• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

SALAH KAPRAH TENTANG IDUL FITRI

fusilat by fusilat
May 8, 2022
in Feature
0
SALAH KAPRAH TENTANG IDUL FITRI

Foto: istock

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Malika D. Ana | Sosial, Politic, Ethoscience Enthusiast

“…Orang yang berpuasa akan mendapat dua kegembiraan. Apabila berbuka ia  merasa gembira (idza afthara fariha). Dan apabila bertemu dengan Allah, ia gembira pula karena puasanya (wa idza laqiya rabbahu fariha bishoumihi)”. 

Hakikat puasa adalah Imsak atau Menahan Diri atau Ngêmpêt. Menahan dari apa? Menahan dari keinginan-keinginan yang mengepung diri semenjak bangun tidur hingga menjelang tidur. Keinginan-keinginan itu bukan dihilangkan, melainkan untuk dididik, 13 jam sehari, ada yang 16, 18, bahkan 22 jam sehari berpuasa.

Keinginan apakah yang harus dididik? Ya keinginan makan, minum, ML, ingin ini ingin itu banyak sekali. Menahan amarah bagi yang mudah marah, menahan ghibah buat yang seneng ghibah, dan sebagainya. Secara individual, puasa menahan kebiasaan buruk masing-masing individu. Mudah marah, benci, memaki, iri dengki, serakah dan pendendam juga kecewa. Jika dalam bahasa agama, manusia dikenai sifat-sifat amarah, luwamah dan muthmainah…

Puasa bisa menyadarkan bahwa perbuatan buruk dan atau perbuatan akibat dorongan nafsu memang tidak baik bagi manusia. Sebelum buka puasa keinginan makan ini makan itu, minum ini minum itu luarbiasa besarnya, kemaruk trus semuanya dibeli dan dicari, semua kayak pengen dimakan, bal geduwal kabeh pengene diuntal…. Pas buka puasa, minum segelas air dan sedikit cemilan sudah kenyang ternyata. Puasa juga bisa mengingatkan dan menyadarkan bahwa manusia adalah mahluk yang tidak pernah puas.

Maka (berbuka) puasa mengingatkan kita akan perbedaan kebutuhan dengan keinginan. Banyaknya keinginan menjadikan sumber penderitaan. Manusia menderita lebih banyak disebabkan karena mengejar keinginannya, bukan sekadar memenuhi kebutuhannya.

“Puasa adalah pekerjaan menahan di tengah kebiasaan menumpahkan, atau mengendalikan di tengah tradisi myelampiaskan.” — mengutip Cak Nun.

Saat Maghrib tiba, orang yang berpuasa melakukan aktivitas makan minum dan lain-lain yang disebut berbuka puasa.

Kenapa disebut berbuka?

Pertama, bahasa Arab untuk aktivitas berbuka puasa adalah “al-ifthar”. “Al-ifthar” berasal dari akar kata “fathara-yafthuru-fathr”, yang arti dasarnya “qatha’a” (memotong).

Dalam Mu’jam al-Lughah al-Arabiyyah al-Mu’ashirah halaman 1721 (jilid 3) disebutkan: Afthara al-rajul atau fathara al-shaim, artinya qatha’a shiyamahu bi tanawaul al-tha’am wa al-syarab (“memotong” puasa menggunakan makanan atau minuman yang lazim disini disebut “mokel” atau “mothel”).

Dalam berbuka puasa, kita “memotong” atau “mokel” atau di kampung saya ngomongnya “mothel” puasa. Memotong aktivitas menahan makan, memotong aktivitas menahan minum, dan memotong aktivitas menahan hubungan intim. Semua larangan saat siang di bulan Ramadan itu “dipotong” menjadi boleh dilakukan saat magrib tiba hingga imsyak.

Dalam surah Al-Infithar ayat pertama Allah berfirman: Idza al-sama’u infatharat. Apabila langit terbelah. Infatharat artinya insyaqqat. Dalam “berbuka puasa”, kita “membelah” puasa. Fathara-yafthuru-fathr juga memiliki arti dasar “syaqqa” (membelah atau merobek). Ya anggaplah misal aktivitas puasa adalah buah durian. Cara membuka durian adalah dengan membelahnya tentu saja. Atau misal aktivitas puasa dianalogikan sebagai kado, maka buka puasa juga bisa disebut “merobek” puasa. Karena cara membuka kado adalah dengan merobek bungkusnya.

Lalu ada efek “terbuka” dalam tindakan membelah dan merobek. Terkandung makna “buka” dalam “al-ifthar”. Maka, tepat jika al-ifthar diterjemahkan sebagai “buka puasa”.

