• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Setali Tiga Uang Gus Yaqut–Gus Yahya: Nepotisme Kekuasaan yang Melukai dan Memalukan Umat

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
November 29, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Setali Tiga Uang Gus Yaqut–Gus Yahya: Nepotisme Kekuasaan yang Melukai dan Memalukan Umat
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Perilaku Yaqut Cholil Qoumas dan Yahya Cholil Staquf, dua figur berstatus adik–kakak kandung, kian memperlihatkan citra yang “setali tiga uang”: serupa dalam gaya, serupa pula dalam kontroversi—terutama ketika menyangkut isu sensitivitas dan kepentingan umat Islam.

Yahya Staquf, sebagai Ketua Umum PBNU, organisasi keagamaan Islam terbesar yang menjadi simbol otoritas ulama Nahdliyin, justru kerap menjadi sorotan publik lantaran langkah-langkahnya yang dianggap paradoksal dengan denyut aspirasi mayoritas umat muslim, baik di Indonesia maupun di panggung Islam global. Pertemunannya di masa lalu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi ingatan kolektif yang sulit dihapus, karena bagi banyak kalangan, momentum itu dipandang sebagai gestur yang menyinggung solidaritas umat, khususnya di tengah sikap tegas organisasi-organisasi Islam seperti Muhammadiyah, FPI, serta berbagai elemen Gerakan 212 yang sejak awal berada di garis depan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan perlawanan terhadap kolonialisme Israel.

Kini, di internal NU sendiri, muncul gelombang kritik bahkan usul evaluasi kepemimpinan, dipicu polemik bertubi-tubi, termasuk isu keuangan internal organisasi dan persepsi publik tentang dugaan keterkaitannya dengan jaringan Zionisme internasional. Dugaan tersebut juga sempat dikait-kaitkan oleh publik dengan potensi persoalan hukum serius seperti Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)—meskipun hal ini masih berada pada ranah asumsi publik dan belum menjadi putusan hukum, tetapi daya rusaknya terhadap wibawa lembaga ulama tak bisa diremehkan.

Sementara itu, sang adik, Gus Yaqut, yang pernah menjabat Menteri Agama, juga mewariskan daftar kontroversi panjang. Pernyataannya yang menganalogikan suara azan dengan gonggongan anjing masih menjadi catatan retak di memori sosial umat—sebuah narasi yang dinilai kasar, irasional, dan melukai rasa rahman–rahim Islam itu sendiri. Imbasnya saat itu, kegaduhan tak terelakkan; laporan polisi pun bergulir, dan legitimasi moralnya sebagai pembina umat mengalami abrasi.

Kini, nama Yaqut kembali mencuat, bukan lagi pada polemik retorika, melainkan dalam pusaran isu dugaan KKN pada Dana Haji, dan sempat disebut publik sebagai figur yang “menghilang dari radar” hampir setahun lebih. KPK pun dikabarkan sedang menelaah persoalan tata kelola Dana Haji di masa tersebut, di mana nama Yaqut ikut terseret dalam wacana pemberitaan.

Dua figur adik–kakak ini, dengan panggung kekuasaan besar yang pernah dan masih mereka genggam, sejatinya memiliki tanggung jawab moral dan historis: bukan sekadar memimpin struktur, tetapi menjaga martabat umat. Namun yang tersisa justru kesan kontra-sensitivitas, kontra-solidaritas, dan kontra-empati. Alih-alih menjadi sumber keteduhan, keduanya kerap dipersepsikan publik sebagai sumber iritasi pada harga diri umat.

Pada titik ini, publik tidak sekadar menilai kontroversial, tetapi juga melihat sebuah pola:
Ada banalitas kekuasaan, ada relasi kekuasaan keluarga, dan ada retorika yang kehilangan keberpihakkan pada umat.

Maka jika jutaan mata muslim Indonesia merasa tersakiti, termalukan, lalu menyebut keduanya “setali tiga uang”, premis itu lahir bukan dari ruang kosong, tetapi dari rekam jejak sosial-politiknya sendiri.

Dan sejarah selalu kejam pada siapa pun yang memimpin umat, tetapi abai pada suara batinnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Harus Dipidanakan Tokoh Utamanya – Merampok Uang Rakyat Untuk PSN

Next Post

Ada Hashim Djojohadikusumo di Pusaran Konflik NU?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Ada Hashim Djojohadikusumo di Pusaran Konflik NU?

Ada Hashim Djojohadikusumo di Pusaran Konflik NU?

Guncangan di Titik Nol: Ketika Ketua Umum NU Dinyatakan Tak Lagi Berwenang

Guncangan di Titik Nol: Ketika Ketua Umum NU Dinyatakan Tak Lagi Berwenang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...