• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Skandal Raksasa Jelang Pemilu: BLBI, Century, BTS!

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2023
in Feature
0
Ada “Dewan Kolonel” di PDIP
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

ENTAH sebuah kebetulan atau kesengajaan, setiap menjelang pemilu terjadi skandal raksasa yang merugikan keuangan negara hingga triliunan bahkan ratusan triliun rupiah. Terutama pemilu yang mengantarkan pergantian rezim. 

Pemilu kemudian bukan sekadar pesta demokrasi, melainkan juga pesta bagi-bagi “rezeki” korupsi. Uang hasil korupsi diduga mengalir ke para peserta pemilu, baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden. Akhirnya pemilu benar-benar menjadi “pemilu” alias pembuat pilu rakyat Indonesia.

Menjelang Pemilu 1999, misalnya, terjadi skandal raksasa korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Alkisah, pada Desember 1998 atau di pengujung kekuasaan Presiden Soeharto, Bank Indonesia (BI) mengggelontorkan dana bantuan kepada 48 bank di Indonesia yang mengalami kesulitan likuiditas melalui skema BLBI dengan besaran mencapai Rp144,53 triliun. Namun pada 2000, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp138,7 triliun dari penyaluran dana BLBI tersebut. Selain itu, hasil temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menunjukkan penyimpangan dana hingga Rp54,5 triliun oleh 28 bank penerima dana BLBI.

Lalu, menjelang Pemilu 2009, terjadilah skandal raksasa korupsi dana talangan Bank Century. Ini terjadi di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode pertama (2004-2009).

Tahun 2008, Bank Century ditetapkan menjadi bank gagal berdampak sistemik agar mendapatkan biaya penyelamatan senilai total Rp6,76 triliun dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Proses penetapan tersebut dimulai pada rapat tanggal 16 November 2008 di kantor BI yang dihadiri Menteri Keuangan/Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur BI Boediono.

Kini, menjelang Pemilu 2024 skandal raksasa kembali terjadi. Kali ini korupsi proyek base transceiver station (BTS) yang merugikan keuangan negara hingga Rp8,03 triliun. Kasus ini melibatkan Johnny G Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika yang juga Sekretaris Jenderal Partai Nasdem sebagai tersangka. Kejaksaan Agung pun sedang menelisik aliran dana ke partai politik.

Pemenang Tertuduh

Adakah korelasi skandal demi skandal itu dengan pemilu demi pemilu? Sejauh ini aparat penegak hukum tidak bisa membuktikan adanya aliran dana korupsi BLBI dan Century ke partai politik atau pun calon presiden. 

Namun, entah kebetulan atau kesengajaan, yang menjadi pemenang pemilu selalu menjadi semacam “tertuduh”.

Dalam kasus BLBI, misalnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri semasa menjabat Presiden RI menjadi semacam “tertuduh”. Pasalnya, ia mengeluarkan kebijakan yang kontroversial. Pada 2002, Megawati menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2002. Inpres ini memberikan jaminan kepastian hukum kepada debitur yang telah menuntaskan kewajiban maupun yang mangkir dari kewajibannya.

Melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), pemerintah kemudian menerbitkan Surat Keterangan Lunas (SKL) bagi bank yang telah membereskan utangnya. Ada 12 debitur yang menerima SKL di era pemerintahan Megawati.

Begitu pun pemerintahan SBY yang tak luput dari tuduhan terkait skandal raksasa korupsi Bank Century. Gegaranya, dana talangan Century diputuskan oleh Gubernur BI Boediono bersama pemerintah yang diwakili Menkeu Sri Mulyani. Apalagi kemudian Boediono menjadi wakil presiden pendamping SBY, dan Sri Mulyani pun kembali menduduki kursi Menkeu. 

Plus, Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman yang juga kader Partai Demokrat meminta kasus Century yang tengah diselidiki panitia khusus di parlemen dihentikan.

Kini, dalam skandal raksasa korupsi BTS, siapa yang menjadi semacam “tertuduh”? Siapa lagi kalau bukan Nasdem, partainya si Johnny. Benarkah? Biarlah Kejagung yang membuktikannya.

Yang jelas, sejauh ini ada tiga capres yang sudah dideklarasikan oleh partai masing-masing untuk berlaga di Pilpres 2024. Mereka adalah Prabowo Subianto oleh Partai Gerindra yang sementara ini didukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Anies Baswedan oleh Nasdem yang sementara ini didukung Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Ganjar Pranowo oleh PDI Perjuangan yang sementara ini didukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Apakah capres yang menang kelak akan menjadi semacam “tertuduh” terkait skandal raksasa korupsi proyek BTS? Biarlah waktu yang bicara. 

Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Survei LSI klaim Anies Berada Diurutan Ketiga Dibawah Prabowo Dan Ganjar

Next Post

Produsen Sepatu Adidas PHK Karyawan, Pengangguran Bertambah 1214 Orang

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”
Birokrasi

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026
Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam
Birokrasi

Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

April 27, 2026
Economy

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
Next Post
Badai PHK Menghantam Startup, Dari Shopee Hingga Ruangguru Terkena Dampaknya

Produsen Sepatu Adidas PHK Karyawan, Pengangguran Bertambah 1214 Orang

Anomali dan Pembodohan Istilah Subsidi BBM

Indonesia Mampu Bayar Utang Hanya Sebatas Retorika dan Dongeng

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan
Crime

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

by fusilat
April 27, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Suharyono alias Dobrak (42), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, kini menyandang status tersangka berdasarkan Surat Ketetapan Tersangka...

Read more
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026
Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

April 27, 2026
Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

April 27, 2026

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026
Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist