Sri Mulyani menceritakan kenangan saat bertemu dengan Rizal Ramli di acara Kemenkeu pada 2019. Saat itu Rizal hadir sebagai mantan menteri keuangan.
Jakarta – Fusilatnews – Saat melayat meninggalnya DR Rizal Ramli di rumah duka di Jalan Bangka IX, Jakarta Selatan (Jaksel). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenang Rizal Ramli sebagai sosok ekonom yang kerap menyampaikan pendapat dan masukan mengenai kondisi ekonomi Indonesia.
“Sebagai ekonom, Pak Rizal Ramli sering kali memberikan pendapat, itu juga buat kami. Kalau saya pas lagi Kementerian Keuangan menjadi masukan untuk melihat berbagai aspek kegiatan,” kata Sri Mulyani kepada wartawan di rumah duka Rizal Ramli di Jalan Bangka IX, Rabu (3/1/2024)
Sri Mulyani menceritakan kenangan saat bertemu dengan Rizal Ramli di acara Kemenkeu pada 2019. Saat itu Rizal hadir sebagai mantan menteri keuangan.
“Kenangan terakhir beliau secara fisik hadir di acara Kementerian Keuangan tahun 2019 persis sebelum COVID. Biasanya kalau hari orang kita undang mantan-mantan menteri keuangan. Beliau pernah menjadi Menkeu tahun 2001,” ujar Sri
Sri Mulyani mengingat persis ucapan kelakar Rizal Ramli terhadap sepatu yang dia kenakan. Komentarnya membekas di benak Sri Mulyani.
“Saya ingat banget komentar Pak Rizal Ramli ‘Saya itu orangnya pemberani, tapi saya tidak sepemberani untuk pake sepatu hijau stabilo’. Jadi waktu itu saya menggunakan sepatu kets warna hijau stabilo. Jadi saya inget banget beliau komentar seperti itu. Jadi kenangan yang baik,” tutur Sri Mulyani.
Menteri Srimulyani sudah lama kenal almarhum Rizal Ramli , juga dengan istri almarhum Rizal Ramli yang merupakan lulusan ITB.
“Sebenarnya sama Pak Rizal Ramli itu hubungannya lama banget karena beliau dan almarhum istrinya, Bu Hera itu temen deket sama kakak saya waktu masih di ITB. Jadi saya sudah kenal namanya paling tidak,” imbuhnya.
“Jadi hari ini kami atas nama Kementerian Keuangan menyampaikan bela sungkawa, turut berduka kepada seluruh keluarga, putra-putri, mantu, cucu, dan tentu saja tadi kepada keluarga saudara-saudaranya Pak Rizal Ramli. Semoga beliau, arwah diterima oleh Allah SWT di sisi yang terbaik, husnul khotimah dan tentu seluruh jasa jasa beliau di dalam mengurus mengomentari membawa dan ikut menjaga di dalam ekonomi Indonesia merupakan jasa yang diberikan balasan oleh Allah SWT. Terima kasih kepada Pak Rizal Ramli selama ini atas nama saya pribadi maupun Kementerian Keuangan atas seluruh sumbangsih beliau,” kata Sri
Rizal Ramli, (10 Desember 1954 – 2 Januari 2024)[ adalah ekonom senior dan tokoh pergerakan mahasiswa Indonesia era 1977/78. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia menggantikan Indroyono Soesilo sejak 12 Agustus 2015 hungga 27 Juli 2016
Sebelumnya, ia juga pernah menjabat Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Menteri Koordinator bidang Perekonomian, serta Menteri Keuangan Indonesia pada Kabinet Persatuan Nasional pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Rizal pernah ditawari oleh Soeharto untuk menjadi menteri di Kabinet Pembangunan VII serta pernah ditawari oleh Gus Dur untuk menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan serta Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, namun semuanya ditolaknya.
Barulah ketika Gus Dur memintanya menjadi Kepala Badan Urusan Logistik, ia menerima.
Di tingkat internasional, Rizal pernah dipercaya sebagai anggota tim panel penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama beberapa tokoh ekonom dari berbagai negara lainnya. Karena ingin fokus mengabdi pada negara dan bangsa Indonesia, Rizal pernah menolak jabatan internasional sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Economic & Social Commission of Asia and Pacific (ESCAP) yang ditawarkan PBB pada November 2013.
Oleh sebagian kalangan, Rizal Ramli dijuluki sebagai “Sang Penerobos” karena ide-idenya yang tidak konvensional namun tepat sasaran, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Ia juga pernah didaulat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) tandingan pada September 2013, setelah terjadinya perpecahan dalam tubuh organisasi itu. Pada Oktober 2015, posisi Rizal sebagai ketua umum Kadin Indonesia digantikan oleh Eddy Ganefo.
Setelah sekian lama tidak masuk dalam lingkaran utama kekuasaan, pada Agustus 2015, Rizal Ramli diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk bertugas mengurus bidang kemaritiman dan sumber daya.
Walau sudah berada dalam pemerintahan, sikap kritis Rizal tidak berubah. Ia sering melontarkan kritik pedas (yang diistilahkan kepret) terhadap sesuatu yang dianggapnya tidak berpihak pada kepentingan bangsa dan negara, sehingga ia mendapat julukan baru “Rajawali Ngepret”.






