Kedua, sebagaimana dalam Lisan al-‘Arab. Dalam kamus Lisan al-‘Arab ditema fa-tha-ra, Ibnu al-Mandzur menulis: minhu ukhidza “fithr al-shaim” liannahu yaftahu fahu. Dari “fathara” yang bermakna “syaqqa”(membelah; merobek) itulah muncul kata “fithr al-shaim” atau hidangan orang yang berpuasa saat Maghrib tiba. Sebab, saat Maghrib tiba, orang berpuasa akan “membuka mulutnya untuk memasukkan hidangan”. Ketika waktu maghrib tiba, orang berpuasa membatalkan puasanya dengan makan atau minum, dan saat makan atau minum itulah, tentu saja, ia harus membuka mulutnya.

Begitulah istilah khas Indonesia “buka puasa” menemukan asal-usulnya. Disebut “buka puasa” sebab pada saat berbuka puasa, orang harus membuka mulutnya untuk makan dan minum. Maka, arti “buka puasa” adalah membuka mulut untuk membatalkan puasa dengan cara memasukkan makanan atau minuman. Ajjala, yu’ajjilu, ta’jilan = segerakan buka | afthara, yufthiru, ifthoron = silakan mokel. Maka ada makanan dan minuman untuk berbuka yang disebut ta’jil, kue-kue, kolak, kacang ijo, biji salak, gorengan, atau makanan kecil lainnya.

Diakhir Ramadhan, akhirnya kita bertemu dengan Idul Fitri. Yang asal katanya seperti telah dijelaskan diatas, dari kata afthara – yufthiru [arab: أفطر – يفطر], yang artinya berbuka atau tidak lagi berpuasa. Disebut Idul Fitri, karena hari raya ini dirayakan bersamaan dengan selesainya kaum muslimin menjalankan puasa bulan Ramadhan. Maka Idul Fitri adalah perayaan selesainya puasa dengan berbuka(makan, minum dan lain-lain). Merujuk pendapat diatas, Fitri itu TIDAK sama dengan Fitrah. Fitri dan Fitrah adalah dua kata yang berbeda. Beda dalam arti dan penggunaannya. Namun, mengingat cara pengucapannya yang hampir sama, banyak masyarakat Indonesia menyangka bahwa itu dua kata yang sama.

Kata Fitrah disebutkan dalam Al-Quran, QS. Ar-Rum: 30:
“Hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.”

Dengan demikian, setiap manusia yang dilahirkan, dia dalam keadaan fitrah, suci dan bersih. Karena telah mengenal Allah sebagai Tuhannya. Alastu birabbikum qolu bala syahidna….“Bukankah Aku ini Tuhanmu?” dan dijawab : “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi”.

Sepotong ayat dari QS. Al-A’raf: 172 ini adalah janji setiap manusia sebelum dilahirkan ke dunia. Kesaksian kepada Sang Pencipta. Janji, bahwa kita mengakui Allah SWT adalah Tuhan, janji bahwa akan melaksanakan perintahNya, dan menjauhi laranganNya, taat dan patuh hanya kepadaNya.

Nahh kesalahan pemaknaan dihampir seluruh lapisan masyarakat itu menganggap Idul Fitri diartikan sebagai kembali suci. Setelah menyelesaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan, pada saat Idul Fitri dianggap telah kembali suci, bersih dari semua dosa. Lalu diikuti dengan bermaafan. Sehingga usai hari raya, menganggap diri layaknya bayi yang baru dilahirkan, suci bersih dari semua dosa. Turunan dari pemaknaan ini, sebagian masyarakat sering menyebut tanggal 1 Syawal dengan ungkapan ‘Hari Yang Fitri’.

Kesalahan pemaknaan dihampir seluruh lapisan masyarakat itu menganggap Idul Fitri diartikan sebagai kembali suci. Setelah menyelesaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan, pada saat Idul Fitri dianggap telah kembali suci, bersih dari semua dosa dan kesalahan. Lalu diikuti dengan saling bermaafan. Sehingga usai hari raya, menganggap diri layaknya bayi yang baru dilahirkan, suci bersih dari semua dosa. Turunan dari pemaknaan ini, sebagian masyarakat sering menyebut tanggal 1 Syawal dengan ungkapan ‘Hari Yang Fitri’.

Demikianlah….maka sekali lagi, Idul Fitri bermakna BERBUKA, atau TIDAK BERPUASA. Dan doa terbaik adalah TAQABBALLAHU MINNA WA MINKUM SHIYAMANA WA SHIYAMUKUM, SEMOGA ALLAH MENERIMA AMAL DAN PUASA KAMI DAN KALIAN….aamiin. (🥀mda) 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menpan RB Setuju ASN WFH Setelah Libur Lebaran

Next Post

SELAMATKAN INDONESIA DENGAN COMMON ENEMY TERHADAP OLIGARKHY

fusilat

fusilat

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
SELAMATKAN INDONESIA DENGAN COMMON ENEMY TERHADAP OLIGARKHY

SELAMATKAN INDONESIA DENGAN COMMON ENEMY TERHADAP OLIGARKHY

Peringati May Day, Buruh Akan Gelar Aksi dan Sampaikan 16 Tuntutan Ini

Peringati May Day, Buruh Akan Gelar Aksi dan Sampaikan 16 Tuntutan Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...