• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

State Capitalism Prabowo atau Oligarki Berbalut Indonesia Incorporated?

fusilat by fusilat
February 15, 2026
in Economy, Feature
0
State Capitalism Prabowo atau Oligarki Berbalut Indonesia Incorporated?
Share on FacebookShare on Twitter

Malika Dwi Ana
15 Februari 2026

Dalam bukunya Paradoks Indonesia dan Solusinya, Prabowo Subianto dengan tegas mendiagnosis penyakit utama bangsa. Apakah itu? Yakni ekonomi yang dikuasai segelintir oligarki, sementara negara kehilangan kendali atas sumber daya dan cabang produksi vital. Solusinya? Adalah State Capitalism — yakni kapitalisme yang dikendalikan negara, seperti model Tiongkok di bawah Deng Xiaoping. Bahwa negara harus menjadi nahkoda utama, mengarahkan investasi besar ke pendidikan, riset, dan pengembangan SDM sebagai fondasi sejati kemajuan bangsa. Prabowo berulang kali menyebut China sebagai teladan: yaitu negara yang berhasil membangun kekuatan melalui kontrol ketat atas kapital swasta, bukan membiarkannya liar.

Lalu muncullah Indonesia Incorporated.

Pada 10 Februari 2026, Prabowo mengumpulkan lima raksasa kapital — Prajogo Pangestu, Anthony Salim, Franky Widjaja, Boy Thohir, dan Sugianto Kusuma (Aguan) — selama 4,5 jam di Hambalang. Di sana ia menegaskan semangat “Indonesia Incorporated”: kolaborasi super erat antara negara dan konglomerat untuk mempercepat pembangunan. Ini bukan pertemuan biasa. Ini adalah implementasi praktis dari state capitalism yang ia impikan.

Tapi di sinilah paradoksnya mulai menyengat.

Secara teori, state capitalism Prabowo seharusnya menjinakkan oligarki, bukan memeluknya. Negara yang kuat mengarahkan swasta agar melayani kesejahteraan rakyat, bukan sebaliknya. Model China yang ia kagumi berhasil karena Partai Komunis tetap memegang kendali penuh; swasta besar di China tahu batasnya. Di Indonesia, yang terjadi justru kebalikannya: negara mengundang lima singa kapital terbesar ke dalam kandang istana, memberi mereka rasa aman, dan membuka pintu bagi “sinergi” yang sangat nyaman.

Pendidikan dan SDM yang disebut sebagai “fondasi bangsa” dalam bukunya Paradoks Indonesia kini terasa seperti retorika yang semakin jauh. Prabowo memang sering bicara investasi besar di pendidikan dan riset ala China. Tapi dalam praktiknya, Indonesia Incorporated lebih terlihat sebagai mesin untuk mempercepat proyek-proyek yang menguntungkan konglomerat: hilirisasi, energi, properti, IKN tahap lanjut, dan program makan siang gratis yang berskala raksasa. Lalu mana prioritas pendidikan dasar yang murah, merata, dan berkualitas? Mana anggaran riset yang benar-benar masif untuk mencetak SDM unggul, bukan sekadar sekolah Garuda untuk segelintir anak berbakat?

Kritik yang tak bisa dihindari

Terus terang, ini bukanlah state capitalism yang sehat. Tapi ini crony state capitalism — adalah kapitalisme negara yang dikuasai kroni. Alih-alih negara yang mengendalikan oligarki, yang kita lihat adalah oligarki yang semakin nyaman di pangkuan negara. Pertemuan Hambalang bukanlah langkah untuk “mengembalikan kendali negara atas sumber daya” seperti yang ditulis Prabowo dalam bukunya, melainkan langkah untuk mengonsolidasikan kekuasaan elit yang sudah sangat kuat.

Ketika lima orang dengan kekayaan total lebih dari Rp 1,4 triliun duduk mengelilingi meja bundar di Hambalang, sulit untuk percaya bahwa hasilnya akan menjadi pendidikan gratis berkualitas untuk anak-anak di pelosok yang bunuh diri karena tak punya pensil. Sulit dipercaya bahwa ini akan melahirkan riset revolusioner seperti di China. Yang lebih mungkin terjadi adalah alokasi proyek, kemudahan izin, dan pembagian kue ekonomi yang semakin terkonsentrasi.

Prabowo mungkin tulus ingin meniru keberhasilan China. Tapi tanpa lembaga negara yang kuat, tanpa checks and balances yang sesungguhnya, dan dengan oligarki yang sudah terlalu dalam mengakar, “Indonesia Incorporated” berisiko menjadi Paradoks Indonesia edisi dan babak baru: tentang negara yang mengklaim ingin membela rakyat, tapi justru semakin erat berpelukan dengan segelintir orang yang paling diuntungkan dari sistem lama.

Buku Prabowo bagus sebagai diagnosis. Tapi praktiknya pada 2026 menunjukkan bahwa solusi yang ia tawarkan sedang berubah bentuk menjadi sesuatu yang jauh lebih familiar bagi Indonesia: yakni kekuasaan yang terkonsentrasi di tangan segelintir elit — kali ini dengan label yang lebih modern dan lebih terorganisir.

Apakah ini kemajuan, atau hanya kemasan baru untuk penyakit lama?
Waktu, dan realitas di lapangan yang akan memberikan jawaban yang tak bisa ditutupi oleh retorika apa pun.

Semoga apa pun yang terjadi adalah yang terbaik bagi rakyat Indonesia. Aamiin…

Malika Dwi Ana
14 Februari 2026

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

FOMO, Fenomena yang Perlu Dilapisi Keimanan dan Tawakal

Next Post

Muhammad SAW, Yesus, Buddha, dan Socrates: Soal Sejarah atau Soal Standar Ganda?

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Muhammad SAW, Yesus, Buddha, dan Socrates: Soal Sejarah atau Soal Standar Ganda?

Muhammad SAW, Yesus, Buddha, dan Socrates: Soal Sejarah atau Soal Standar Ganda?

Makanan dan Pola Makan saat Puasa: Mana yang Baik dan Mana yang Berbahaya

Makanan dan Pola Makan saat Puasa: Mana yang Baik dan Mana yang Berbahaya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...