JAKARTA-FusilatNews – Gelombang mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali menjadi pergerakan manusia terbesar di Indonesia. Pemerintah memprediksi sekitar 143,9 juta orang akan bepergian selama periode Idul Fitri, angka yang setara dengan lebih dari 50 persen total penduduk Indonesia.
Data tersebut berasal dari survei Kementerian Perhubungan yang kemudian dibahas dalam rapat koordinasi lintas kementerian terkait persiapan mudik Lebaran tahun ini. Proyeksi ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh warga Indonesia akan melakukan perjalanan dalam waktu yang hampir bersamaan.
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus meminta pemerintah daerah segera bersiap menghadapi lonjakan mobilitas tersebut. Ia menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur serta pengawasan terhadap moda transportasi, baik darat, laut, maupun sungai.
Menurutnya, arus pergerakan masyarakat diperkirakan mulai meningkat sejak pertengahan Maret 2026, sehingga koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.
Antisipasi Kemacetan dan Gangguan Logistik
Lonjakan mobilitas dalam jumlah sangat besar ini juga berpotensi memengaruhi distribusi logistik di berbagai wilayah. Pemerintah meminta daerah-daerah yang menjadi jalur utama mudik untuk mengantisipasi gangguan distribusi bahan pokok serta menjaga stabilitas harga pangan menjelang hari raya.
Selain itu, pemerintah juga berupaya mengurangi penumpukan perjalanan dalam satu waktu melalui beberapa kebijakan, seperti pengaturan jadwal libur sekolah dan penerapan flexible working arrangement (FWA) bagi aparatur sipil negara. Langkah ini diharapkan dapat menyebar arus perjalanan agar tidak memuncak pada hari yang sama.
Keselamatan Jadi Prioritas
Di tengah besarnya pergerakan manusia tersebut, pemerintah menegaskan bahwa keselamatan pemudik tetap menjadi prioritas utama. Pengamanan jalur vital, kesiapan transportasi, hingga mitigasi bencana juga menjadi perhatian mengingat beberapa wilayah masih berpotensi mengalami hujan dan banjir.
Tradisi mudik sendiri telah lama menjadi fenomena sosial besar di Indonesia, di mana masyarakat kembali ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Tradisi ini menyebabkan lonjakan mobilitas yang sering kali memadati jalan raya, bandara, dan stasiun dalam waktu bersamaan.
Dengan potensi pergerakan mencapai 143,9 juta orang, Lebaran 2026 kembali menegaskan satu fakta: setiap tahun, Indonesia seperti berpindah tempat—setengah negeri pulang kampung dalam waktu yang sama.

























