• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

“Siuman”, Prabowo Ajak Kembali ke Trisakti Bung Karno

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
April 10, 2025
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Menyongsong Era Kepresidenan Baru: Apakah Akan Muncul Militerisme?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Genderang perang dagang yang ditabuh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat Presiden Prabowo Subianto, dan mungkin semua elite politik, “siuman”. Indonesia dikenai tarif resiprokal 32% jika hendak mengekspor/mengimpor barang ke/dari AS. Presiden RI itu lalu mengingatkan jajarannya untuk membangun ekonomi dengan sasaran berdiri di atas kaki sendiri (berdikari).

Ya, setelah sekian lama seperti pingsan, kini Prabowo dan mungkin semua elite politik, tersadar bahwa Indonesia tak boleh bergantung pada bangsa lain. Harus berdikari!

Berdikari itu sendiri sesungguhnya merupakan satu dari tiga ajaran Bung Karno yang terkenal dengan sebutan Trisakti. Yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Berdikari dalam bidang ekonomi inilah yang selama ini dinafikan pemerintah Indonesia, dari satu rezim ke rezim lainnya.

Kini, setelah “siuman”, Prabowo sepertinya ingin kembali ke Trisakti-nya Bung Karno. Terutama berdikari di bidang ekonomi.

Indonesia memang sebuah ironi. Sebagai negara agraris, Indonesia bukannya fokus memproduksi padi sendiri, tapi malah mengandalkan impor beras, misalnya. Bahkan kedelai pun harus impor dari AS, dan daging pun harus impor dari Australia. Dengan adanya tarif 32%, kini importir kedelai kelimpungan. Impor itu dilakukan demi keuntungan pemburu rente.

Lahan-lahan produktif sudah terlanjur ditanami gedung dan gudang. Hutan disulap jadi permukiman.

Generasi milenial lebih tertarik bekerja di pabrik atau menjadi birokrat daripada menjadi petani.

Sebagai negara maritim, Indonesia banyak membiarkan ikannya dicuri nelayan-nelayan asing. Dari China, Vietnam, Malaysia, Filipina, Thailand bahkan Jepang. Impor pun masih dilakukan, terutama untuk ikan Salmon.

Bahkan garam saja Indonesia harus impor. Padahal Indonesia merupakan negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia (81.290 kilometer) setelah Kanada (202.080 km). Lagi-lagi impor itu dilakukan demi keuntungan para pemburu rente.

Generasi milenial juga banyak yang tidak tertarik bekerja sebagai nelayan. Mereka lebih memilih menjadi buruh pabrik atau pegawai pemerintah alias birokrat.

Tidak hanya ikan. Tambang emas, perak, tembaga dan nikel juga banyak dikuras negara dan perusahaan asing. Freeport di Papua, misalnya, yang emasnya banyak dibawa ke AS.

Andalkan Utang

Selain impor barang, Indonesia juga mengandalkan utang dalam melakukan pembangunan ekonomi.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), utang luar negeri Indonesia per Januari 2025 tercatat sebesar USD427,5 miliar atau setara Rp7.000 triliun (kurs Rp16.383).

Untuk menambal target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar Rp616,2 triliun atau setara 2,53% dari Produk Domestik Bruto (PDB), pemerintah sudah merealisasikan penarikan utang baru senilai Rp250 triliun dalam tiga bulan pertama tahun ini. Penarikan utang baru untuk pembiayaan anggaran itu sudah mencapai 40,6% dari target defisit dalam APBN.

Sedangkan realisasi defisit APBN per akhir Maret 2025 senilai Rp104,2 triliun atau 0,45% dari PDB. Nilai defisit itu baru 16,9% dari target yang telah ditetapkan dalam APBN 2025.

Ironi Prabowo

Prabowo sendiri merupakan sebuah ironi. Ia, misalnya, menyatakan akan mengejar koruptor sampai ke Antartika sekalipun. Tapi apa lacur?

Ketika publik mendesak pengesahan undang-undang perampasan aset, misalnya, Ketua Umum Partai Gerindra itu justru bertanya soal keadilan. Tanyanya, “Apakah perampasan aset koruptor itu adil bagi anak cucunya?”

Ia justru berpikir terbalik. Mestinya pertanyaannya adalah, apakah koruptor itu sudah bertindak adil ketika melakukan korupsi?

Korupsi berarti merampas hak dan kesejahteraan rakyat. Korupsi berarti mengembat uang negara yang berasal dari pajak rakyat.

Ingat, Prabowo juga pernah mengatakan, “Kalau korupsi kecil-kecilan, bolehlah.”

Fadli Zon, orang dekat Prabowo yang kini menjadi Menteri Kebudayaan juga pernah mengatakan, “Korupsi adalah oli pembangunan.”

Maka wajar jika kasus korupsi di anak perusahaan Pertamina, yakni Pertamina Patra Niaga, yang merugikan keuangan negara hingga seribu triliun rupiah, seolah menyublim begitu saja. Tokoh-tokoh utamanya tak tersentuh.

Begitu pun dalam kasus korupsi PT Timah Tbk yang merugikan keuangan negara hingga 300 triliun rupiah. Pun kasus korupsi Jiwasraya dan Asabri yang merugikan keuangan negara hingga puluhan triliun rupiah.

Kini, meskipun boleh dikatakan terlambat, kembali ke Trisakti ajarannya Bung Karno merupakan momentum yang tepat. Berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri. Apalagi ketika Donald Trump menerapkan tarif resiprokal.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hidup atau Mati di Tangan Negara – KHUP Baru dan Debat Panjang tentang Hukuman Mati

Next Post

Dokter Perkosa Keluarga Pasien RSHS, Polisi Diminta Terapkan Pasal Pemberatan

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Dokter Perkosa Keluarga Pasien RSHS, Polisi Diminta Terapkan Pasal Pemberatan

Dokter Perkosa Keluarga Pasien RSHS, Polisi Diminta Terapkan Pasal Pemberatan

Israel Bon Gaza Saat Kemarahan Meningkat  Menyusul  Pembunuhan 15 Petugas Medis

IUMS Serukan Jihad Melawan Israel: Negara Muslim Diminta Bentuk Aliansi Militer dan Boikot Total

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...