Jakarta – Fusilatnews – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan bahwa hingga saat ini, telah terdeteksi 88 kasus Mpox, atau yang lebih dikenal sebagai cacar monyet, di Indonesia. Hubungan seksual sesama jenis, terutama di kalangan lelaki, disebut sebagai salah satu faktor utama penyebaran wabah ini. Penyakit Mpox telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai darurat kesehatan global.
Menurut laporan Kemenkes, kasus-kasus Mpox tersebut tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, dengan DKI Jakarta mencatat jumlah tertinggi sebanyak 59 kasus konfirmasi. Selain itu, Jawa Barat mencatat 13 kasus konfirmasi, Banten 9 kasus, Jawa Timur 3 kasus, Daerah Istimewa Yogyakarta 3 kasus, dan Kepulauan Riau 1 kasus.
Dari total 88 kasus yang tercatat, sebanyak 87 orang telah dinyatakan sembuh, sementara satu kasus masih dalam perawatan. Kemenkes terus memantau perkembangan penyebaran penyakit ini dan menghimbau masyarakat, khususnya kelompok yang rentan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan tindakan pencegahan.
Penyebaran Mpox, yang awalnya diketahui menular melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, kini lebih banyak disebabkan oleh kontak erat antar manusia, termasuk hubungan seksual sesama jenis. WHO telah menyoroti bahwa peningkatan kasus ini sebagian besar terjadi di komunitas yang memiliki perilaku seksual berisiko.
Kemenkes mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala yang mirip dengan Mpox, seperti demam, ruam, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Edukasi mengenai cara pencegahan dan penanganan Mpox juga terus digencarkan oleh pemerintah sebagai langkah untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini.

























