• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sepotong Tempe, Sebungkus “Shawarma”, dan Ramadan di Mesir

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
April 1, 2023
in Feature, Ramadhan
0
Sepotong Tempe, Sebungkus “Shawarma”, dan Ramadan di Mesir

Rahmat Aming Lasim (Foto: dok. pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Rahmat Aming Lasim

Jakarta – “Setiap tahun saya menantikan bulan Ramadan,” ujar Abanoub Adel, seorang penganut Kristen Koptik Mesir. Pemuda yang tinggal dekat Ramsis Square Cairo ini tidak sungkan bergaul dengan kawan-kawannya yang muslim terutama pada bulan Ramadan. “Saya suka sahur bareng dan buka bersama dengan mereka yang muslim,” jawabnya bangga saat diwawancarai oleh saluran televisi Sky News Arabia persis setahun yang lalu.

Abanoub Adel adalah salah seorang chef muda yang sedang naik daun di Mesir karena “jago” memasak masakan khas Mesir terutama makanan favorit saat bulan puasa yaitu albath al mahsyi (bebek utuh dimasak dan diisi nasi rempah). Terlepas dari agama yang dianut, Abanoub berhasil meraih simpati masyarakat Mesir yang toleran dan dinamis.

Begitu pun, bulan Ramadan bagi warga Indonesia terutama mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Al Azhar adalah bulan penuh berkah. Mengapa? Pertama karena bisa beribadah lebih intensif, dan kedua karena banyaknya lapak hidangan maaidatur rahman (buka puasa bersama) yang diberikan secara cuma-cuma. Sepanjang mata memandang, sederet meja dan kursi di jalanan di sekitar Darrosah, Khan El Khalili, atau Nasr City akan dipenuhi mereka yang ingin menikmati atmosfer bulan puasa di Mesir.

Tahun lalu, yang mencuri perhatian saya adalah mahasiswa yang membawa sepotong tempe untuk berbuka. “Sudah di luar negeri kok masih makan tempe?” seloroh saya padanya. Dia hanya tersenyum simpul sambil menghabiskan sisa tempe goreng yang dia bawa. Tak heran meski harganya mahal, tempe selalu menjadi daftar prioritas makanan yang wajib dibeli oleh para WNI. Bagi mahasiswa itu, tempe bukan hanya sekadar makanan tapi merupakan simbol dan identitas. Faktanya berkat tempe bisa jadi banyak warga Mesir yang lebih mengenal Indonesia.

Makanan Cepat Saji

Di Downtown Cairo, sebuah restoran penjual shawarma berada mencolok di persimpangan jalan yang hiruk pikuk di jantung kota. Kebetulan saya dan istri adalah penggemar shawarma yang sedang antre membeli sore hari itu. Tampak seorang ibu dan anaknya dengan pakaian lusuh berdiri di sisi penjual yang sedang asik mengiris tipis daging shawarma yang terpanggang di tungku api yang berbentuk vertikal. “Maaf, Ibu apakah Anda mau beli shawarma?” tanya penjual ramah dalam logat Mesir.

“Tidak, saya tidak punya uang untuk beli. Anak saya yang ingin shawarma,” jawabnya. Dengan penuh kasih, sang penjual memberinya satu paket shawarma yang dibalas dengan pujian dan doa yang tulus dari ibu setengah baya sambil berlalu. “Tak heran restoran ini penuh dengan pengunjung karena penjualnya tidak sungkan berbagi kepada mereka yang tidak punya, apalagi pada bulan Ramadan,” gumam saya dalam hati.

Shawarma dalam tradisi kuliner Timur Tengah adalah makanan cepat saji berupa irisan daging ayam, sapi, atau kambing yang dipanggang secara berputar dalam tungku vertikal kemudian dicampur dengan saus dan sayuran dalam roti pipih (roti pita). Berasal dari bahasa Turki, çevirme yang artinya berputar, shawarma dapat dikategorikan sebagai street food yang populer di hampir seluruh wilayah Timur Tengah.

Di Indonesia, shawarma sering kali diartikan sebagai kebab, padahal kebab asalnya adalah daging panggang yang ditusuk tongkat besi kecil, mirip sate. Mungkin yang mendekati shawarma adalah kebab doner yang terkenal juga.

Shawarma adalah ikon kuliner yang diakui secara bersama-sama oleh negara-negara di Timur Tengah. Bahkan catatan hieroglif Mesir Kuno yang tercantum dalam pahatan kuil Ramses II di Provinsi Bani Suef Mesir disebutkan bahwa sejak 6000 tahun yang lalu, para perempuan Bani Suef telah menciptakan makanan cepat saji yang mirip dengan santapan shawarma sekarang.

Shawarma dapat menjadi makanan yang disajikan kapan saja, di mana saja, dan dapat disantap untuk berbagai acara. Meski shawarma pada bulan Ramadan bukan menu pembuka, restoran penjual shawarma tetap dipadati pengunjung. Sehingga shawarma cocok disebut sebagai santapan sejuta umat bukan hanya di Mesir tapi di Timur Tengah.

Diplomasi Shawarma

Saking populernya, shawarma juga digemari oleh warga asing. Pada bulan Desember 2022 yang lalu, Bilal Hassan Al Tal, seorang kolumnis di media online berbahasa Arab Madar Al Sa’ah yang terbit di Yordania memuat tulisan tentang video viral seorang diplomat senior bernama Yael Lempert, yang kemudian ditunjuk sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Yordania baru-baru ini. Video itu merekam aktivitas sang duta besar (dubes) yang sedang makan shawarma di salah satu restoran “sederhana” di pinggiran jalan kota Amman.

Video itu sebenarnya diambil saat penugasan ke Amman, jauh sebelum diangkat menjadi Dubes AS di Yordania. Namun yang menarik adalah narasi yang digambarkan oleh sang kolumnis bahwa dia sebagai seorang pejabat diplomatik yang humble dan merakyat. Dan, tentu saja hal itu menarik simpati banyak netizen dan menjadi trending topic warga Yordania.

Sang dubes yang fasih berbahasa Arab ini dideskripsikan oleh sang kolumnis sebagai sosok yang piawai menggunakan momentum. Menyantap shawarma adalah momentum untuk meraih hati masyarakat Yordania. Melalui “diplomasi shawarma” nyaris setengah dari tugas diplomasi yang diemban sudah terselesaikan. Dan, momentum itu dimulai dengan aksi kecil menyantap shawarma yang dilakukan oleh sang duta besar.

Ambassador Yael Lempert mungkin saja mengikuti nasihat Adam Braun, seorang penulis buku laris The Promise of a Pencil yang berkata, “For any movement to gain momentum, it must start with a small action.” Sepotong tempe atau sebungkus shawarma bisa jadi alat diplomasi yang mumpuni. Meski terkesan sepele namun dampaknya mampu memikat hati dan simpati. Salute, Ambassador!

Dr Rahmat Aming Lasim MBA, diplomat dan pemerhati Timur Tengah, tinggal di Kairo.

Dikutip dari detik.com, Kamis 30 Maret 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kotak Pandora Politik dan Olahraga

Next Post

Sri Mulyani Lagi Mengulang Sejarah Buruk Jusuf Muda Dalam?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Economy

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI
Birokrasi

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026
Birokrasi

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026
Next Post
Sri Mulyani Siapkan Rp 30 Triliun Buat Bangun Ibu Kota Nusantara Tahun Depan

Sri Mulyani Lagi Mengulang Sejarah Buruk Jusuf Muda Dalam?

Cek Daftar Penerima Bansos Pangan secara Online, Ini Caranya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

JUMHUR HIDAYAT: AKTIVIS DI TENGAH PUSARAN PERTUMBUHAN DAN KEBERLANJUTAN

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist