• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Solusi Mengatasi Ketahanan Pangan, Impor Pangan, Ketimpangan, dan Kemiskinan

fusilat by fusilat
August 31, 2022
in Feature
0
Penjelasan BPS: Orang Miskin Semakin Meningkat Usai Harga BBM Naik

Aktivitas warga di perkampungan kumuh kawasan Semper, Cilincing, Jakarta, Selasa (12/10/2021) (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Anthony Budiawan

Perekonomian Indonesia terus memburuk dalam sepuluh tahun terakhir ini. Impor pangan semakin tidak terkendali sehingga dikhawatirkan mengganggu ketahanan pangan nasional, yaitu ketergantungan bahan pangan dari luar negeri. Masyarakat kini juga terbiasa dengan fluktuasi harga pangan yang naik dan turun bagaikan permainan yoyo. Ketimpangan pendapatan semakin melebar yang tercermin dari indeks GINI yang naik dari 0,33 menjadi 0,41. Indeks GINI yang semakin besar menandakan ketimpangan sosial juga semakin besar. Dan, yang lebih mengkhawatirkan lagi, masyarakat miskin bahkan kini menjadi lebih miskin, khususnya masyarakat petani.

Mengenali Akar Permasalahan

Permasalahan ketahanan pangan, impor pangan, ketimpangan, dan kemiskinan dapat bersumber pada satu akar permasalahan yang sama dan saling terkait. Banyak alternatif solusi ditawarkan oleh berbagai pihak. Salah satu usulan solusi yang populer adalah reformasi agraria di mana para petani diberi kepemilikan lahan yang lebih luas untuk meningkatkan produksi. Sekilas, solusi ini mengandung kebenaran. Tetapi, apakah benar reformasi agraria akan memecahkan permasalahan utama di atas: ketahanan pangan, impor pangan, ketimpangan, dan kemiskinan? Apakah benar, kekurangan produksi pangan kita disebabkan oleh kekurangan lahan pertanian? Dan, apa yang menyebabkan lahan pertanian kita berkurang?


Menurut saya, berkurangnya lahan pertanian bukan merupakan penyebab berkurangnya produksi pangan yang kemudian memicu terjadinya impor pangan. Tetapi, berkurangnya lahan pertanian lebih merupakan akibat dari tata kelola pertanian yang amburadul sehingga bertani menjadi tidak menarik karena tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup para petani, di mana kemudian memicu peralihan lahan dari lahan pertanian menjadi lahan industri atau perumahan (daripada lahan tersebut tidak produktif). Khususnya untuk beberapa komoditas pangan di mana jumlah lahan nampaknya bukan merupakan permasalahan utama anjloknya produksi pangan selama ini. Karena, menurut data Kementerian Pertanian, produksi beberapa komoditas pangan utama tahun 2013 mengalami surplus, antara lain: beras surplus 5,4 juta ton, jagung surplus 4,1 juta ton, bawang merah surplus 84 ribu ton, cabai besar surplus 187,9 ribu ton, daging unggas dan telur masing-masing surplus 419,8 ribu ton dan 54,6 ribu ton. (Meskipun banyak pihak yang meragukan data statistik tersebut.)

Kalau lahan pertanian bukan penyebab utama anjloknya produksi, maka penyebabnya hanya satu, yaitu harga. Berdasarkan hukum ekonomi, apabila harga rendah maka supply akan anjlok.

Gambar 1 di bawah ini menggambarkan tipikal kurva supply dan demand komoditas pangan. Gambar 1.A menggambarkan kondisi di mana jumlah lahan terbatas sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan permintaan, dan kemudian memicu terjadinya impor. Pada kondisi ini, impor dipicu oleh keterbatasan produksi pangan karena keterbatasan lahan produksi.

