdogan di Turki. Erdogan mulai membawa Turki ke ranah konfrontatif dengan dunia Barat dan memainkan kartu nasionalisme-populasime setelah peringkat approval-nya mulai memudar di mata pemilih Turki. Sampai hari ini, Erdogan terbilang berhasil memungut kembali simpati publik Turki secara pelan-pelan. Langkah sederhana yang diambil Erdogan di ranah domestik adalah memaki-maki dunia Barat. Namun di tingkat global, Turki siap bersitegang dengan Yunani, siap memainkan peran pragmatis di Libya, dan lebih dulu mencoba mendamaikan Putin dengan Zelenski, walaupun terbilang gagal.

Mahathir Mohamad pun pernah memainkan kartu yang sama saat krisis moneter Asia 1997-1998. Mahathir menyalahkan George Soros dalam kapasitasnya sebagai spekulator mata uang dunia atas krisis yang terjadi di Thailand, Indonesia, dan Malaysia (banyak sedikitnya juga melanda Korea Selatan dan Taiwan). Mahathir pun aktif mengambil peran global dengan upaya-upaya membangun jembatan kerja sama di Asia Pasifik, terutama dengan Jepang, dan menawarkan berbagai resep ekonomi serta diplomasi ekonomi untuk ranah Asia Pasifik. Hasilnya sangat positif. Mahathir berhasil menghindari kutukan rakyat Malaysia, di saat Pak Harto justru tersungkur keprabon dihantam krisis moneter.

Dalam konteks Jokowi hari ini, ada peluang puja-puji dan glorifikasi di ranah domestik atas keberanian Jokowi untuk melanglang buana naik kereta ke Kiev, lalu terbang ke Moskow. Namun bukan tidak mungkin reputasi Jokowi di tingkat nasional dan global justru semakin buruk jika perang tak juga selesai dan resesi dunia semakin mendekat. Artinya, kehadiran Jokowi memang tidak memberi dampak apa-apa.

Entah apa reaksi kita setelah mengglorifikasi misi damai Jokowi ke Ukraina, lalu muncul banyak pemberitaan bahwa tak lama setelah Jokowi kembali ke Indonesia, perang berkecamuk lagi? Entahlah. Satu pelajaran penting dapat dipetik bahwa mengambil peran yang tidak diambil oleh pemimpin dunia lain belum tentu sebuah terobosan, boleh jadi sebuah keblunderan

Ronny P Sasmita Analis | Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution

Dikutip dari detik.com, Jumat 08 Juli 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Memenas! Menlu Rusia Walk Out di Forum G20

Next Post

Biden Tanda Tangani Executive Order Legalisasi Aborsi

fusilat

fusilat

Related Posts

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?
Feature

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik
Feature

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026
Feature

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Next Post
Joe Biden dan pakar luar negeri ikut soroti kepindahan IKN: Ada potensi banjir dan korupsi miliaran dolar

Biden Tanda Tangani Executive Order Legalisasi Aborsi

Krisis Energi Hajar Eropa, Kekacauan Didepan Mata

Krisis Energi Hajar Eropa, Kekacauan Didepan Mata

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

June 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist