Pemilih senyap bisa berasal dari kelompok-kelompok yang saat ini berdasarkan UU diwajibkan untuk netral Tapi tetap memiliki hak suara.
Kota Batu – Fusilatnews – Saat ditemui di Kota Batu, Ahad (31/12/) Wakil Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid meyakini suara dukungan untuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-cawapres) nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar seperti fenomena gunung es.
Menurut Jazuli ada suara dan dukungan yang tak nampak dari silent majority atau pemilih senyap yang akan membesar pada Februari 2024 atau saat pencoblosan nanti.
“Ada gunung es di perubahan yang itu tidak tampak, dia akan termanivestasi kira-kira awal Februari. Nah, makanya hasil survei yang ada bagus pasangan Amin kita tidak abaikan namun kita tidak memotret perasaan yang terpendam,” kata Wakil Kapten Timnas Anies-Muhaimin ini
Pemilih senyap bisa berasal dari kelompok-kelompok yang saat ini berdasarkan UU dowajibkan untuk netral Tapi tetap memiliki hak suara.
Kelompok aparatur sipil negara (ASN) misalnya, kelompok ini memiliki hak suara dan kalangan formal yang terikat oleh aturan tertentu terkait Pilpres.
Termasuk kalangan tokoh yang tidak ingin ribet kalau dia tampak menjadi kubu perubahan,” ujarnya.
Jazilul menegaskan, kelompok ini diyakini memilih Anies-Muhaimin karena memiliki karakter yang berbeda dengan pendukung gerakan keberlanjutan.
Kalau di keberlanjutan dia akan aktif menunjukkan (dukungan) keberlanjutan bahkan melibatkan banyak aparat, kepala desa dan lain-lain,” ujarnya.
Menurut Jazuli Dengan adanya mayoritas pemilih bisu ini, Pilpres 2024 akan berlangsung selama dua putaran.
“Dan dia (pemilih bisu) akan menentukan di menit akhir, itulah kemudian pilpres 2024 saya yakin tidak mungkin satu putaran,” katanya

