Sedangkan Gambar 1.B menggambarkan kondisi di mana harga pangan yang ditetapkan (dikendalikan) oleh pemerintah sebesar Pcontrol jauh di bawah harga yang diinginkan oleh petani untuk memenuhi permintaan sebanyak Qd. Untuk harga sebesar Pcontrol, petani hanya mau produksi sebesar Qs. Alhasil, produksi Qs akan jauh di bawah permintaan Qd sehingga memicu impor sebesar Qd dikurangi Qs. Pada kondisi ini, impor dipicu oleh harga yang ditetapkan pemerintah terlalu rendah sehingga petani tidak tertarik menanam komoditas pangan tersebut, dan beralih ke tanaman pangan lainnya yang dianggap lebih menguntungkan. Jadi, pemicu terjadinya impor pada kondisi di gambar 1A dan 1B berbeda. Oleh karena itu, solusinya juga berbeda.

Subsidi Meningkatkan Produksi

Pada dasarnya, permasalahan keterbatasan lahan hanya berlaku pada tingkat agregat (makro ekonomi), tetapi tidak pada tingkat sektoral (mikro ekonomi), kecuali terkait keterbatasan lahan karena iklim. Untuk tingkat sektoral, jumlah lahan akan meningkat atau menyusut mengikuti mekanisme harga. Apabila harga cukup tinggi dan menarik bagi petani, maka produksi akan meningkat (dan akan terjadi peralihan lahan produksi dari komoditas pangan yang tidak menguntungkan ke komoditas pangan yang menguntungkan). Sebaliknya, meskipun jumlah lahan produksi sangat luas, tetapi, apabila pemerintah menetapkan harga pada tingkat yang cukup rendah dan tidak menarik bagi petani, maka produksi akan anjlok (dan jumlah lahan produksi akan menyusut karena dialihkan ke tanaman pangan lain yang lebih menguntungkan). Tentu saja hal ini hanya berlaku bagi lahan yang bisa ditanami berbagai komoditas pangan (substitusi).


Oleh karena itu, untuk meningkatkan produksi pangan nasional maka pemerintah harus menaikkan harga pangan ke tingkat yang menarik bagi petani: semakin tinggi harga maka semakin tinggi produksi. Apabila secara politis pemerintah tidak dapat membebankan kenaikan harga kepada kosumen, maka pemerintah harus membayar selisihnya dalam bentuk subsidi. Lihat Gambar 2.

Kenaikan harga di tingkat petani niscaya akan membuat produksi pangan naik, impor pangan turun, ketimpangan sosial menyempit, dan kesejahteraan petani meningkat.

Ketahanan Pangan dan Badan Stabilisator Harga

Produksi komoditas pangan tergantung dari cuaca dan mengandung risiko gagal panen (serangan hama dan sebagainya). Apabila ini terjadi, maka gangguan produksi akan membuat harga pangan melonjak drastis. Untuk menghindari hal ini, maka diperlukan persediaan pangan yang cukup untuk menutupi risiko gagal panen. Oleh karena itu, tata kelola persediaan pangan menjadi bagian penting dari program ketahanan pangan, sehingga peningkatan dan penurunan produksi tidak membuat harga berfluktuasi seperti yoyo. Untuk itu, pemerintah harus melimpahkan tugas penting ini ke satu badan, misalnya Bulog (Badan Urusan Logistik) yang diperluas menjadi Badan ketahanan Pangan. Selain mempunyai misi khusus untuk mencukupi kebutuhan permintaan domestik dari produksi dalam negeri (swasembada), salah satu tugas penting lainnya adalah sebagai stabilisator harga melalui pengendalian supply dan demand serta tata kelola persediaan. sehinggaa, panen raya tidak membuat harga anjlok dan gagal panen tidak menyebabkan harga melonjak.


Semoga Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani bukan hanya ilusi saja.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Galau Harga Telur

Next Post

Pemimpin Uni Soviet Terakhir Mikhail Gorbachev Meninggal di Usia 91 Tahun

fusilat

fusilat

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Pemimpin Uni Soviet Terakhir Mikhail Gorbachev Meninggal di Usia 91 Tahun

Pemimpin Uni Soviet Terakhir Mikhail Gorbachev Meninggal di Usia 91 Tahun

Pertalite Diisukan Naik Jadi Rp 10.000 per Liter, Bagaimana Dampaknya?

Harga BBM Subsidi Dikabarkan Naik per 1 September, Pemerintah : Tunggu Saja Besok

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist