• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

SIRKUS RO’AN: SANTRI JADI TUKANG BANGUNAN

fusilat by fusilat
October 2, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

*Oleh: Malika Dwi Ana

Bayangkan ini: ratusan santri, umur belasan tahun, berbaris seperti pasukan formasi militer, angkat ember semen berat, naik turun bambu reyot ke lantai tiga gedung setengah jadi. Kostumnya? Peci melorot dan sarung yang basah kuyup oleh cor beton. Tanpa helm, tanpa harness, tanpa safety net – apalagi scaffolding yang layak atau ahli K3 yang ngawasin. Ini bukan adegan dari film aksi Hollywood yang gagal, tapi realita viral dari Ponpes Lirboyo, Kediri: tradisi “Ro’an” yang katanya gotong royong, tapi sebenarnya sirkus kematian yang disamarkan sebagai amal jariyah. Dan pas roboh? “Takdir Allah,” katanya. Ironis, padahal yang bikin roboh adalah tangan manusia yang pelit bayar safety.

Video-video itu – yang lagi nge-hits di medsos per 1 Oktober 2025 – nunjukin santri Lirboyo lagi ngecor gedung bertingkat, gotong royong angkat ratusan sak semen manual, tanpa Job Safety Analysis (JSA) atau briefing sekadarnya. Pengasuhnya, KH Oing Abdul Muid alias Gus Muid, bilang ini tradisi positif buat kemandirian pesantren: dana mandiri, tukang pro cuma bantu sesekali, santri yang urus sisanya. Bagus dong, katanya, ladang pahala mengalir terus. Tapi coba tanya: pahala apa yang didapat kalau nyawa santri jadi korban? Di Al Khoziny, Sidoarjo, minggu lalu, lima santri tewas tertimbun reruntuhan musala yang sama-sama dibangun via Ro’an – tanpa IMB, tanpa curing time beton, tanpa apa-apa selain doa dan dalih spiritual.

Ro’an: Dari Gotong Royong ke Eksploitasi yang Dibungkus Pahala

Ro’an – istilah Jawa buat kerja bakti yang udah jadi DNA pesantren tradisional seperti Lirboyo – seharusnya jadi simbol kebersamaan. Di situs resmi Lirboyo, mereka banggakan ini sebagai “sarana mendidik nilai sosial dan spiritual”, dilakukan tiap hari oleh mahasantri semester 3-6, atau Jumat pagi buat siswa madrasah. Tujuannya mulia: bersih-bersih lingkungan, tanam pohon, bangun karakter. Tapi lihatlah prakteknya: santri kecil, yang ortunya bayar SPP supaya belajar Al-Qur’an, malah disuruh naik ketinggian dan ngecor tanpa APD (Alat Pelindung Diri). Peci ganti helm? Sarung ganti sepatu safety? Briefing K3? Lupain aja. Ini bukan pendidikan, tapi eksploitasi murah yang mengakar di otoritas mutlak kyai: taat = pahala, kritik = dosa.

Kenapa langgeng? Karena pesantren seperti Lirboyo – yang punya 40 ribu santri, pesantren terbesar di Indonesia – andalkan dana mandiri. Biaya pondok Lirboyo 2025 aja terjangkau: pendaftaran Rp100-200 ribu, SPP bulanan minim. Tapi buat bangun gedung? Daripada keluar duit buat kontraktor bersertifikat, lebih enak suruh santri Ro’an. Hemat biaya, tambah narasi “amal jariyah” ala Gus Muid: santri bantu tukang, bukan utama, katanya. Tapi video viral nunjukin santri yang dominan: berbaris panjang, aduk molen, tuang cor ke atap – tanpa safety net yang cuma Rp500 ribu per meter. Padahal Permenaker No. 5/2018 bilang wajib: APD, scaffolding, ahli K3, JSA prosedur. Di Ro’an? Nol. Hasilnya? Fondasi lemah, beban overload, dan bangunan jebol seperti di Al Khoziny – 5 tewas, 100 luka, semuanya santri polos yang mimpi jadi ulama.

Takdir atau Kelalaian? Sindiran buat yang Tutup Mata

Parahnya, pas tragedi datang, narasinya langsung bergeser: “Ini takdir, ujian iman.” Di Lirboyo, Gus Muid harap masyarakat lihat dari sisi positif – gotong royong tradisi lama. Oke, tradisi boleh, tapi kenapa cuekin QS Ar-Rum: 41? Bahwa “Kerusakan muncul di darat dan laut karena perbuatan tangan manusia.” Atau QS Al-Maidah: 32, lindungi nyawa satu orang seperti seluruh umat. Ini bukan takdir, tapi kelalaian yang diselimuti jargon agama. Dan yang paling bikin mual: kritik soal standar K3 langsung diserang “anti-Islam, tukang adu domba, fitnah kyai”. Kenapa, wahai para kyai dan santri senior? Kultur defensif ini bikin pesantren mandek dan gak maju-maju– kritik bukan musuh, tapi obat—panasea—pahit memang, tapi harus ditelan. Bayangin kalau Nabi Muhammad SAW tolak saran sahabat soal perang? Sekarang, DPR via Komisi VIII desak sanksi tegas Pasal 359 KUHP buat kelalaian seperti ini, Menteri Agama Nasaruddin Umar janji regulasi baru akhir 2025: larangan Ro’an berisiko tanpa safety.

Ini absurd: santri pake sarung ngecor di ketinggian, kayak sirkus tanpa jaring pengaman. “Sing aneh-aneh wae,” kata orang Jawa. Kalau jatuh, bukan kyai yang pegang ember semen, tapi santri kecil yang mimpi belajar memahami kitab-kitab agama. Ro’an yang bener? Buat bersih-bersih halaman, bersihin WC, kamar dan lingkungan pesantren, bukan bangun gedung tanpa ahli. Kalau pengelola pesantren terus pelit – Rp1-2 juta doang buat APD seluruh santri, bisa dari donasi umat – maka pahala jariyah kalian cuma ilusi. Apa yang didapat? Dosanya nyawa anak muda yang hilang sia-sia.

Mbokya alangkah baiknya dengar kritik sebagai sunnah Nabi, bukan ancaman. Wajibkan APD, libatkan insinyur K3, urus IMB – itu amanah syariat, bukan beban duniawi. Santri bukan budak gratisan, tapi harapan bangsa. Kalau Ro’an terus jadi alasan eksploitasi, yang rugi siapa? Bukan kalian yang duduk manis, tapi ortu yang nangis di pemakaman. Saatnya tradisi berevolusi: dari sirkus kematian ke gotong royong yang selamat. Kalau nggak, regulasi pemerintah bakal datang dengan paksaan – dan itu bukan takdir, tapi konsekuensi.(MDA)

*Lereng Lawu, 02102025
Kritis untuk perubahan, bukan penghakiman.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia: Negara Paling Rentan Gempa di Dunia

Next Post

San, Menjilat Kok Bangga?

fusilat

fusilat

Related Posts

Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?
Birokrasi

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026
Feature

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026
Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Next Post
San, Menjilat Kok Bangga?

San, Menjilat Kok Bangga?

Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi Laporkan Denny Indrayana Ke Organisasi Advokat

Ucapan Arogan Hakim MK Saldi Isra: Antara Merendahkan Advokat dan Menyimpang dari Prinsip Good Governance

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...