• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Sejarah

Muhammad SAW, Yesus, Buddha, dan Socrates: Soal Sejarah atau Soal Standar Ganda?

Ali Syarief by Ali Syarief
February 15, 2026
in Sejarah, Tokoh/Figur
0
Muhammad SAW, Yesus, Buddha, dan Socrates: Soal Sejarah atau Soal Standar Ganda?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Sesekali muncul dugaan ekstrem bahwa Nabi Muhammad SAW adalah tokoh fiktif. Dugaan ini sering dikemas sebagai “skeptisisme akademik”, padahal jika diuji dengan standar historiografi yang sama, ia runtuh dengan sendirinya. Perbandingan dengan tokoh-tokoh besar lain—Yesus, Buddha, dan Socrates—justru memperlihatkan bahwa persoalannya bukan kekurangan bukti, melainkan standar ganda dan bias ideologis.

Dalam ilmu sejarah, keberadaan seorang tokoh tidak diukur dengan iman, melainkan dengan sumber, konteks, dan konsistensi kesaksian. Dengan ukuran itu, Muhammad SAW bukan hanya tokoh historis, tetapi juga termasuk salah satu figur pra-modern yang paling terdokumentasi.

Yesus dari Nazaret, misalnya, secara luas diterima sebagai tokoh historis oleh mayoritas sejarawan, termasuk yang non-Kristen. Padahal, Yesus tidak meninggalkan tulisan apa pun. Injil-injil disusun sekitar 40–70 tahun setelah wafatnya, dan sumber Romawi seperti Tacitus atau Josephus hanya menyinggungnya secara singkat. Banyak detail kehidupan Yesus—tanggal lahir, kronologi pelayanan, hingga ucapan-ucapan tertentu—menjadi bahan perdebatan akademik. Namun, hampir tak ada sejarawan serius yang melompat ke kesimpulan bahwa Yesus adalah tokoh fiktif. Penolakan terhadap klaim ketuhanan tidak otomatis berubah menjadi penolakan atas eksistensi historis.

Bandingkan dengan Muhammad SAW. Ia hidup di ruang sosial dan politik yang jauh lebih terbuka. Aktivitasnya tercatat dalam konteks konflik, perjanjian, migrasi, dan pembentukan komunitas politik. Ia memimpin, bernegosiasi, dan berperang. Namanya muncul bukan hanya dalam tradisi internal Islam, tetapi juga dalam catatan non-Muslim abad ke-7 dari Bizantium, Suriah, dan Armenia. Jika standar yang sama diterapkan, menolak Muhammad sebagai tokoh sejarah sambil menerima Yesus adalah posisi yang tidak konsisten secara metodologis.

Perbandingan dengan Buddha bahkan lebih kontras. Siddhartha Gautama diperkirakan hidup pada abad ke-5 SM. Ajaran dan kisah hidupnya baru dituliskan secara sistematis ratusan tahun kemudian dalam tradisi lisan Buddhis. Sumber eksternal sezaman hampir tidak ada, dan banyak detail biografis Buddha masih diperdebatkan hingga kini. Meski demikian, konsensus umum tetap mengakui Buddha sebagai tokoh historis, walau dengan catatan kritis terhadap detail kehidupannya. Jika jarak waktu ratusan tahun antara peristiwa dan penulisan tidak membatalkan historisitas Buddha, sulit dipahami mengapa jarak puluhan tahun dalam tradisi Islam justru dijadikan alasan untuk meniadakan Muhammad.

Gambaran ringkas (sekali lihat langsung kelihatan)

TokohWaktu hidupSumber utamaDitulis setelah wafatSumber eksternalKonsensus sejarawan
Muhammad SAW±570–632 MSirah, hadis, Al-Qur’an±20–80 tahunADA (Bizantium, Suriah, Armenia)Tokoh historis nyata
Yesus±4 SM – 30 MInjil±40–70 tahunADA tapi sangat singkatTokoh historis nyata
Buddha±5 abad SMTipitaka±300–400 tahunHampir tidak adaTokoh historis (dengan debat detail)
Socrates±470–399 SMPlato, XenophonDitulis muridTIDAK adaTokoh historis

Kasus Socrates lebih telanjang lagi. Ia tidak menulis apa pun. Seluruh pengetahuan kita tentang Socrates datang dari murid-muridnya, terutama Plato dan Xenophon, yang menulis dengan agenda filosofis masing-masing. Tidak ada sumber independen eksternal yang mencatat Socrates secara rinci. Bahkan, para sejarawan masih memperdebatkan “Socrates yang mana” yang historis dan mana yang merupakan konstruksi Plato. Namun, hampir tidak ada literatur akademik yang menyebut Socrates sebagai tokoh fiktif. Ia diterima sebagai figur nyata, meski datanya terbatas dan sarat interpretasi.

Di titik ini, pertanyaannya menjadi terang: mengapa Muhammad SAW diperlakukan berbeda? Padahal, dibandingkan dengan Yesus, Buddha, dan Socrates, sumber tentang Muhammad lebih banyak, lebih dekat secara waktu, dan lebih beragam. Tradisi Islam mengembangkan sistem kritik periwayatan—sanad dan matan—yang bahkan oleh sebagian sejarawan Barat diakui sebagai metode verifikasi historis yang relatif ketat untuk ukuran dunia pra-modern.

Jawabannya bukan terletak pada sejarah semata, melainkan pada implikasi. Mengakui Muhammad sebagai tokoh historis berarti mengakui bahwa Islam lahir dari peristiwa nyata, aktor nyata, dan proses sosial-politik yang konkret. Bagi sebagian pihak, ini terlalu jauh konsekuensinya. Maka, lahirlah skeptisisme ekstrem: bukan sekadar mengkritik ajaran, tetapi mencoba menghapus tokohnya.

Dengan demikian, klaim bahwa Muhammad SAW adalah tokoh fiktif bukanlah kesimpulan akademik arus utama. Ia adalah sikap ideologis yang dibungkus bahasa ilmiah. Jika standar historiografi diterapkan secara konsisten, maka Muhammad SAW tidak hanya lolos sebagai tokoh sejarah, tetapi justru berdiri di antara figur-figur masa lampau dengan jejak historis paling jelas. Menolaknya sambil menerima Yesus, Buddha, dan Socrates bukanlah skeptisisme, melainkan selektivitas yang sulit dipertahankan secara intelektual.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

State Capitalism Prabowo atau Oligarki Berbalut Indonesia Incorporated?

Next Post

Makanan dan Pola Makan saat Puasa: Mana yang Baik dan Mana yang Berbahaya

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati
daerah

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi
Feature

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

May 15, 2026
Next Post
Makanan dan Pola Makan saat Puasa: Mana yang Baik dan Mana yang Berbahaya

Makanan dan Pola Makan saat Puasa: Mana yang Baik dan Mana yang Berbahaya

Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Tanda-tanda Kejatuhan Prabowo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

Membungkam Kritik, Menabur Ketakutan

May 16, 2026
Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

Membungkam Kritik, Menabur Ketakutan

May 16, 2026
Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist