• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Skandal Ijazah Jokowi: Universitas Gagal Merdeka

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
April 15, 2025
in Feature, Politik
0
UGM Klarifikasi Penolakan Kehadiran Anies Sebagai Narasumber Acara
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat Kebijakan Umum Hukum dan Politik

Di tengah gelombang skeptisisme publik terhadap integritas pemimpin nasional, muncul satu pertanyaan besar yang menggema tanpa jawaban memadai: mengapa civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) bungkam menghadapi isu ijazah Presiden Joko Widodo yang dituduh palsu? Padahal, UGM-lah yang selama ini diklaim sebagai kampus tempat Jokowi mengenyam pendidikan tinggi.

Kebisuan ini ironis. Sebab, gugatan terhadap keabsahan ijazah Jokowi bukan muncul dari ruang kosong. Beberapa pihak, seperti Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), telah menempuh jalur hukum. Dua figur penting yang juga alumnus UGM, Dr. Roy Suryo dan Dr. Eng. Rismon H. Sianipar, bahkan telah mempublikasikan analisis digital dan akademik yang menyatakan bahwa ijazah tersebut tak memiliki validitas administratif.

Namun respons UGM mengecewakan. Rektor UGM Prof. Ova Emilia dan Guru Besar Hukum Pidana Prof. Marcus Priyo Gunarto justru memilih menjadi pagar betis bagi kekuasaan, bersikukuh bahwa ijazah Jokowi sah. Mereka menyodorkan pembelaan yang mengejutkan nalar: arsip-arsip tentang Jokowi hilang.

Apakah sebuah institusi sebesar UGM—yang notabene adalah kampus pelopor dan simbol intelektualitas bangsa—kehilangan seluruh dokumen mahasiswa, agenda KKN, daftar wisudawan, hingga foto asli ijazah hanya karena alasan administratif? Bila iya, ini bukan sekadar kelalaian, tapi malapraktik akademik yang patut diadili.

Yang menyedihkan, alih-alih melakukan introspeksi, UGM justru menyulap absurditas ini menjadi narasi pembenaran. Mereka tak menampilkan laporan kehilangan ke Direktorat Pendidikan Tinggi atau ke pihak Kepolisian, seperti seharusnya protokol akademik dilakukan. Tidak ada audit forensik internal, tidak ada pembentukan tim etik, tidak ada dialog publik.

Di tengah itu semua, mahasiswa dan civitas akademika UGM justru menampilkan sikap pasif, bahkan nyaris apatis. Di mana suara lantang mahasiswa seperti era Orde Baru dulu, yang mampu mengguncang kekuasaan hanya dengan poster, puisi, dan orasi di selasar kampus? Mengapa kini mereka diam, padahal integritas kampus sedang dirampok di siang bolong?

Seolah kampus ini telah dijatuhi kutukan: kehilangan keberanian, kehilangan nurani.

Kita sedang menghadapi situasi yang serius. Jika benar ijazah Jokowi palsu, maka ini bukan sekadar kebohongan pribadi, melainkan konspirasi sistemik yang mencemari pilar pendidikan nasional. Bila UGM terlibat dalam menutupi kebenaran, maka rektor, eks rektor, dekan, hingga guru besar yang mendukung pemalsuan ini harus diperiksa, diadili, dan dipertanggungjawabkan di muka hukum.

Betapa menyesakkan melihat universitas yang dulu melahirkan para pemikir hebat kini justru menjadi sarang kompromi moral. Bukannya menjadi penjaga kebenaran, mereka malah menjadi pelayan kekuasaan. Bahkan, ketika wajah kampus telah dicoreng oleh skandal yang memalukan, mereka tetap diam. Apakah karena sudah terlalu nyaman hidup dalam kubangan privilese kekuasaan?

Bila UGM memang telah kehilangan seluruh arsip Jokowi secara misterius, maka satu pertanyaan sederhana bisa membongkar semuanya: Mengapa dalam ijazah Jokowi, wajah yang terpampang bukanlah dirinya, melainkan orang lain yang diketahui benar-benar lulusan UGM? Ini bukan sekadar kekeliruan administratif. Ini dugaan kriminal yang bisa menghancurkan reputasi akademik Indonesia di mata dunia.

Kini saatnya para mahasiswa UGM membuka mata. Jika tak ingin dicatat sejarah sebagai generasi yang menyerah pada kebohongan, maka bersuaralah. Jika kalian benar-benar dididik untuk menjadi agen perubahan, maka tunjukkan bahwa kalian tidak diam saat kebenaran dipalsukan.

Kampus tidak boleh dikuasai oleh rasa takut, apalagi oleh konspirasi. Bila UGM tetap bungkam, maka bangsa ini harus siap menghadapi konsekuensi: bahwa universitas ternama pun bisa dijadikan alat pembenaran kebohongan oleh kekuasaan.

Maka, bila hari ini UGM kehilangan moralnya, esok seluruh bangsa bisa kehilangan akalnya.

Damai Hari Lubis adalah pakar ilmu peran serta masyarakat dan kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.
Tulisan ini bagian dari kepedulian terhadap integritas akademik dan moralitas bangsa.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Trend Harga Emas Menunjukkan Kenaikan, Apa Pemicunya?

Next Post

Jokowi Tak Layak Dapat Rumah Negara: Presiden Abnormal Tak Pantas Diistimewakan

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

Renungan Sang Fujiwara: Ketika Rumah Sakit Menjelma Menjadi Taman Ibadah

July 9, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?
Birokrasi

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Kembali ke UUD 1945: Solusi atau Justru Menghidupkan Kembali Sumber Masalah?
Feature

Kembali ke UUD 1945: Solusi atau Justru Menghidupkan Kembali Sumber Masalah?

July 9, 2026
Next Post
Jokowi Tak Layak Dapat Rumah Negara: Presiden Abnormal Tak Pantas Diistimewakan

Jokowi Tak Layak Dapat Rumah Negara: Presiden Abnormal Tak Pantas Diistimewakan

Singapura Longgarkan Kebijakan Moneter, untuk pacu pertumbuhan Ekonomi dan cegah Ekonomi Tumbuh  tumbuh 0 Persen

Singapura Longgarkan Kebijakan Moneter, untuk pacu pertumbuhan Ekonomi dan cegah Ekonomi Tumbuh tumbuh 0 Persen

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?
Birokrasi

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

by Karyudi Sutajah Putra
July 9, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Seragam sama cokelat. Bedanya, Kepolisian RI (Polri) cokelat muda, sedangkan...

Read more
Aji Mumpung Hanggodo yang Loyal kepada Prabowo

Aji Mumpung Hanggodo yang Loyal kepada Prabowo

July 8, 2026
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

July 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Renungan Sang Fujiwara: Ketika Rumah Sakit Menjelma Menjadi Taman Ibadah

July 9, 2026
Eksepsi dr. Tifa di PN Jakarta Timur: Tim Pembela Soroti Enam Cacat Formil Dakwaan, Sebut Perkara Uji Prinsip Due Process of Law

Eksepsi dr. Tifa di PN Jakarta Timur: Tim Pembela Soroti Enam Cacat Formil Dakwaan, Sebut Perkara Uji Prinsip Due Process of Law

July 9, 2026
Puluhan Pria Diduga Anggota TNI Datangi Polda Metro Jaya, Kapuspen Bantah Ada Penyerbuan

Puluhan Pria Diduga Anggota TNI Datangi Polda Metro Jaya, Kapuspen Bantah Ada Penyerbuan

July 9, 2026
Libatkan Mahasiswa KKN, Desa Baraya Gencarkan Edukasi Gizi dan Bagikan Suplemen MMN untuk Ibu Hamil

Libatkan Mahasiswa KKN, Desa Baraya Gencarkan Edukasi Gizi dan Bagikan Suplemen MMN untuk Ibu Hamil

July 9, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Penggeledahan Terkait Kasus Jampidsus, Polisi Temukan Brankas Rahasia Berisi 74 Kilogram Emas

Presiden Mesti Turun Tangan dan Bertanggung Jawab: TNI Alat Pertahanan Negara, Bukan Tameng Koruptor

July 9, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Renungan Sang Fujiwara: Ketika Rumah Sakit Menjelma Menjadi Taman Ibadah

July 9, 2026
Eksepsi dr. Tifa di PN Jakarta Timur: Tim Pembela Soroti Enam Cacat Formil Dakwaan, Sebut Perkara Uji Prinsip Due Process of Law

Eksepsi dr. Tifa di PN Jakarta Timur: Tim Pembela Soroti Enam Cacat Formil Dakwaan, Sebut Perkara Uji Prinsip Due Process of Law

July 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...