Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menegaskan pemerintah melaksanakan secara masif program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dikoordinasikan oleh Badan Pangan Nasional pada 1.626 lokasi di 36 provinsi dan 324 kabupaten/kota.
Jakarta- Fusilatnewwsm Sepanjang 2023 pemerintah berupaya menjaga ketersediaan pasokan pangan. Upaya itu termasuk menjaga keterjangkauan harga. Untuk itu , berbagai kebijakan dilakukan. Di antaranya melalui penguatan cadangan pangan pemerintah khususnya beras,
Disamping itu pemerintah juga mengawasi distribusi beras agar benar – benar merata dan adil dengan menyalurkan beras medium melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), maupun penyaluran bantuan pangan beras.
Per 31 Desember 2023, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap terjaga sebesar 1,3 juta ton. Angka itu sesuai target pemerintah pada level 1,2 juta ton.
Sedangkan penyaluran SPHP hingga 30 Desember 2023 mencapai 1,2 juta ton atau 110,3 persen dari target. Selanjutnya, per 30 Desember 2023, penyaluran bantuan pangan beras guna menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan untuk periode September-Desember telah tersalurkan sebesar 852,33 ribu ton atau 99,82 persen dari target.
sementara itu pelaksanaan program mobilisasi pangan melalui fasilitasi distribusi pangan. Komoditas pangan yang telah terealisasi sebanyak 2,54 ribu ton, dengan realisasi terbanyak pada komoditas jagung, kedelai, dan beras.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menegaskan pemerintah melaksanakan secara masif program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dikoordinasikan oleh Badan Pangan Nasional pada 1.626 lokasi di 36 provinsi dan 324 kabupaten/kota.
Sementara, program serupa seperti Operasi Pasar Murah juga telah dilaksanakan oleh 448 Pemerintah Daerah guna menahan gejolak harga di daerah.
“Berbagai program kebijakan yang disinergikan dari pemerintah baik pusat dan daerah mampu menahan kenaikan harga pangan lebih lanjut,” tuturnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/1/2024).
Ke depan,, pemerintah akan terus mewaspadai dan memonitor fenomena domestik maupun global yang dapat berdampak terhadap inflasi.
Menurut Airlangga, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi saat ini, meliputi target inflasi yang semakin ketat. karena itu diperlukan, sinergi bersama seluruh pihak baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia akan terus diperkuat guna menjaga inflasi tetap stabil dan terkendali dalam rentang sasaran.
Disebutkan, tingkat inflasi Indonesia pada 2023 terkendali pada rentang target sasaran tiga persen plus minus satu. Capaian inflasi pada tahun lalu tercatat sebesar 2,61 persen year on year (yoy)






















