• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Senyatanya “Jokowi Naik Panggung Kekuasaan Tanpa Kemampuan, Lengser Tanpa Kehormatan”

Ali Syarief by Ali Syarief
September 21, 2024
in Feature, Layanan Publik
0
Presiden Joko Widodo (Jokowi) Akan Lakukan Reshuffle Menteri Kabinet Indonesia Maju
Share on FacebookShare on Twitter

Sejak pertama kali naik ke tampuk kekuasaan, Joko Widodo atau Jokowi telah menimbulkan berbagai perdebatan. Ia datang dengan janji-janji besar—membangun infrastruktur, memberantas korupsi, dan memperbaiki kesejahteraan rakyat. Namun, sembilan tahun setelahnya, semakin banyak yang menyadari bahwa Jokowi mungkin tidak pernah memiliki kemampuan yang memadai untuk memimpin negeri ini. Tidak hanya kekurangan visi dan kecakapan, Jokowi juga tidak menunjukkan kemampuan dasar yang seharusnya dimiliki seorang pemimpin negara sebesar Indonesia.

Kini, ia bersiap lengser tanpa kehormatan, dan kita sedang menyaksikan kenyataan tersebut. Lebih dari sekadar penurunan popularitas, warisan kepemimpinan Jokowi penuh dengan kebingungan, ketidakmampuan, dan ketidakberdayaan dalam menghadapi tantangan bangsa. Yang lebih mengkhawatirkan, gambaran serupa kemungkinan besar akan terjadi pada anaknya, Gibran Rakabuming Raka, yang terpilih sebagai Wakil Presiden. Seperti bapaknya, ia pun diragukan kapasitasnya. Dengan rekam jejak yang minim dan kecakapan kepemimpinan yang belum terbukti, rakyat Indonesia harus mempersiapkan diri menghadapi kepemimpinan yang mungkin lebih buruk.

Ungkapan Latin “que extendit sine labore, descendit sine honore” (yang berarti “dia naik tanpa kemampuan, dia turun tanpa kehormatan”) seolah menggambarkan perjalanan politik Jokowi. Naik ke panggung kekuasaan tanpa bekal kompetensi yang memadai, kini ia berada di ambang sejarah yang mencatatnya sebagai pemimpin yang gagal memikul amanah dengan baik.

Kegagalan dalam Komunikasi

Salah satu kelemahan paling mencolok dari kepemimpinan Jokowi adalah ketidakmampuannya dalam berkomunikasi secara efektif, baik kepada rakyatnya maupun kepada pejabat pemerintahannya sendiri. Komunikasi yang terputus-putus dan seringkali ambigu membuat kebijakan-kebijakan yang ia keluarkan sulit dipahami. Ketika rakyat memerlukan kepastian, Jokowi sering memberikan jawaban yang tidak konkrit, menghindari persoalan utama, atau berbicara dalam istilah yang mengaburkan substansi. Pada masa pandemi COVID-19, misalnya, ketidakjelasan arahan pemerintah dalam merespons krisis memperburuk keadaan di lapangan.

Di sisi lain, komunikasi yang buruk dengan birokrasi dan pemangku kepentingan lainnya menyebabkan pelaksanaan kebijakan yang berantakan. Dalam banyak hal, Jokowi terkesan tidak dapat mengendalikan atau memimpin diskusi di antara lingkaran kekuasaannya, sehingga banyak keputusan diambil oleh pihak-pihak di sekitarnya, bukan atas inisiatif atau kepemimpinannya sendiri.

Kepemimpinan yang Lemah

Kepemimpinan yang kuat bukan hanya soal menyusun rencana besar, tetapi juga tentang kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat di saat-saat krisis. Jokowi berulang kali menunjukkan kelemahan dalam hal ini. Ia kerap menunda keputusan penting atau membuat keputusan setengah matang yang kemudian harus dikoreksi atau dibatalkan. Sebuah negara sebesar Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengambil langkah tegas dan tepat, namun Jokowi sering kali terjebak dalam keragu-raguan.

Selain itu, tidak ada visi yang jelas dalam arah pembangunan nasional. Proyek-proyek infrastruktur besar yang digembar-gemborkan oleh pemerintah justru tidak disertai dengan pendekatan yang terintegrasi dalam mengatasi masalah mendasar bangsa. Akibatnya, banyak proyek berakhir sebagai sekadar simbol pembangunan, tetapi tidak memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat.

Minim Literasi Kebijakan Publik

Salah satu persoalan mendasar dalam kepemimpinan Jokowi adalah minimnya literasi kebijakan publik dan penguasaan isu-isu penting yang dihadapi bangsa. Sebagai pemimpin, ia diharapkan memahami dengan baik bidang-bidang seperti ekonomi, politik, hukum, dan hubungan internasional. Namun, dalam berbagai kesempatan, Jokowi sering kali menunjukkan ketidakmampuan untuk memahami masalah-masalah kompleks yang ada di depannya. Jawaban yang dangkal dan sering kali tidak berhubungan dengan persoalan inti menimbulkan keraguan tentang seberapa dalam pemahaman Jokowi terhadap isu-isu krusial negara.

Kebijakan yang dikeluarkan kerap terkesan dangkal dan tidak melalui kajian mendalam. Dampaknya jelas, banyak kebijakan yang gagal menyentuh akar persoalan, sementara beban utang negara terus meningkat. Ketidakmampuan Jokowi untuk memahami konsekuensi jangka panjang dari kebijakannya menimbulkan kekhawatiran di kalangan akademisi, ekonom, dan rakyat yang harus menanggung beban tersebut.

Rakyat Menjadi Korban

Yang paling menyedihkan dari kegagalan kepemimpinan Jokowi adalah dampaknya terhadap rakyat. Kesulitan ekonomi, ketidakadilan hukum, serta lemahnya penegakan supremasi hukum membuat rakyat Indonesia menjadi korban dari kebijakan yang tidak efektif. Kesenjangan sosial semakin melebar, sementara korupsi terus menggerogoti tubuh pemerintahan. Janji-janji besar seperti pembangunan infrastruktur tidak mampu menjawab kebutuhan mendasar rakyat akan lapangan kerja, pendidikan, dan kesehatan yang layak.

Sementara itu, sektor pertanian dan industri dalam negeri mengalami kemunduran. Indonesia yang dahulu dikenal sebagai negara agraris dan pusat rempah-rempah, kini justru menjadi pengimpor utama berbagai komoditas penting. Impor beras, garam, dan jagung menjadi bukti kegagalan pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Warisan Kepemimpinan yang Suram

Ketika Jokowi lengser, ia tidak meninggalkan warisan yang membanggakan. Selain infrastruktur fisik yang kerap dibanggakan, tidak ada perubahan fundamental yang membuat Indonesia lebih baik dari sebelumnya. Sistem birokrasi tetap korup, hukum masih tumpul ke atas tajam ke bawah, dan rakyat semakin tidak percaya pada institusi pemerintahan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, estafet kepemimpinan berpotensi jatuh kepada Gibran, anaknya, yang terpilih sebagai Wakil Presiden. Tanpa pengalaman yang memadai, kepemimpinan Gibran hanya memperpanjang bayang-bayang nepotisme dan ketidakcakapan dalam memimpin negara. Rakyat Indonesia tentu berhak bertanya, apa yang bisa dilakukan Gibran untuk negara ini, ketika bapaknya sendiri gagal memimpin dengan baik?

Kesimpulan

Jokowi naik ke panggung kekuasaan tanpa bekal kemampuan yang cukup dan kini bersiap lengser tanpa kehormatan. Ungkapan “que extendit sine labore, descendit sine honore” tepat menggambarkan situasi ini. Rakyat Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu memahami persoalan mendasar bangsa, yang memiliki visi jelas, serta kemampuan untuk berkomunikasi dan memimpin dengan tegas. Kegagalan Jokowi dalam hal ini tidak boleh lagi terulang, karena nasib negara dan rakyat Indonesia dipertaruhkan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Usai Bebas dari Penyanderaan OPM Reaksi Kapten Philip Mark Marthens Saat Mendengar Suara Isteri

Next Post

Reshuffle di Ujung Kekuasaan: Manuver Jokowi yang Mengancam Stabilitas Politik?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Birokrasi

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Next Post
Tanggapan Presiden Jokowi Tentang Rencana PDIP Untuk Beroposisi Lawan Pemerintah

Reshuffle di Ujung Kekuasaan: Manuver Jokowi yang Mengancam Stabilitas Politik?

Pasca Pembebasan Pilot Philip, Pemerintah Selandia Baru Ungkap Semua Syarat yang Diminta OPM

Pasca Pembebasan Pilot Philip, Pemerintah Selandia Baru Ungkap Semua Syarat yang Diminta OPM

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist