Jakarta-Fusilatnews.–Seberapa lama lagi penjajah Israel akan terus-menerus merampas wilayah Palestina dan terus menerus membunuh ribuan warga negara Pelestina? Merusak pasokan sumber-sumber air dan pasokan listrik, yang banyak menyebabkan orang meninggal di Rumah Sakit-Rumah Sakit, karena itu.
Ditaqdirkan pada subuh 7 Oktober 2023 HAMAS bersama Brigade al Qassam berhasil menyemburkan bom-bom sebagai balasan serangan subuh, yang sama sekali tak bisa ditahan oleh anti rudal Israeil, telah menjebol pertahanan udara Israel.
Seranga ini telah mengagetkan dunia dan menguncang ketahanab Militer Israel yang terhebat, hingga bisa kecolongan.
Salah satu kunci dari kesuksesan Al Qossam itu, ternyata karna menggunakan HP buatan Cina yang tak terdeteksi oleh pihak lawan Israel.
Kesuksesan Hamas ini analog dengan peristiwa jamab penjahah Belanda di RI pada agresi militer dua menguasai RI, tiba tiba pada terjadi serangan 1 Maret 1949, selama 6 jam RI pasukanb kita menyerang Jogja yang sedang dikuasai oleh Belanda. Peristiwa tersebut juga menjadi catatan sejarah dan menghebohkan kalangan Interrnasional, bahwa ternyata RI masih tetap exist merdeka.
Dampaknya PBB mengakui RI sebagai negara Merdeka sehingga Belanda harus berhenti menjajah RI dari 350 tahun.
Solidaritas Korps 1 dunia Muslim untuk Plestina dalam hal ini masyarakati muslim RI, bisa dilakukan dengan berbagau ihtiar, seperti menyerang model Byorta Hacker, selain melakukan Doa Qunut NAZIla, juga terus infaq dan shadaqah untuk saudara kita yang sedang menderita disana.
Hakekatnye RI bisa berperan-serta, seperti presiden Suharto bezuk dan kirim pasukan perdamaian ke Palestina, dll
Demikian resume ceramah Mardani Ali Sera (anggota DPR PKS) bersama Panelis Dra Hj Nurdiati Akma (Caleg. DPRD DKI dari Partai Umat dan DR H Fikri Bareno – Caleg DPRD Partai Umat) pada Diskusi umum bulanan ” Solidaritas Perjuangan Palestina melawan Penjajah Israel “. Diskusi dipandu oleh Moderator Ustaz Namrudin Pimpinan GMJ (Gerakan Muslim Jakarta) di Masjid Asyuhada Pimpinan ustaz Agus Kecamatan Lobang Buaya, Jakarta Timur, 25 Oktober 2023 sore.
* Mahdi

























